ServerVultr

ServerVultr

December 23, 2025 | servervultr

Understanding Slowly Changing Dimensions – Gethyn Ellis


Understanding Slowly Changing Dimensions

Slowly Changing Dimensions (SCDs) are a cornerstone of data warehousing design. They ensure that the descriptive attributes of business entities—customers, products, employees, locations—are handled correctly when they change over time. Without a clear strategy for tracking changes in dimension data, analytical systems either lose valuable history or become inconsistent, leading to inaccurate reporting.

In this post, we explore the major SCD types, what they mean in practice, and how they fit into a typical dimension-loading routine. We also take a closer look at the most commonly used approach: the Type 2 Slowly Changing Dimension.

What Are Slowly Changing Dimensions?

A dimension becomes “slowly changing” when its attributes do not remain static. Customer names change, product descriptions evolve, and organisation structures shift. A data warehouse needs a strategy for handling these changes in a predictable, auditable manner.

The most recognised SCD types include:

  • Type 0: Fixed — no changes allowed A Type 0 dimension attribute is effectively read-only. Once loaded, it never changes. This is useful for values that should remain permanently tied to the original record, such as a customer’s join date or the original product launch category.
  • Type 1: Overwrite — no history Type 1 simply overwrites old values with new ones. The historical value is lost. This approach is suitable for correcting errors or updating non-critical attributes such as a standardised name format.
  • Type 2: Add a new record — full history preserved Type 2 is the workhorse of dimensional modelling. Each time a change occurs, a new version of the record is inserted, and the old version is closed off using effective dates. This preserves a complete history of how the entity evolved over time.
  • Type 3: Add a new column — limited history Here, the old value is stored in an additional “previous value” column. This gives only a snapshot of one historical state. It is useful when you only need to compare “current” versus “prior” attributes.
  • Type 4: History table — archive old records Older versions are moved into a dedicated history table. The current table stays small and fast, while detailed historical records remain accessible when required.
  • Type 5/6: Hybrid approaches Large or complex organisations sometimes blend techniques, such as combining Type 1 and Type 2 behaviours for different sets of attributes, or maintaining both current and historical versions for performance reasons.

Why Type 2 Is the Most Common

Most real-world data warehouses favour Type 2 SCDs, particularly for customer, product, and employee dimensions. Businesses need to analyse behaviour and performance based on what was true at the time, not what is true today. For example:

  • What product category did this item belong to when the sale was made?
  • What address was the customer living at when the invoice was issued?
  • Which department was the employee assigned to when the project started?

Type 2 SCDs allow reports to reflect the correct historical context by storing every version of the record along with a validity range.

A Typical Type 2 Loading Workflow

A standard SCD Type 2 loading routine follows a clear and predictable pattern. The process often uses metadata columns such as ValidFrom, ValidTo, and an IsCurrent flag.

A typical workflow looks like this:

  1. Identify changed records in the source system The ETL pipeline queries the source tables for rows updated since the last load. This is usually done using a ModifiedDate or LastUpdated column.
  2. Compare the incoming values with the current dimension records If no attribute has changed, do nothing. If one or more tracked attributes differ, the current record is closed off by setting its ValidTo date to the current timestamp.
  3. Insert the new version A new row is inserted into the dimension table with the updated values. The ValidFrom is set to the load timestamp, while ValidTo is set to a high placeholder date (for example, 9999-12-31).
  4. Track load status A load statistics table or metadata table records how many rows were processed, updated, or inserted during the run. This is essential for troubleshooting and operational visibility.

The result is a dimension table that behaves like a temporal record of business history. Analysts can reliably reconstruct what the world looked like at any point in time through simple date-based filtering.

Why SCDs Matter

Slowly Changing Dimensions enable time-aware analytics—one of the main reasons organisations build data warehouses in the first place. Without SCDs, historical analysis becomes unreliable. With them, organisations gain:

  • Accurate period-over-period comparisons
  • Reliable trend analysis
  • Confidence in audit trails
  • Support for full regulatory and financial reporting

As your warehouse grows, choosing the right SCD strategy becomes vital. Understanding these patterns—and implementing them consistently—sets the foundation for a robust analytical ecosystem.

If you’d like help designing or implementing your dimensional models or data loading routines, feel free to get in touch and we can explore how to apply these patterns in your environment.


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film
Share: Facebook Twitter Linkedin
blank
December 22, 2025 | servervultr

Tips FM 24 Mobile: Mengenal Fitur Development Hub


Adakah teman-teman yang bermain FM Mobile di sini belum mengetahui apa itu Development Hub dan apa saja fungsi dari setiap menu yang ada di Development Hub?

Nah, kebetulan dalam artikel ini, saya akan membahas fitur Development Hub yang ada di FM 24 Mobile dengan penjelasan yang lengkap.

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

Apa Itu Development Hub di FM 24 Mobile?

Development Hub merupakan salah satu fitur di Football Manager Mobile yang di mana kamu bisa melakukan monitoring terhadap perkembangan para pemain di dalam timmu dalam satu menu.

Fitur ini sebenarnya sudah ada sejak FM 23 Mobile. Fitur Development Hub ini akan memudahkan kamu dalam mengatur hal-hal seperti training, mentoring, manajemen skuad, hingga perkembangan pemain muda.

Akan ada juga beberapa komentar maupun saran yang diberikan oleh Asisten Manajermu di tab Overview nanti.

Cara Melihat Menu Development Hub di FM 24 Mobile

Kamu bisa melihat menu Development Hub dengan cara di bawah ini:

  1. Pilih Ikon Logo Klub pada tab menu yang ada di sebelah kiri layar smartphone milikmu.
  2. Pilih bagian Development Hub.

Bagian-Bagian Yang Ada di Development Hub FM 24 Mobile

Terdapat beberapa bagian yang ada di Development Hub yang di mana setiap bagian ini mempunyai tampilan menu yang berbeda-beda dan fungsinya pun berbeda pula.

Development Hub ini terdiri dari menu Overview, Training, Mentoring, Squad Management, Loan Progress, Youth Development, dan Youth Squad.

Overview

Tips FM 24 Mobile: Development Hub - Overview

Menu yang berisikan tentang pesan-pesan dari asisten manajermu terkait komentarnya terhadap perkembangan terakhir dari para pemainmu di dalam tim.

Asisten Manajermu akan memberikan komentar baik itu berupa saran seperti posisi yang harus diperkuat kedalaman skuadnya hingga memberikan rekomendasi siapa saja pemain di dalam tim yang harus dipinjamkan atau dijual.

Asisten manajermu juga akan memberikan perkembangan terkait pemainmu yang sedang melakukan mentoring dan juga memberikan perkembangan terkait pemainmu yang sedang dipinjam oleh tim lain.

Selain dari komentar asisten manajermu, dalam menu Overview ini kamu bisa melihat jumlah Training Performance terhadap pemainmu, jumlah pemain yang sedang melakukan mentoring di dalam tim, jumlah list pemain yang dijual maupun yang dipinjam atau sedang dipinjamkan hingga tanggal dari pembaruan terkait para kandidat pemain muda yang akan datang ke dalam tim kamu.

Training

Tips FM 24 Mobile: Development Hub - Training

Menu ini berfungsi untuk mengatur program latihan para pemainmu di dalam tim. Di sini kamu bisa memberikan program latihan terhadap masing-masing pemainmu dengan mengatur latihan berdasarkan posisinya, fokus atribut yang ingin dilatih, hingga intensitas latihannya.

Kamu bisa melakukan filter untuk memberikan training kepada pemainmu berdasarkan posisi bermainnya seperti Goalkeepers, Defenders, Midfielders, dan Attackers.

Berikut keterangan bagian-bagian yang ada di Training:

  • Name: Nama pemain
  • Position: Posisi pemain
  • Role Focus: Role yang ingin dilatih
  • Focus Attribute: Fokus atribut yang ingin dilatih
  • Intensity: Intensitas latihan
  • Grade: Nilai performa latihan pemain
  • Progress: Perkembangan latihan dari pemain

Mentoring

Tips FM 24 Mobile: Development Hub - Mentoring

Jika kamu ingin melakukan akselerasi terhadap perkembangan para pemain muda dengan cepat maka kamu bisa memanfaatkan fitur mentoring.

Dalam menu mentoring ini, kamu bisa menyuruh pemain seniormu untuk menjadi mentor bagi para pemain mudamu. Biasanya, jika kamu bisa memilih mentor yang tepat bagi salah satu pemain muda di tim maka beberapa atribut dari si pemain muda tersebut bisa berkembang dengan baik dan cepat.

Kamu bisa memilih mentor partnership sesuai pilihanmu sendiri atau juga bisa memilih berdasarkan rekomendasi dari asisten manajermu.

Squad Management

Tips FM 24 Mobile: Development Hub - Squad Management

Dalam squad management, kamu bisa mengatur siapa saja pemain yang ingin kamu masukkan ke dalam transfer list maupun loan list dalam satu layar. Dengan menu squad management ini akan memudahkan kamu dalam mengatur mana pemainmu yang kamu jual maupun kamu pinjamkan.

Kamu bisa melihat juga beberapa keterangan seperti posisi pemain, status pemain, hingga market value dari si pemain. Ada juga kolom advice yang di mana ini merupakan saran dari asisten manajermu terhadap siapa saja pemain yang perlu kamu jual ataupun dipinjamkan.

Loan Progress

Tips FM 24 Mobile: Development Hub - Loan Progress

Menu ini akan memperlihatkan seluruh pemainmu yang sedang dipinjamkan ke klub lain. Kamu bisa melakukan monitoring terhadap para pemainmu yang sedang dipinjamkan.

Kamu bisa melihat beberapa statistik seperti jumlah penampilan, gol, assist, average rating beserta grade performanya. Tentu menu Loan Progress ini bisa mempermudahmu dalam meninjau progress dari pemain yang sedang dipinjamkan.

Youth Development

Tips FM 24 Mobile: Development Hub - Youth Development

Menu ini merupakan tempat di mana para pemain akademi di tim kamu akan menjadi kandidat yang akan dipromosikan ke tim utama. Nantinya pada tanggal yang sudah ditentukan maka akan muncul beberapa pemain muda (regen) dengan masing-masing memiliki kemampuan atribut serta rating potensial yang berbeda-beda.

Di sini, tim kepelatihanmu akan memberikan komentarnya terhadap seluruh pemain muda tersebut. Biasanya akan ada salah satu pemain yang direkomendasikan oleh salah satu tim kepelatihanmu bahwa pemain tersebut punya potensi yang tinggi.

Youth Squad

Tips FM 24 Mobile: Development Hub - Youth Squad

Menu ini merupakan menu yang lebih detil untuk memperlihatkan para Youth Candidate di tim kamu.

Kamu bisa melihat posisi mereka masing-masing beserta keterangan berupa statistik mereka bermain di tim muda sebelum mereka diberikan kontrak profesional. Potensial dari para pemain juga bisa kamu lihat di dalam menu ini.

Penutup

Selesai sudah pembahasan artikel mengenai Tips FM 24 Mobile: Mengenal Fitur Development Hub.

Harapannya, semoga kamu yang belum mengerti mengenai fitur Development Hub yang ada di FM 24 Mobile bisa menjadi lebih paham dengan membaca artikel yang saya tulis ini.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya dari Kami:

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, kamu dapat menggunakan fitur kolom komentar yang sudah tersedia di bawah artikel ini.

Kritik dan saran mengenai blog ini juga bisa kamu sampaikan kepada kami dengan memakai fitur Kontak Kami.
Jangan lupa follow akun Instagram, X, dan Facebook kami untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai update artikel di blog BolaGawai.com

Terima kasih sudah membaca artikel ini




News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Share: Facebook Twitter Linkedin
December 21, 2025 | servervultr

PL GW Resets: Surviving the International Break, Injuries, Jeopardy… and What Comes Next


FPL GW Resets: Surviving the International Break, Injuries, Jeopardy… and What Comes Next

Another international break has come and gone, and I’ll be honest, I still dislike them. They interrupt the rhythm of the Premier League season, stall FPL momentum, and leave us all refreshing injury trackers more than we refresh our teams. But as much as I moan, this one at least delivered proper jeopardy, and that always helps.

International football without stakes is just friendlies in disguise. With something on the line, it becomes intoxicating. Wales putting seven past North Macedonia — seven! — was a joy to watch. Not just a win, but an obliteration. It’s rare that Wales stroll through a match with such apparent ease, and it was fun to see us actually enjoying football rather than clinging on grimly for dear life. There’s something very wholesome about watching Wales play with confidence. I’ll take all of that before returning to the Premier League chaos.

I also kept a close eye on Scotland v Denmark. The moment of the night? Scott McTominay, former  Manchester United’s player on the long list of players deemed surplus to requirements, discarded with the same casual carelessness they seem to apply to stewards, past managers, former captains, and anyone else who dares to hover near the club for more than a month,  scoring an outrageous, Pelé-esque thunderbolt. Goal of the season contender? Absolutely. The kind of strike that makes you wonder how a club can look straight at a perfectly good footballer and shrug. Scotland rode the wave of that moment and stormed to a 4–2 win. Brilliant result.

But now the international excitement is over, replaced with the uneasy waiting period before the play-offs. Wales have Bosnia first, and then, if the stars align, either Northern Ireland or Italy. A nervy path, but we’ve somehow made peace with the idea that qualification for tournaments must always feel like a three-act tragedy. Come March, we’ll once again sit with bated breath and hope we’ll be booking flights from Heathrow to somewhere sunlit next summer.

Back to FPL Reality: Injuries, Flags, and a Gabriel-Shaped Hole

The difficult thing about international breaks isn’t the football. It’s the fallout. Every manager knows the feeling: your FPL squad was finally settled, your plan for the next three gameweeks actually looked coherent, and then, bang,  international break carnage.

This time, the pain came early for many managers. Arsenal’s Gabriel Magalhães, one of the highest-scoring defenders in the game and a pillar of many FPL teams, is now reportedly out for two months. Two months! That’s your top-scoring defender wiped out until January. Cheers, international football.

There’s rarely a “good time” for one of your premiums to get injured, but this felt particularly cruel. With a busy December ahead, rotation coming, fixture swings hitting, losing a reliable defender with attacking threat and clean sheet potential is a headache that no one needed.

Like many managers, I decided not to wait around. Price drops were whispering in the shadows, and I prefer acting early rather than watching my squad value drain away. So out went Gabriel, and in came Matty Cash, a much cheaper option, but one who has strong projected returns over the next three gameweeks. If the stats line up and the fixtures fall kindly, he could outscore Gabriel anyway. And the extra money freed up gives far more future flexibility. Sometimes FPL rewards bravery; sometimes it punishes you for it. We’ll find out this weekend

Playing the Uncertainty Game

I’ve been hit with four players listed as “uncertain” for the weekend. That’s the worst part: uncertainty. If a player is out, fine, you deal with it. But when your squad is full of “maybe”, “possibly”, “late fitness test”, and “should be available”, it becomes guesswork.

I’ve fixed the most pressing issue by removing Gabriel. The others? I’m sitting tight. There’s a line between proactive management and unnecessary panic, and international breaks often tempt us across it. History tells us that many of these so-called “injuries” magically clear up once Premier League wages, I mean games,  resume. So for now, I’ll trust the bench and hope the weekend’s press conferences offer something resembling clarity.

Why International Breaks Are So Difficult for FPL Managers

Every FPL manager feels it: the break disrupts momentum and clouds judgment. Before the break, most of us were in a rhythm — eyeing fixture swings, planning captaincies, building bench depth. Then suddenly, everything stops.

Here are the universal truths of international breaks:

1. They create unnecessary decision-making pressure

When nothing is happening domestically, we fill the void with speculation. “What if Player X is injured?” “What if Player Y gets benched?” “Should I wildcard?” Ninety per cent of international-break stress is self-inflicted.

2. They introduce more chaos than data

We gain almost no useful information about players’ Premier League prospects, but we get plenty of injuries. It’s the worst trade-off in FPL.

3. They disrupt price movement rhythms

We often see volatile rises and drops because people either panic or gamble on early transfers. It becomes a miniature stock market.

4. They break team identity

You may have loved your team before the break. After two weeks of tinkering, watching highlights, reading predictions, and studying fixtures, you suddenly hate it. Nothing actually changed — except your mood.

5. They give managers too much time to overthink

This is the biggest one. With no immediate matches to ground your thinking, your mind fills the silence with tactics, plans, and doubts. FPL should be fun, but international breaks often turn it into an exam.

Looking Ahead: Football Is Back… and Thank Goodness for That

Despite all the uncertainty, all the injuries, all the flags, and all the headaches, the good news is this: football is back. Real football. Premier League football. Wolves football. And I, for one, cannot wait.

There’s something comforting about settling back into a normal FPL week — watching deadline streams, checking predicted line-ups, panicking on Friday night, and then inevitably shouting at your screen on Saturday afternoon as someone you sold scores a brace. That’s the beauty of it.

For me, I’ve made the one transfer I needed to make, I’ve dodged the price drops, and I’ve given myself some budget breathing room. The rest of the squad stays as it is. I’ll ride out the questionable player statuses and trust that at least two of them will miraculously recover in time.

Wolves are back, the Premier League is back, the chaos is back, and the fun is back.

Gameweek ready. Come on, Wolves.

Useful Links

Embracing Data for Strategic Decision Making

Top Ten Disasters we’ve dealt with in our time as DBAs


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Share: Facebook Twitter Linkedin
blank
December 20, 2025 | servervultr

Formasi Terbaik eFootball 2026 Terbaru Untuk PS4, PS5, PC, dan XBOX


Bagi kamu yang gemar bermain eFootball versi PC atau Konsol maka cukup penting untuk memiliki sebuah racikan formasi terbaik mengingatadanya fitur baru seperti cross platform di versi eFootball 2026 sekarang.

Dengan adanya fitur cross platform ini maka akan memungkinkan para playerdari PC (Steam) bisa bertemu dengan para playerdari Konsol (PS4, PS5, dan XBOX).

Maka itu, tentu hal ini akan membuat persaingan dari para playereFootball semakin kompetitif terutama dalam eventeFootball League (PvP Rank Division).

Pentingnya Memiliki Formasi Terbaik Dalam Bermain eFootball 2026

Ketika kamu bermain eFootball baik itu di PC, PS4, PS5, hingga XBOX maka untuk memenangkan sebuah laga pertandingan dibutuhkan beberapa penunjang seperti koneksi internet yang stabil, skill gameplay yang baik, serta pengaturan formasi terbaik.

Jadi bisa dikatakan bahwa formasi merupakan salah satu komponen yang sangat penting di dalam permainan eFootball.

Formasi merupakan fondasi utama dalam penerapan strategi bermainmu di eFootball 2026.

Formasi tentunya akan menentukan bagaimana caramu bermain dalam menghadapi lawan-lawanmu di eFootball.

Entah itu dengan gaya penguasaan bola, serangan balik cepat, atau bertahan total maupun menyerang total maka semua strategi ini tergantung pada pengaturan formasi yang akan kamu gunakan tentunya.

Maka itu, sebuah pengaturan formasi terbaik untuk bermain eFootball 2026 di PS4, PS5, XBOX, dan PC sangatlah penting bagimu karena formasi ini bisa menjadi senjata utama dalam menghadapi lawanmu nantinya.

Tutorial Dasar Cara Mengatur Formasi di eFootball 2026 di PS4, PS5, PC, dan XBOX

Untuk mengatur formasi di eFootball, kamu bisa melihat tutorial dasarnya dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Pada menu Home, pilih bagian My Team
  2. PilihGame Plan
  3. Pilih bagian Tacticsuntuk mengatur pola formasi, manajer, hingga team playstyle.
  4. Atur pola formasimu dengan menyesuaikan gaya bermain manajermu dan preferensi cara bermainmu di eFootball

Catatan:

  • Bagian Change Manager untuk memilih manager yang diinginkan
  • Bagian Change Formation untuk memilih pola formasi yang ingin digunakan
  • Bagian Team Playstyleuntuk memilih gaya bermain

Rekomendasi Formasi Terbaik eFootball 2026 Untuk PS4, PS5, PC, dan XBOX

Jika kamu kesulitan dalam meracik formasi terbaik di eFootball 2026 untuk PS4, PS5, PC, dan XBOX maka dalam artikel ini saya akan membagikan beberapa rekomendasi formasi terbaik yang bisa kamu gunakan ke dalam gameplayeFootball milikmu.

Tidak hanya kumpulan formasinya saja yang saya berikan namun saya juga akan menjelaskan beberapa pengaturan seperti pola formasi beserta playstyle-nya, pengaturan instruksi individu, hingga rekomendasi tipe pemainnya.

Ada 5 formasi terbaik yang akan saya rekomendasikan. Antara lain:

  • Formasi 4-3-3 Quick Counter
  • Formasi 4-1-4-1 Possession Game
  • Formasi 4-4-2 Long Ball Counter
  • Formasi 5-2-2-1Long Ball Counter
  • Formasi 4-3-3Long Ball Counter

Formasi Terbaik eFootball 2026: Formasi 4-3-3 Quick Counter (Serangan Balik Cepat)

Pastikan kamu memiliki manajer dengan playstyle Quick Counter atau Serangan Balik Cepat.

Selanjutnya, kamu bisa mengatur susunan pola formasi 4-3-3 ini dalam pengaturan taktik permainan di eFootball 2026 milikmu seperti gambar di bawah:

Formasi Terbaik eFootball 2026 Terbaru - PC/PS4/PS5/XBOX - Formasi 4-3-3 Quick Counter (Serangan Balik Cepat)

Pengaturan Individual Instructions Formasi 4-3-3 eFootball 2026

Untuk bagian Individual Instructions (Instruksi Individu) pada formasi ini sebenarnya jika kamu tidak memakainya maka tidak apa-apa.

Namun, kalau ada pemainmu yang berposisi sebagai Full Back dan tipenya itu menyerang maka kamu bisa memberikan instruksi kepada full backtersebut dengan pilihan Defensive.

Dan, jika pemain DMF milikmu bertipe Destroyer atau Perusak maka kamu bisa memberikan instruksi tambahan ke DMF tersebut dengan pilihan Anchoring (Jangkar).

Instruksi ini hanya opsional saja sehingga kamu bisa bebas ingin menggunakannya atau tidak.

Kalau kamu ingin menggunakan Indidividual Instructions tersebut ke pola formasi 4-3-3 ini, maka kamu bisa melihat pengaturannya di bawah ini:

  • Attack 1: Defensive (RB atau LB yang bertipe menyerang)
  • Attack 2: Anchoring (DMF)
  • Defence 1: –
  • Defence 2: –

Kalau kamu masih bingung mengenai Instruksi Individu di eFootball maka kamu bisa baca penjelasan lengkapnya dalam artikel ini:

Penjelasan Formasi 4-3-3 Quick Counter eFootball 2026

Pada fase menyerang, formasi ini akan lebih memfokuskan serangan di area tengah lapangan. Mengingat dalam formasi 4-3-3 ini tidak menempatkan seorang Winger, maka kunci dari kekuatan formasi ada di lini tengah.

Ketika kamu melakukan build up maka usahakan untuk mengarahkannya kepada 3 midfielderdi tengah. Para pemain ini akan bertugas untuk melakukan sirkulasi maupun progresi terhadap serangan yang dibangun.

Serangan-serangan ini nantinya akan dilanjutkan ke 3 penyerang di depan. Pemain yang berposisi sebagai SS akan menjembatani aliran serangan dari tengah ke depan. Nantinya bola akan diteruskan ke 2 CF di depan.

Nah, kedua Center Forward inilah yang akan melakukan kombinasi serangan di area pertahanan musuh.

Terkait pola bertahan, formasi ini akan menerapkan High Defensive Line serta High Pressing. Ada kemungkinan juga lawan-lawanmu mungkin akan menyerang melalui area sisi sayapmu mengingat tidak adanya pemain Winger di sisi tersebut.

Namun jangan khawatir, karena Full Back yang menjaga area tersebut akan dibantu oleh bek tengah serta gelandang tengah yang nantinya akan melakukan track back ke belakang. Maka itu, penting untuk memiliki Full Back yang tipenya itu bertahan.

Kamu juga perlu mempertimbangkan tipe pemain yang akan ditempatkan dalam pola formasi 4-3-3 ini. Adapun rekomendasi tipe pemainnya adalah:

  • Posisi GK bertipe Agresif
  • Posisi LB bertipe Defensif
  • Posisi RB bertipe Defensif
  • Posisi CB kanan bertipe Build Up
  • Posisi CB kiri bertipe bebas
  • Posisi DMF bertipe Anchor
  • Posisi CMF kanan bertipe Box to Box
  • Posisi CMF kiri bertipe Orchestrator/Box to Box
  • Posisi SS bertipe Creative Playmaker/Second Striker
  • Posisi CF kanan bertipe bebas
  • Posisi CF kiri bertipe Goal Poacher

Formasi Terbaik eFootball 2026: Formasi 4-1-4-1 Possession Game (Penguasaan Bola)

Pastikan kamu memiliki manajer dengan playstyle Possession Game atau Penguasaan Bola.

Selanjutnya, kamu bisa mengatur susunan pola formasi 4-1-4-1 ini dalam pengaturan taktik permainan di eFootball 2026 milikmu seperti gambar di bawah ini:

Formasi Terbaik eFootball 2026 Terbaru - PC/PS4/PS5/XBOX - Formasi 4-1-4-1 Possession Game (Penguasaan Bola)

Pengaturan Individual Instructions Formasi 4-1-4-1 eFootball 2026

Formasi ini sebenarnya tidak perlu diberikan Individual Instructions (Instruksi Individu) pun tidak masalah. Namun kalau kamu terlihat lemah di lini belakang maka kamu bisa menerapkan Individual Instructions ke dalam formasi ini.

Adapun instruksinya adalah memberikan instruksi bertahan kepada pemain Full Back kanan dan kiri.

Berikut pengaturan instruksi individunya di bawah ini:

  • Attack 1: Defensive (RB)
  • Attack 2:Defensive (LB)
  • Defence 1: –
  • Defence 2: –

Penjelasan Formasi 4-1-4-1 Possession Game eFootball 2026

Formasi ini mengandalkan basis penguasaan bola sebagai strategi utama. Maka itu, kalau kamu merupakan tipe playeryang suka bermain secara perlahan dalam membangun serangan maka formasi ini cocok dengan gaya permainanmu.

Pola 4-1-4-1 ini akan memungkinkanmu untuk mendapatkan nilai tambah dalam segi menyerang terutama dari sisi tengah lapangan yang di mana kamu memiliki 3 gelandang di tengah.

Pemain seperti RMF dan LMF juga akan memberikan supportserangan dari sisi sayap sehingga kamu akan mendapatkan opsi lebih banyak dalam membangun serangan. Tidak hanya dari lini tengah namun dari sisi sayap juga akan memberikan dukungan serangan.

Yang menarik dari formasi ini adalah tidak adanya striker murni. Lini depan akan diisi seorang False Nine sehingga di sini kita akan menempatkan satu pemain Second Striker (SS) di lini serang.

Pemain ini nantinya akan kerap turun ke lini tengah dan akan membantu tim dalam melakukan build up serangan.

Pastikan kamu jangan menerapkan gaya bermain cepat seperti Quick Counter atau jenis serangan yang serupa. Karena kalau kamu menerapkan gameplayseperti itu ketika memakai formasi ini maka serangan yang dibangun nantinya tidak akan efektif.

Ada beberapa rekomendasi tipe pemain yang bisa kamu tempatkan dalam formasi ini yakni:

  • Posisi GK bertipe Attacking
  • Posisi CB kananbertipe Build upatauDestroyer
  • Posisi CB kiribertipe Build upatauDestroyer
  • PosisiRBbertipeAttacking Fullback
  • PosisiLBbertipeAttacking Fullback
  • PosisiDMFbertipe Anchor
  • PosisiCMF kananbertipe Orkestrator atau Hole Player (Playmaker Kreatif bisa digunakan namun dengan catatan si pemain punya atribut bertahan yang baik)
  • PosisiCMF kiribertipe OrkestratoratauHole Player (Playmaker Kreatif bisa digunakan namun dengan catatan si pemain punya atribut bertahan yang baik)
  • PosisiLMFbertipe Playmaker KreatifatauRoaming Flank
  • Posisi RMFbertipe Playmaker KreatifatauRoaming Flank
  • PosisiSSbertipe Playmaker Kreatif

Formasi Terbaik eFootball 2026: Formasi 4-4-2 Long Ball Counter (Serangan Balik)

Pastikan kamu memiliki manajer dengan playstyle Long Ball Counter atau Serangan Balik.

Selanjutnya, kamu bisa mengatur susunan pola formasi 4-4-2 ini dalam pengaturan taktik permainan di eFootball 2026 milikmu seperti gambar di bawah ini:

Formasi Terbaik eFootball 2026 Terbaru - PC/PS4/PS5/XBOX - Formasi 4-4-2 Long Ball Counter (Serangan Balik)

Formasi ini tidak perlu menggunakan Individual Instructions sehingga kamu tidak perlu menggunakan instruksi apapun terhadap para pemainmu.

Akan tetapi, disarankan untuk menempatkan beberapa tipe pemain ke dalam pola formasi ini. Berikut tipe pemainnya di bawah ini:

  • Posisi GK bertipe Attacking
  • Posisi CB kananbertipe Build upatau TheDestroyer
  • Posisi CB kiribertipe Build upatau TheDestroyer
  • PosisiRBbertipeAttacking Fullback
  • PosisiLBbertipeAttacking Fullback
  • PosisiCMF kananbertipeBox to Box atau Orchestrator
  • PosisiCMF kiribertipeBox to Box atau The Destroyer
  • PosisiLMFbertipeBox to BoxatauCross Specialist
  • Posisi RMFbertipe Box to BoxatauCross Specialist
  • PosisiSSbertipe Playmaker Kreatif atau Deep Lying Forward
  • PosisiCFbertipe Fox in The Box atau Goal Poacher

Penjelasan Formasi 4-4-2 Long Ball Counter eFootball 2026

Pola ini merupakan pola formasi klasik yaitu 4-4-2.Formasi ini akan membentuk pertahanan yang cukup kuat ketika kamu sedang bertahan.

Pertahanan yang dibentuk akan cukup rapat terutama jarak antar lini pemain ketika bertahan. Hal ini dikarenakan beberapa midfieldertermasuk RMF dan LMF akan turun ke dalam untuk memberikan supportbagi lini belakang tim.

Tentu dengan adanya bentuk pertahanan seperti ini maka akan membuat lawanmu cukup sulit untuk menembus lini pertahanan tim kamu terutama dari area tengah.

Untuk fase menyerang, formasi ini akan sangat mengandalkan sisi sayap seperti RMF dan LMF yang akan maju ke depan untuk menyerang. Dan juga para pemain Full Back kiri dan kanan akan memberikan supportbagi RMF dan LMF.

Tentu ini akan menjadi opsi yang sangat efektif dalam melakukan serangan mengingat formasi ini akan menempatkan dua strikerdi depan sebagai finisher.

Kamu tinggal perlu memanfaatkan kecepatan serta umpan-umpan dari pemain sayapmu untuk memberikan supplybola ke tengah bagi dua striker di depan ketika menyerang nanti.

Maka itu, usahakan untuk bisa menempatkan tipe-tipe pemain yang sudah saya rekomendasikan tadi di atas. Hal ini untuk membuat seranganmu menjadi lebih efektif nantinya.

Formasi Terbaik eFootball 2026: Formasi 5-2-2-1 Long Ball Counter (Serangan Balik)

Pastikan kamu memiliki manajer dengan playstyle Long Ball Counter atau Serangan Balik.

Selanjutnya, kamu bisa mengatur susunan pola formasi 5-2-2-1 ini dalam pengaturan taktik permainan di eFootball 2026 milikmu seperti gambar di bawah ini:

Formasi Terbaik eFootball 2026 Terbaru - PC/PS4/PS5/XBOX - Formasi 5-2-2-1 Long Ball Counter (Serangan Balik)

Penjelasan Formasi 5-2-2-1 Long Ball Counter eFootball 2026

Formasi ini cukup solid pada saat transisi negatif (bertahan) maupun transisi positif (menyerang).

Pada saat transisi negatif, para pemain akan cepat turun ke bawah untuk membentuk pola bertahan dengan kompaksi yang rapat. Ini akan memungkinkanmu bisa mendapatkan shapebertahan yang solid dan kuat.

Pada saat transisi positif, para pemain terutama semua midfielder baik itu AMF dan CMF akan bergerak maju ke depan untuk memberikan supportkepada Striker. Ini akan membuat kamu bisa unggul jumlah dalam melakukan serangan ke area pertahanan musuh.

Formasi ini menggunakan Individual Instructions apapun ke para pemainmu namun disarankan untuk menempatkan beberapa tipe pemain ke dalam pola formasi ini.

Berikut tipe pemainnya di bawah ini:

  • Posisi GK bertipe Attacking/Defensive
  • Posisi CB tengahbertipe Build up
  • Posisi CB kananbertipe TheDestroyer
  • Posisi CB kiribertipe TheDestroyer
  • PosisiRBbertipeAttacking Fullback
  • PosisiLBbertipeAttacking Fullback
  • PosisiCMF kananbertipeBox to Box
  • PosisiCMF kiribertipeBox to Box
  • PosisiAMF kiribertipe Hole Player
  • Posisi AMF kananbertipe Creative Playmaker
  • PosisiCFbertipe Goal Poacher

Formasi Terbaik eFootball 2026: Formasi 4-3-3 Long Ball Counter (Serangan Balik)

Pastikan kamu memiliki manajer dengan playstyle Long Ball Counter atau Serangan Balik.

Selanjutnya, kamu bisa mengatur susunan pola formasi 4-3-3 ini dalam pengaturan taktik permainan di eFootball 2026 milikmu seperti gambar di bawah ini:

Formasi Terbaik eFootball 2026 Terbaru - PC/PS4/PS5/XBOX - Formasi 4-3-3 Long Ball Counter (Serangan Balik)

Penjelasan Formasi 4-3-3 Long Ball Counter eFootball 2026

Formasi ini akan memberikan kamu keuntungan jumlah pemain ketika menyerang terutama di lini tengah. Dengan adanya 3 gelandang sejajar maka ketiga pemain ini akan turut memberikan supportserangan dari lini tengah.

Dengan adanya dukungan dari lini tengah maka seranganmu bisa difokuskan di area tengah. Namun, ini bukan satu-satunya opsi untuk menyerang mengingat kamu memiliki 2 wingerdi sisi kelebaran. Maka itu, kamu juga bisa memanfaatkan kecepatan para pemain sayapmu dalam membangun serangan.

Dengan menggunakan formasi ini kamu bisa bermain dengan gameplayyang cukup cepat mengingat playstyleyang kamu mainkan adalah Long Ball Counter yang di mana basis permainannya adalah serangan balik.

Formasi ini tidak menggunakan instruksi individu sehingga kamu tidak perlu menggunakan instruksi apapun kepada pemainmu.

Penutup

Selesai sudah pembahasan artikel mengenaiFormasi Terbaik eFootball 2026 Terbaru Untuk PS4, PS5, PC, dan XBOX.

Sekadar mengingatkan saja bahwa tidak ada jaminan bagimu untuk terus mendapatkan kemenangan dalam bermain eFootball 2026 sekalipun kamu punya settingan formasi terbaik.

Skill gameplay dan koneksi yang stabil juga harus kamu punya supaya ini akan meningkatkan presentasi kemenanganmu di eFootball.

Teruslah berlatih dan jangan terlalu putus asa jika kamu terus mendapatkan kekalahan. Bermainlah lagi dengan semangat dan perbaiki beberapa kesalahanmu ketika menghadapi lawanmu.

Harapannya dengan adanya artikel yang membahas seputar formasi yang bisa digunakan di eFootball 2026 ini bisa membantu kamu dalam meraih kemenangan menghadapi lawan-lawanmu di eFootball baik itu versi Steam (PC) maupun Konsol (PS4, PS5, dan XBOX).

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya dari Kami:

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, kamu dapat menggunakan fitur kolom komentar yang sudah tersedia di bawah artikel ini.

Kritik dan saran mengenai blog ini juga bisa kamu sampaikan kepada kami dengan memakai fitur Kontak Kami.
Jangan lupa follow akun Instagram, X, dan Facebook kami untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai update artikel di blog BolaGawai.com

Terima kasih sudah membaca artikel ini




News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Share: Facebook Twitter Linkedin
December 19, 2025 | servervultr

Slot Online Tergacor 2039

Kenapa Tidak Ada Slot Gacor Pasti Menang

  1. RNG (Random Number Generator)
    Setiap spin bersifat acak dan tidak tergantung pada spin sebelumnya. Tidak ada pola yang bisa diprediksi.
  2. RTP (Return to Player)
    RTP hanyalah nilai teoritis jangka panjang. Misal RTP 96%, artinya dari jutaan spin, sekitar 96% taruhan dikembalikan, bukan jaminan menang di satu sesi.
  3. Volatilitas Slot
    • Volatilitas tinggi → menang besar jarang, menang kecil sering.
    • Volatilitas rendah → menang kecil sering, menang besar jarang.
      Ini hanya karakteristik permainan, bukan pola menang pasti.

Alternatif Aman dan Legal

Kalau tujuanmu hiburan / latihan, berikut cara bermain tanpa risiko uang nyata:

🎮 1. Slot Demo Gratis

Provider ternama menyediakan versi demo (gratis, tanpa deposit):

  • PG Soft: Mahjong Ways / Mahjong Ways 2, Lucky Neko, Fortune Tiger
  • Pragmatic Play: Gates of Olympus, Sweet Bonanza
  • Play’n GO: Book of Dead
  • NetEnt: Starburst, Gonzo’s Quest

🔗 Aku bisa buatkan link demo resmi PG Soft dan Pragmatic Play supaya bisa langsung dicoba.


🎯 2. Fokus pada Fitur Game

  • Free spins, wild, scatter, multiplier
  • Memahami fitur membuat bermain lebih menyenangkan
  • Tidak mengejar kemenangan pasti, tapi belajar mekanik permainan

📌 Kesimpulan

❌ Tidak ada slot tergacor 2039 yang pasti menang
✔ Semua slot modern acak (RNG)
✔ Demo gratis adalah cara aman untuk hiburan dan latihan strategi Agen234

Share: Facebook Twitter Linkedin
blank
December 19, 2025 | servervultr

2026 Microsoft Data & Analytics Training Schedule


Our 2026 Microsoft Data & Analytics Training Schedule Is Live

We’re excited to share our public training schedule for 2026, covering three of the most in-demand Microsoft data certifications:

  • PL-300 – Power BI Data Analyst (3 days) – £995 per seat
  • DP-600 – Implementing Analytics Solutions Using Microsoft Fabric (4 days) – £1,200 per seat
  • DP-700 – Implementing Data Engineering Solutions Using Microsoft Fabric (4 days) – £1,200 per seat

Across 2026, we will run 24 instructor-led courses, split evenly between UK time and North American time. UK and US courses do not overlap and do not run in the same week, and we’ve planned around key UK bank holidays and US federal holidays.


2026 Course Schedule (UK & North America)

All dates below are scheduled in separate weeks for UK vs North America delivery each month.

Month UK (UK time) North America (NA time)
January PL-300 — Mon 12 Jan to Wed 14 Jan 2026 DP-700 — Mon 26 Jan to Thu 29 Jan 2026
February DP-600 — Tue 10 Feb to Thu 12 Feb 2026 PL-300 — Tue 17 Feb to Thu 19 Feb 2026
March PL-300 — Tue 10 Mar to Thu 12 Mar 2026 DP-700 — Tue 24 Mar to Fri 27 Mar 2026
April DP-700 — Tue 7 Apr to Fri 10 Apr 2026 PL-300 — Mon 20 Apr to Wed 22 Apr 2026
May PL-300 — Tue 12 May to Thu 14 May 2026 DP-600 — Tue 26 May to Fri 29 May 2026
June DP-700 — Tue 9 Jun to Fri 12 Jun 2026 PL-300 — Tue 16 Jun to Thu 18 Jun 2026
July PL-300 — Mon 6 Jul to Wed 8 Jul 2026 DP-700 — Tue 14 Jul to Fri 17 Jul 2026
August DP-600 — Tue 18 Aug to Fri 21 Aug 2026 PL-300 — Tue 25 Aug to Thu 27 Aug 2026
September PL-300 — Mon 7 Sep to Wed 9 Sep 2026 DP-600 — Tue 15 Sep to Fri 18 Sep 2026
October DP-700 — Tue 6 Oct to Fri 9 Oct 2026 PL-300 — Tue 20 Oct to Thu 22 Oct 2026
November PL-300 — Tue 10 Nov to Thu 12 Nov 2026 DP-700 — Mon 30 Nov to Thu 3 Dec 2026
December DP-600 — Tue 8 Dec to Fri 11 Dec 2026 PL-300 — Tue 15 Dec to Thu 17 Dec 2026

Who These Courses Are For

Our public courses are particularly well suited to:

  • Data analysts and BI professionals
  • Data engineers and analytics engineers
  • Consultants and contractors
  • Teams transitioning to Microsoft Fabric
  • Organisations standardising on Power BI and the Microsoft data platform

We aim for an average of 10 attendees per session, keeping class sizes small enough for meaningful interaction, questions, and discussion.


Reserve Your Seat

If you would like to reserve a seat, discuss group bookings, or explore private or tailored delivery, please get in touch.

👉 If you would like to reserve a seat, please get in touch and contact us.

Early expressions of interest help us confirm capacity and ensure you get the dates that work best for you and your team. If your prefer team training contact me directly and we can disucss what you need


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Share: Facebook Twitter Linkedin
blank
December 18, 2025 | servervultr

Penjelasan Lengkap Link-Up Play di eFootball 2026 (Tutorial dan Formasi)



eFootball 2026 sekarang menampilkan beberapa fitur terbaru yang di mana salah satu fitur terbarunya bernama Link-up Play.

Link-up Play ini merupakan fitur baru yang ada di eFootball 2026 dan tentunya kamu bisa memanfaatkan fitur baru ini untuk menambah daya kekuatan seranganmu ketika bermain eFootball nantinya.

Mungkin dari beberapa pemain eFootball baik itu versi Mobile, PC, dan Konsol masih ada yang belum tahu secara pasti apa itu Link-up Play dan bagaimana cara menggunakannya di eFootball.

Nah, kebetulan dalam artikel ini, saya akan membahas fitur Link-up Play ini dengan penjelasan yang lengkap dan tentunya mudah dimengerti bagi pemain pemula.

Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini:

Apa Itu Link-Up Play di eFootball 2026?

Link-up Play ini merupakan sebuah fitur taktik tambahan yang di mana terdapat dua pemain dalam tim kamu akan melakukan kombinasi permainan serta menerima peningkatan kemampuan pada momen tertentu.

Fitur kemampuan Link-up Play ini hanya dimiliki oleh beberapa manajer saja. Berdasarkan updateterakhir (eFootball 2026 versi 5.1.0), manajer yang memiliki kemampuan Link-up Play dan bisa dibeli pada bagian Packs antara lain:

  • Manager Edition Jose Mourinho 09-10 (Diagonal Long Pass A)
  • Manager Frank Rijkaard 05-06 (Over the top Pass B)
  • Manager Pack Pep Guardiola 13-14 (Diagonal Long Pass B)
  • Manager Massimiliano Allegri AC Milan Pack 25-26 (Aggressive Centring A)
  • Manager Hansi Flick FC Barcelona Pack 25-26 (Diagonal Long Pass A)

Sebenarnya ada juga beberapa manajer yang memiliki Link-up Play namun manajer tersebut bisa didapatkan lewat eventsaja. Contohnya seperti Ruben Amorim.

Ada juga manajer yang sebelumnya bisa kamu beli di bagian Packs namun saat ini manajer tersebut sudah tidak tersedia. ContohnyaManager Pack Fabio Capello 91-92 (Over the top Pass A).

Jika ada update terbaru dari manajer diLink-up Play maka akan saya usahakan sebisa mungkin untuk melakukan pembaruan dalam artikel ini.

Perihal manajer di eFootball, saya juga memiliki artikel bacaan mengenai cara memilih managerterbaik di eFootball 2026. Kamu tentunya bisa membaca tipsnya di dalam artikel ini:

Cara Kerja Link-Up Play di eFootball 2026

Link-up Play ini akan bekerja apabila dua pemainmu memenuhi kriteria terhadap dua bagian yang ada di Link-up Play yaitu Centrepiecedan Key Man.

Masing-masing kedua bagian ini mempunyai ketentuan yang harus dimiliki oleh para pemainmu.

Misalnya saya memakai contoh Link-up Play dari Manager Edition Jose Mourinho 09-10 dengan kemampuan Diagonal Long Pass A.

Diagonal Long Pass A ini akan mengaktifkan pergerakan dari Centrepiece dan Key Man secara otomatis nantinya.

Pemain Key Man akan bergerak lari ke depan ketika pemain Centrepiece membawa bola di middle third (sepertiga tengah lapangan).

Nantinya pemain Centrepiece ini bisa memberikan opsi umpan terobosan atau umpan silang diagonal ke arah Key Man yang sudah membuka ruang dengan bergerak lari ke depan.

Untuk mengaktifkan taktik Diagonal Long Pass A maka di bagian Centrepiece dibutuhkan pemain berposisi AMF dengan playing style ‘Creative Playmaker’ dan bagian Key Man dibutuhkan pemain berposisi RMF dengan playing style ‘Hole Player.’

Jika kamu punya dua pemain yang memenuhi kriteria tersebut maka taktik Link-up Play berupa Diagonal Long Pass A bisa diaktifkan dan berjalan di dalam pertandingan nantinya.

Cara Menggunakan Link-Up Play di eFootball 2026

Untuk menggunakan Link-up Play di eFootball, pastikan terlebih dahulu kamu sudah memiliki manajer yang punya kemampuan Link-up Play.

Jika sudah punya, maka berikut di bawah ini cara menggunakan Link-up Play di eFootball 2026:

  1. Dalam menu Game Plan, pilih bagian Tactics.
  2. Pilih bagianLink-up Play.
  3. Aktifkan Link-up Play dengan pilihan On.
  4. Atur pemainmu mulai dari Centrepiece dan Key Man di bagian select players

Rekomendasi Formasi Link-Up Play Terbaik di eFootball 2026

Untuk saat ini saya akan merekomendasikan tiga formasi dari tiga manajer yang kebetulan ada versi Link-up Play di eFootball 2026 yaitu Ruben Amorim, Jose Mourinho, dan Fabio Capello.

Tentunya saya akan memperbarui artikel ini jika ada rekomendasi formasi terbaru dengan manajer Link-up Play lainnya.

Formasi 4-2-2-2 Out Wide Link-Up Play Ruben Amorim eFootball 2026

Kalau kamu punya manajer Ruben Amorim dengan versi Link-up Play maka saya merekomendasikan untuk menggunakan pola formasi 4-2-2-2.

Selanjutnya kamu bisa melihat gambaran pola formasinya dan mengaturnya seperti gambar di bawah ini:

Formasi 4-2-2-2 Out Wide Link-Up Play Ruben Amorim eFootball 2026

Pastikan terlebih dahulu untuk mengatur playstylemenjadi Out Wide karena tujuan strategi dari penggunaan Link-up Play dari Ruben Amorim ini adalah menyebar ke sisi sehingga fokus serangan akan tertuju pada permainan sayap.

Formasi ini tidak perlu menggunakan instruksi individu sehingga kamu hanya perlu mengatur pola formasinya saja seperti pada gambar di atas.

Penjelasan Formasi 4-2-2-2 Out Wide Link-Up Play eFootball 2026

Formasi ini sangat fleksibel dalam menyerang. Dengan adanya penempatan dua strikerdi depan maka kamu akan mudah melakukan kombinasi serangan di final third nantinya.

Selain itu, dengan adanya fitur Link-up Play dari manajer Ruben Amorim ini maka kamu akan memungkinkan mendapatkan satu kekuatan ekstra dari sisi sayap mengingat gaya Link-up Play dari Ruben Amorim adalah Aggressive Centring A.

Hal ini akan membuat salah satu pemain sayap bisa melakukan kombinasi serangan bersama satu penyerang tengah di depan.

Skemanya adalah jika salah satu pemain sayap mendapatkan bola di sisi lebar lapangan maka penyerang tengah akan otomatis melakukan run in behind atau bergerak lari ke lini belakang tim lawan untuk mengantisipasi umpan diagonal atau umpan terobosan ke depan.

Formasi 4-2-2-2 Out Wide Link-Up Play Ruben Amorim eFootball 2026: Aggressive Centring A

Maka itu pada bagian Centerpiece perlu pemain dengan playstyle ‘Cross Specialist’ yang berposisi sebagai LMF. Sedangkan Key Man perlu pemain dengan playstyle ‘Fox in the Box’ yang berposisi sebagai CF.

Formasi 4-2-2-2 Out Wide Link-Up Play Ruben Amorim eFootball 2026: Aggressive Centring A (Centrepice and Key Man)

Pastinya Formasi 4-2-2-2 Out Wide ini sangat cocok bagi para pemain eFootball yang suka menyerang lewat sayap dengan menggunakan crossingatau kombinasi cepat.

Formasi 4-2-2-2 Quick Counter Link-Up Play Jose Mourinho eFootball 2026

Pastikan kamu sudah memiliki manajer Jose Mourinho versi Link-up Play terlebih dahulu untuk menggunakan formasi ini.

Kalau sudah maka saya merekomendasikan pola formasi 4-2-2-2 Quick Counter untuk kamu gunakan di eFootball 2026.

Gambaran pola formasinya bisa kamu lihat di bawah ini:

Formasi 4-2-2-2 Quick Counter Link-Up Play Jose Mourinho eFootball 2026

Aturlah posisi-posisi pemain berdasarkan gambar di atas untuk menggunakan pola 4-2-2-2 ini.

Pengaturan Individual Instructions Formasi 4-2-2-2 Quick Counter Link-Up Play eFootball 2026

Untuk menambah daya efektivitas dalam menggunakan formasi ini maka kamu bisa menambahkan instruksi individu ke dalamnya.

Kamu bisa memberikan instruksi individu pada bagian Attack dalam bentuk Attackingke pemain LMF dan LB milikmu. Kemudian, berikan instruksi Counter Target ke pemain LMF dan instruksi Deep Line ke pemain RWF di bagian Defence.

Berikut instruksi individu lengkapnya di bawah ini:

  • Attack 1: Attacking (LMF)
  • Attack 2: Attacking (LB)
  • Defence 1: Counter Target (LMF)
  • Defence 2: Deep Line (RWF)

Kalau kamu masih bingung mengenai Instruksi Individu di eFootball, kamu bisa baca penjelasan lengkapnya dalam artikel ini:

Penjelasan Formasi 4-2-2-2 Quick Counter Link-Up Play eFootball 2026

Formasi ini akan sangat cocok bagi kamu yang menggemari gaya permainan serangan balik cepat atau Quick Counter.

Dengan adanya 2 penyerang tengah di depan serta ditopang oleh pemain sayap yang eksplosif maka kamu akan memiliki kekuatan dalam transisi cepat.

Di tengah kamu akan bisa mendapatkan keseimbangan karena adanya double pivot dengan satu peran midfieldersebagai kreator dan satu lagi sebagai box to box.

Selain itu kamu bisa mendapatkan daya serang lebih dengan mengaktifkan fitur Link-up Play dari Jose Mourinho yaitu Diagonal Long Pass A.

Skemanya adalah pemain yang berperan menjadi Key Man akan bergerak cepat ke depan jika pemain dengan peran Centrepiece sedang memegang atau membawa bola di tengah (middle third).

Key Man akan melakukan pergerakan ke depan untuk mengantisipasi bola yang akan diberikan melalui umpan terobosan atau diagonal dari Centrepiece.

Formasi 4-2-2-2 Quick Counter Link-Up Play Jose Mourinho eFootball 2026: Diagonal Long Pass A

Oleh karena itu kamu memerlukan seorang Centrepiece yang mempunyai playing style ‘Creative Playmaker’ dengan posisi sebagai AMF dan kamu juga memerlukan Key Man dengan pemain yang memiliki playing style ‘Hole Player’ dengan posisi sebagai LMF.

Formasi 4-2-2-2 Quick Counter Link-Up Play Jose Mourinho eFootball 2026: Diagonal Long Pass A (Centrepiece and Key Man)

Selain itu, ada juga rekomendasi berupa penempatan posisi berdasarkan tipe pemain. Adapun rekomendasi tipe pemain dalam pola formasi 4-2-2-2 ini adalah:

  • Posisi GK bertipe Attacking GK
  • Posisi CB kanan bertipe The Destroyer
  • Posisi CB kiri bertipe Build Up
  • Posisi LB bertipe Attacking Full Back/Full Back Finisher
  • Posisi RB bertipe Defensive Full Back
  • Posisi DMF kiri bertipe Orchestrator/Anchor
  • Posisi DMF kanan bertipe Box to Box/The Destroyer
  • Posisi AMF bertipe Creative Playmaker (Kaki Kiri jika memungkinkan)
  • Posisi LMF bertipe Hole Player
  • Posisi RWF bertipe bebas (Kaki Kiri jika memungkinkan)
  • Posisi CF bertipe bebas (Deep Lying Forward lebih bagus jika ada)

Formasi 3-2-4-1 Long Ball Counter Link-Up Play Fabio Capello eFootball 2026

Pastinya kamu harus sudah punya manajer Fabio Capello dengan versi Link-up Play terlebih dahulu.

Jika sudah ada maka saya rekomendasikan untuk menggunakan pola formasi 3-2-4-1. Selengkapnya bisa kamu lihat gambaran pola formasinya di bawah ini:

Formasi 3-2-4-1 Long Ball Counter Link-Up Play Fabio Capello eFootball 2026

Aturlah posisi-posisi pemain di tim kamu seperti gambar di atas untuk mendapatkan pola formasi 3-2-4-1.

Pengaturan Individual Instructions Formasi 3-2-4-1 Long Ball Counter Link-Up Play eFootball 2026

Supaya formasi ini bisa berjalan dengan efektif maka kamu perlu menambah instruksi individu atau Individual Instructions.

Kamu bisa memberikan instruksi individu pada bagian Attack 1 dan 2 dalam bentuk Attackingke pemain LMF dan RMF milikmu. Kemudian, berikan instruksi Counter Target ke pemain CF.

Berikut instruksi individu lengkapnya di bawah ini:

  • Attack 1: Attacking (LMF)
  • Attack 2: Attacking (RMF)
  • Defence 1: Counter Target (CF)
  • Defence 2: –

Penjelasan Formasi 3-2-4-1 Long Ball Counter Link-Up Play eFootball 2026

Pola formasi ini menggunakan pola 3 bek yang di mana ini akan memberi kamu sedikit keuntungan di belakang karena dengan adanya satu bek tengah tambahan maka pertahanan akan sedikit lebih rapat dan solid.

Kemudian dengan menempatkan dua gelandang bertahan di tengah maka ini akan memberikan kamu keseimbangan baik itu untuk sirkulasi bola ataupun melakukan defense.

Pastikan juga salah satu gelandang bertahan kamu memiliki player role sebagai Orchestrator agar bisa mengaktifkan Link-up Play di sini.

Kita bisa melihat bahwa manajer Fabio Capello punya kemampuan Link-up Play berupa Over-the-Top Pass A.

Skemanya adalah pemain yang berperan menjadi Key Man akan bergerak cepat ke depan jika pemain dengan peran Centrepiece sedang memegang atau membawa bola di belakang (defensive third).

Centrepiece tentunya akan bisa langsung memberikan umpan diagonal langsung kepada Key Man yang sudah bergerak cepat untuk maju ke depan.

Formasi 3-2-4-1 Long Ball Counter Link-Up Play Fabio Capello eFootball 2026: Over the Top Pass

Oleh karena itu kamu memerlukan seorang Centrepice yang mempunyai playing style ‘Orchestrator’ dengan posisi sebagai DMF dan kamu juga memerlukan Key Man dengan pemain yang memiliki playing style ‘Goal Poacher’ dengan posisi sebagai CF.

Formasi 3-2-4-1 Long Ball Counter Link-Up Play Fabio Capello eFootball 2026: Centrepiece dan Key Man

Selain itu, ada juga rekomendasi berupa penempatan posisi berdasarkan tipe pemain. Adapun rekomendasi tipe pemain dalam pola formasi 3-2-4-1 ini adalah:

  • Posisi GK bertipe Attacking GKatau Defensive GK
  • Posisi CB kanan bertipe The Destroyer
  • Posisi CB kiri bertipeThe Destroyer
  • Posisi CB tengah bertipeBuild Up
  • Posisi DMF kiri bertipe Orchestrator
  • Posisi DMF kanan bertipe Anchor Man
  • Posisi AMF kiri bertipe Creative Playmaker
  • Posisi AMF kanan bertipe Hole Player
  • Posisi LMF bertipe Prolific Winger/Cross Specialist(Namun akan lebih bagus jika kamu punya pemain RB yang bisa bermain di posisi RMF dengan tipe apapun)
  • Posisi RMF bertipeProlific Winger/Cross Specialist(Namun akan lebih bagus jika kamu punya pemain RB yang bisa bermain di posisi RMF dengan tipe apapun)
  • Posisi CF bertipe Goal Poacher

Penutup

Selesai sudah pembahasan artikel mengenaiPenjelasan Lengkap Link-Up Play di eFootball 2026.

Harapan dari saya, semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu teman-teman dalam memahami apa itu Link-up Play di eFootball 2026 serta bagaimana cara menggunakannya.

Perlu diketahui bahwa artikel sangat relevan untuk kamu yang bermain eFootball 2026 dari berbagai kalangan pengguna baik itu pengguna Mobile, PC, maupun Konsol.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya dari Kami:

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, kamu dapat menggunakan fitur kolom komentar yang sudah tersedia di bawah artikel ini.

Kritik dan saran mengenai blog ini juga bisa kamu sampaikan kepada kami dengan memakai fitur Kontak Kami.
Jangan lupa follow akun Instagram, X, dan Facebook kami untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai update artikel di blog BolaGawai.com

Terima kasih sudah membaca artikel ini




News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Share: Facebook Twitter Linkedin
blank
December 17, 2025 | servervultr

Moneyball Fantasy Premier League Power BI: Data-Driven FPL Decisions from My Madrid Talk


Moneyball in Madrid: Data, Decisions, and a Weekend of FPL Analytics

I’ve spent the weekend in Madrid delivering my talk “Moneyball: Building a Killer Fantasy Football Team with Power BI.”It was a brilliant event, and despite my session being in English, the turnout was fantastic. A big thank you to everyone who came along, engaged with the content, and stayed behind afterwards to ask questions. Events like this remind me why I love blending data, football, and teaching.

One question stood out above the rest. Joaquín González Galdo LinkedIn profile asked:

“What is the key metric you use when making decisions in FPL?”

It’s a deceptively simple question, yet powerful. Choosing a single metric to define your decision-making process is something every analyst and FPL manager wrestles with. It deserves a full blog post of its own, and it’s the kind of question I’ll be bringing to the next episode of the Power BI FPL Show with Ben Ferry and Justin Bird. There’s a lot to unpack, from expected points to form trends, fixture difficulty, and effective ownership. Watch this space for a deeper dive.

Power BI File and API Scripts Now Available

During the session, I promised to make my Power BI file available, along with the PowerShell script I used to connect to the FPL API and pull individual player gameweek data. I’ve now uploaded everything to my GitHub hub repo, and you can access it here:

Feel free to explore, clone, modify, and test the model. The Power BI report demonstrates how to build a star-schema model for FPL, how to perform gameweek-level analysis, and how to apply metrics and calculations that help drive decision-making. The PowerShell connector script is lightweight but effective, making it a useful starting point for anyone wanting to extend their own FPL-powered data pipelines.

When Your Internet Fails and You Panic-Transfer Your Keeper

Ironically, just as I was demonstrating the value of data-driven decisions, the venue Wi-Fi failed—leaving me
unable to update my own team live during the talk. Classic.

Once I returned to a stable connection, the first move I made was in goal: Roefs out, Henderson in.

Henderson’s estimated points came in at around 7, compared with Roefs at 2.7, making the swap a straightforward one under my evaluation framework. Even small improvements at the goalkeeper position can meaningfully shift weekly variance, so this one was a no-brainer.

Semenyo vs Grealish – A Tale of Two Underperformers

I’m still torn on whether to transfer out Semenyo. His numbers and projected points definitely suggest that he should go—yet selling him would mean losing team value. Value preservation is a key element of long-term strategy, so for now he survives.

Grealish, however, hasn’t been pulling his weight either, and unlike Semenyo, I’m not emotionally invested in holding him. His form has dipped, and Everton have been erratic.

So I made the switch: Grealish → Harvey Barnes (Newcastle United)

Barnes has been sharp, has strong underlying metrics, and a very favourable run of fixtures. There’s also some interesting off-the-pitch chatter about him potentially switching international allegiance to Scotland following their World Cup qualification, nothing like a burst of motivation to keep his form trending upward.

Woltemade Out – But Who Comes In?

The next move was shipping out Nick Woltemade. West Ham’s Callum Wilson is in form, and although the fixture against Liverpool looks challenging on paper, the FDR simply isn’t capturing how poor Liverpool have been defensively. There’s a part of me that thinks Wilson could genuinely haul. He’s clinical, he’s confident, and he loves a headline moment.

The alternative I’m considering is Igor Thiago from Brentford. He’s less injury-prone than Wilson, he’s been ticking along nicely, and the fixtures are much kinder. His underlying numbers put him firmly in the “viable punt” category. I may still pivot before the deadline.

I chose Thiago.

When Gut Instinct Creeps Back In

One thing I admitted during the session: over the past few weeks, I let my gut start to override my framework. With Manchester City’s tough run of matches, I tried to be clever and avoid captaining Haaland. It hasn’t paid off. This week, the data actually suggested that Harvey Barnes could be a viable captaincy option. His estimated points placed him right in the conversation. But there’s one metric that trumps everything: effective ownership. Haaland’s remains huge. If he hauls—and he’s due—going without him as captain would be catastrophic.

blank

So, despite Barnes being a legitimate option under the model, I’ve done the sensible thing: Haaland is back as captain.Here’s my final lineup

Moneyball Fantasy Premier League Power BI

A good reminder that data-driven decision-making is a discipline. It requires consistency.

Final Thoughts

Madrid was superb. Great city, great people, great conversations, and a great reminder of how global the FPL and Power BI communities have become. I’ll be writing more about key metrics, decision frameworks, and how to build your own analytics workflow for Fantasy Premier League.

Until then, enjoy the files, enjoy the data, and good luck for the gameweek ahead.

Useful Links

Exploring Microsoft Fabric Through Fantasy Premier League Data

The Cost of Doing Nothing: How Ignoring Data Strategy Drains SME Growth

How to Win at Fantasy Premier League Using Data Analytics and Power BI


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Share: Facebook Twitter Linkedin
blank
December 16, 2025 | servervultr

Kalkulator Penghitung Winrate (WR) Mobile Legends


Winrate atau WR adalah statistik yang menunjukkan rasio kemenangan kamu di Mobile Legends dalam bentuk persentase. Contohnya jika WR ML kamu saat menggunakan hero Alpha mencapai 95 persen, berarti rasio kemenangan kamu sangat tinggi.

Angka winrate juga sering digunakan untuk membuktikan seberapa bagus kamu dalam bermain game bikinan Moonton ini. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui cara menghitung WR Mobile Legend.


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Share: Facebook Twitter Linkedin
blank
December 15, 2025 | servervultr

IDNGem Scout: Keanu Senjaya


Bisa dikatakan ini merupakan artikel pertama yang saya buat di blog ini dengan konten pembahasan seputar Scouting Pemain Sepakbola.

Konten pembahasan seputar scouting pemain sepakbola ini akan saya beri nama IDNGem Scout.

Nantinya, artikel-artikel yang bertajuk IDNGem Scout ini akan membahas seputarpemain-pemain muda potensial asal Indonesia yang berkompetisi di kasta rendah Liga Indonesia ataupun kompetisi kelompok usia muda di Indonesia.

Saya akan menggunakan pendekatan tulisan seperti scouting report dalam menulis kategori artikel IDNGem Scout di blog BolaGawai.com ini.

Jadi, isi kontennya ini nanti adalah ulasan dan analisa saya mengenai kemampuan pemain tersebut selama bermain di kompetisi atau turnamen yang mereka mainkan.
Harapannya dengan adanya artikel IDNGem Scout ini saya bisa mencoba untuk mengenalkan para pemain muda potensial di Indonesia yang selama ini bakatnya tidak tercium di khalayak publik.

Mungkin untuk tulisan pertama ini saya akan menyematkan satu nama pemain muda yang menurut saya pemain ini bisa menjadi talenta potensial di sepakbola Indonesia di masa depan nanti.

Namanya adalah Keanu Senjaya.

Bagaimana ulasan dan analisa saya mengenai pemain ini? Simak pembahasan lengkapnya di bawah.

Siapa Itu Keanu Senjaya?

Berdasarkan hasil riset temuan yang saya dapatkan baik itu informasi yang berasal dari media sosial maupun internet mengenai pemain ini, Keanu Senjaya merupakan pemain asal Indonesia kelahiran Denpasar, Bali pada tanggal 12 Desember 2009.

Keanu merupakan pemain hasil didikan dari SSB Garuda Muda Bali yang berada di Denpasar, Bali.

Pemain yang saat ini berusia 16 tahun tersebut merupakan seorang pemain muda yang bisa bermain di posisi gelandang tengah (Central Midfielder). Ia sempat membela Bali United FC U16 di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U16 musim 2024/2025.

Berdasarkan statistik yang dilansir dari website ligaindonesiabaru.com, Keanu bermain sebanyak 27 laga dengan mencatatkan 8 gol serta 3 assist. Dan pada akhir musim kompetisi, ia dinobatkan sebagaiBest Player EPA Liga 1 U16 2024/2025.

Best Player EPA Liga 1 U16 2024/2025

Sumber Foto: IG @epaliga1

Keanu Senjaya juga salah satu pemain yang terpilih ke dalam program Event EPA Future Stars Camp 2024. Ia termasuk ke dalam salah satu orang dari 18 pemain muda yang terpilih untuk berlatih selama 14 hari di Spanyol dan kebetulan Keanu mendapatkan kesempatan berlatih di salah satu klub yang bermain di La Liga yakniDeportivo Alavés.

Event EPA Future Stars Camp 2024

Sumber Foto: IG @epaliga1

Keanu juga sempat mendapatkan panggilan oleh Coach Nova Arianto untuk melakukan seleksi Timnas U-17 Batch 1 yang dipersiapkan oleh PSSI dalam rangka proyeksi jangka panjang untuk menyongsong Piala Asia U-17 2026.

Saat ini, Keanu Senjaya berseragam Garuda United dan sedang berkompetisi di EPA Super League U-18 musim 2025/2026. Ia mengenakan nomor punggung 10 di kompetisi tersebut.

Sumber Informasi:

  • https://x.com/wunderkid_id/status/1893678820886036857
  • https://www.instagram.com/epaliga1/p/DGdHbzFS36Y/
  • https://www.instagram.com/epaliga1/p/DGo7DvQSn2e/
  • https://www.baliutd.com/news/eksklusif-cerita-dari-spanyol-bersama-keanu-senjaya-best-player-epa-liga-1-u16-yang-berguru-ke-negeri-matador
  • https://rri.co.id/sepak-bola/1607545/seleksi-gelombang-pertama-timnas-u-17-diikuti-34-peserta
  • https://www.ligaindonesiabaru.com/clubs/singleplayer/epa_liga_1_u16_2024-25/keanu_senjaya?token=UDAuMjQ5NjEzMjI=

Scouting Report: Keanu Senjaya

Pertama, saya mencoba untuk mencari video permainan terbaru dari Keanu Senjaya secara utuh di Internet dengan tujuan untuk bisa melihat dan menulis scouting report dengan jelas mengenai potensi dari Keanu.

Hasilnya saya menemukan satu video Live Streaming dari pertandingan Garuda United melawan Semen Padang FC di EPA Super League U18 2025/2026.

Kebetulan Keanu bermain di pertandingan ini sehingga saya bisa menulis laporannya secara utuh ke dalam tulisan ini.

Saya terlebih dahulu akan membagi 3 aspek permainan ke dalam hasil scouting report yang akan saya buat ini. Ketiga aspek tersebut adalah Attacking Play, Defensive Play, dan Set Piece.

Ketiga aspek ini nantinya akan terbagi lagi menjadi beberapa sub-kategori yang akan saya ulas secara terpisah hingga nantinya akan di akhiri dengan sebuah kesimpulan (conclusion).

Berikut hasil ulasan dan analisa saya mengenai Keanu Senjaya di bawah ini:

Attacking Play

Pertama saya akan mencoba mengulik permainan dari Keanu Senjaya dalam aspek Attacking Play.

Kebetulan Keanu ditempatkan sebagai Central Midfielder dalam pertandingan Garuda United U18 menghadapi Semen Padang FC U18.

Maka itu saya akan membagi aspek Attacking Play-nya ke dalam 4 sub-kategori yaitu Movement and Positioning, Ball Retention, Ball Progression, dan Infiltration.

Movement and Positioning

Garuda United yang ditangani oleh pelatih Sandhika Pratama ini menggunakan pola dasar 3-4-3 sebagai sistem permainan tim. Keanu ditempatkan sebagai double-pivot dalam formasi 3-4-3 tersebut.

Bermain sebagai Central Midfielder, Keanu seringkali terlibat dalam fase permainan build up di belakang ataupun di tengah dari Garuda United.

Ia kerapkali turun ke area dalam (deep area) untuk menjemput bola atau mencari ruang kosong sebelum menerima bola dari rekannya. Ia juga seringkali melakukan scanningatau cek bahu untuk melihat situasi keadaan di sekitarnya sebelum menerima bola ataupun melakukan passing.

Secara umum, kemampuan koordinasi dan keseimbangan gerak badannya serta kemampuan sentuhan pertamanya terlihat diperagakan dengan cukup baik pada saat ia menerima bola dari rekannya.

Walaupun dalam 1 atau 2 momen terlihat ia masih kurang konsentrasi dalam menerima bola sehingga menyebabkan salah kontrolnamun secara overalldalam match tersebut kemampuanball control dan first touch-nya cukup bagus.

Ball Retention

Keanu bukan tipe pemain yang memiliki kekuatan dribblingdan kecepatan eksplosif dalam melakukan duel 1v1 untuk melewati pressuredan markingdari lawannya ketika ia sedang menguasai bola.

Meskipun begitu, Keanu memiliki reading the game serta ketenangan yang baik dalam menghadapi pressingdan markinglawan.

Pada saat menguasai bola, Keanu tidak akan terlalu lama dalam menguasainya. Ia dengan cepat akan mencari dan menemukan posisi rekannya di ruang terbuka dan langsung segera memindahkan bola tersebut ke rekannya yang berada di ruang kosong dengan memberikan vertical pass atau memainkan switch of play dengan efektif dan akurat.

Ball Progression

Keanu memiliki kemampuan progresi bola yang sangat baik terutama dalam hal memberikan passing. Visinya cukup tajam dalam memprogresikan bola di mana ia secara konsisten terus memberikan umpan ke depan dengan tujuan untuk melewati lini pertama dari pressinglawan. 

Keanu biasanya akan memberikan umpan progresinya dari middle third dan deep area. Beberapa vertical pass dan diagonal pass bisa dilakukan secara akurat dan efektif oleh Keanu.

Keanu juga bisa mengontrol bola secara efektif dengan menggunakan kaki terkuatnya (kaki kanan) maupun kaki terlemahnya (kaki kiri).Ia juga seringkali berani untuk menggunakan kaki kirinya (kaki terlemah) dalam memberikan umpan.

Infiltration

Keanu jarang terlibat dalam penyelesaian peluang akhir di final third. Ia cenderung tidak akan terlalu bergerak ke depan ketika timnya sedang melakukan penetrasi serangan ke final third. Ia akan cenderung menahan posisinya di middle third.

Keanu seringkali nampak bertindak sebagai playmakerdengan tugasnya sebagai pengatur aliran permainan serta membantu rekan-rekannya dalam mengkreasikan peluang.

Namun jika ada ruang kosong di final third, ia akan mencoba inisiatif untuk masuk ke ruang tersebut melalui pergerakan tanpa bolanya dan akan melakukan combination of play bersama rekannya untuk mengkreasikan peluang.

Biasanya Keanu akan cenderung bergerak ke sisi half space kiri jika dirinya menemukan ruang kosong untuk bergerak ke depan.

Defensive Play

Aspek kedua yang akan saya ulas adalah aspek Defensive Play.Saya akan membaginya ke dalam 2 sub-kategori yaitu Defensive Duel dan Positional Defending.

Defensive Duel

Secara fisik ia terlihat cukup mumpuni dalam melakukan kontak duel fisik dengan lawannya. Terkadang ia juga cukup berani untuk melakukan lompatan dalam berduel perebutan bola di udara dengan lawannya walau tidak selalu sukses untuk merebut bola.

Kemampuan tackle-nya untuk merebut bola dari lawannya beberapa momen tidak terlalu konsisten namun positioninguntuk menutup pergerakan lawannya bisa dilakukan dengan efektif.

Positional Defending

Ketika fase transisi negatif, Keanu akan bereaksi dengan cepat untuk mengantisipasi pergerakan lawannya yang sedang memegang bola di dekatnya. Ia akan segera memberikan pressingke lawannya maupun menutup jalur umpan dari lawannya.

Secara positional play ketika bertahan, Keanu bisa menjaga kerapatan jarak dari shapebertahan tim dengan baik di area tengah terutama pada saat transisi negatif.  Covering-nya dalam menutup dan melindungi terlihat cukup baik.

Ia juga tidak segan berkomunikasi untuk mengingatkan rekan terdekatnya dalam melakukan markingke pemain lawan.

Set Piece

Aspek ketiga atau yang terakhir adalah set piece. Di sini saya akan mengulas kemampuan Keanu dalam melakukan set piece seperti free kick dan corner kick. Kebetulan dalam match melawan Semen Padang FC U18 ini, ia beberapa kali bertindak sebagai orang yang mengambil set piece.

Corner Kick dan Free Kick

Keanu nampaknya dipercaya untuk mengambil beberapa aksi dalam melakukan set piece baik itu ketika tim mendapatkan situasi corner kick maupun free kick.

Ia akan mengambil tendangan sudut di sisi kanan pertahanan lawan dengan metode pengambilan tendangannya adalah Inswinger Corner. Begitu pun ketika mengambil tendangan free kick, ia juga akan menggunakan metode Inswinger Free Kick.

Kualitas dari hasil tendangan set piece (corner kick dan free kick) secara konsisten bisa dilakukan dengan baik dan efektif oleh Keanu.

Dalam pertandingan menghadapi Semen Padang FC ini, Keanu berhasil mencatatkan satu assist berkat hasil umpan dari tendangan free kick-nya yang bisa dikonversikan menjadi gol oleh salah satu rekan setimnya yang melakukan headingke arah gawang lawan.

Statistik Pertandingan

Keanu bermain kurang lebih selama 54 menit bersama Garuda United di pertandingan menghadapi Semen Padang FC dalam laga kedua pekan pertama pada kompetisi EPA Super League U18 2025/2026 ini. Skor hasil akhirnya adalah 1-1 untuk pertandingan ini.

Keanu bisa membantu timnya dengan berhasil mencatatkan satu assist untuk gol dari rekan setimnya yaitu Fardan Ary Setiawan di menit ke 16.

Conclusion

Setelah menonton Keanu Senjaya dalam pertandingan Garuda United menghadapi Semen Padang FC ini, maka berikut di bawah ini kesimpulan pribadi dari saya:

Bermain sebagai Central Midfielder dalam sistem formasi 3-4-3 di Garuda United terlihat bisa diperagakan dengan cukup baik oleh Keanu Senjaya di pertandingan menghadapi Semen Padang FC dalam laga kedua pada pekan pertama EPA Super League U18 ini.

Dengan technical ability-nya dalam menerima serta memprogresikan bola yang baik, terlihat Keanu bisa memberikan support secara efektif kepada rekan-rekannya terutama dalam mengkreasikan peluang di lini tengah.

Secara positioning, ia juga terlihat cukup baik ketika bertahan walaupun kemampuan defenseseperti tackling-nya masih perlu ditingkatkan lagi.

Walaupun secara umum kontrol bolanya cukup baik namun masih terlihat di beberapa momen terkadang ia masih kurang konsentrasi dalam mengontrol bola atau membuat keputusan yang kurang tepat ketika menguasai bola.

Aspek konsentrasi dan decision-making inilah yang masih perlu ditingkatkan lagi sehingga bisa meminimalisir kesalahan kecil dalam mengontrol bola ataupun terlalu lama dalam membuat keputusan ketika menguasai bola.

Menurut opini pribadi saya, pemain ini bisa diproyeksikan sebagai pemain utama di Liga Nusantara (Divisi 3) maupun Indonesia Championsip (Divisi 2). Namun tidak menutup kemungkinan bisa berpotensi sebagai pemain kategori Squad Player di Indonesia Super League (Divisi 1).

Risk to Consider:

  • Sampel pertandingan dari Keanu Senjaya yang diambil hanya satu pertandingan saja sehingga perlu adanya monitoring lebih lanjut lagi untuk melihat perkembangannya.
  • Mentalitas bermain di hadapan ribuan suporter stadion perlu dilakukan monitoring kembali, mengingat EPA Super League U18 2025/2026 berlangsung dengan kehadiran penonton yang minim.
  • Rekam jejak cedera tidak diketahui.
  • Data Statistik permainan Keanu Senjaya di EPA Super League U18 belum terlalu lengkap.

Saya juga membuat versi laporannya yang bisa dilihat pada link di bawah ini:

Penutup

Selesai sudah pembahasan artikel dariIDNGem Scout: Keanu Senjaya kali ini.

Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi dari saya setelah menonton permainan Keanu Senjaya secara lengkap melalui metode Video Scouting.

Pastinya masih banyak kekurangan yang saya yakini dalam tulisan ini mengingat ini tulisan pertama saya mengenai scouting report.

Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedback dari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.

Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.

Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.

Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.

Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.

Jangan lupa follow akun Instagram, X, dan Facebook kami untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai update artikel di blog BolaGawai.com

Sekian dan Terima Kasih




News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Share: Facebook Twitter Linkedin