
Moneyball Fantasy Premier League Power BI: Data-Driven FPL Decisions from My Madrid Talk
Moneyball in Madrid: Data, Decisions, and a Weekend of FPL Analytics
I’ve spent the weekend in Madrid delivering my talk “Moneyball: Building a Killer Fantasy Football Team with Power BI.”It was a brilliant event, and despite my session being in English, the turnout was fantastic. A big thank you to everyone who came along, engaged with the content, and stayed behind afterwards to ask questions. Events like this remind me why I love blending data, football, and teaching.
One question stood out above the rest. Joaquín González Galdo LinkedIn profile asked:
“What is the key metric you use when making decisions in FPL?”
It’s a deceptively simple question, yet powerful. Choosing a single metric to define your decision-making process is something every analyst and FPL manager wrestles with. It deserves a full blog post of its own, and it’s the kind of question I’ll be bringing to the next episode of the Power BI FPL Show with Ben Ferry and Justin Bird. There’s a lot to unpack, from expected points to form trends, fixture difficulty, and effective ownership. Watch this space for a deeper dive.
Power BI File and API Scripts Now Available
During the session, I promised to make my Power BI file available, along with the PowerShell script I used to connect to the FPL API and pull individual player gameweek data. I’ve now uploaded everything to my GitHub hub repo, and you can access it here:
Feel free to explore, clone, modify, and test the model. The Power BI report demonstrates how to build a star-schema model for FPL, how to perform gameweek-level analysis, and how to apply metrics and calculations that help drive decision-making. The PowerShell connector script is lightweight but effective, making it a useful starting point for anyone wanting to extend their own FPL-powered data pipelines.
When Your Internet Fails and You Panic-Transfer Your Keeper
Ironically, just as I was demonstrating the value of data-driven decisions, the venue Wi-Fi failed—leaving me
unable to update my own team live during the talk. Classic.
Once I returned to a stable connection, the first move I made was in goal: Roefs out, Henderson in.
Henderson’s estimated points came in at around 7, compared with Roefs at 2.7, making the swap a straightforward one under my evaluation framework. Even small improvements at the goalkeeper position can meaningfully shift weekly variance, so this one was a no-brainer.
Semenyo vs Grealish – A Tale of Two Underperformers
I’m still torn on whether to transfer out Semenyo. His numbers and projected points definitely suggest that he should go—yet selling him would mean losing team value. Value preservation is a key element of long-term strategy, so for now he survives.
Grealish, however, hasn’t been pulling his weight either, and unlike Semenyo, I’m not emotionally invested in holding him. His form has dipped, and Everton have been erratic.
So I made the switch: Grealish → Harvey Barnes (Newcastle United)
Barnes has been sharp, has strong underlying metrics, and a very favourable run of fixtures. There’s also some interesting off-the-pitch chatter about him potentially switching international allegiance to Scotland following their World Cup qualification, nothing like a burst of motivation to keep his form trending upward.
Woltemade Out – But Who Comes In?
The next move was shipping out Nick Woltemade. West Ham’s Callum Wilson is in form, and although the fixture against Liverpool looks challenging on paper, the FDR simply isn’t capturing how poor Liverpool have been defensively. There’s a part of me that thinks Wilson could genuinely haul. He’s clinical, he’s confident, and he loves a headline moment.
The alternative I’m considering is Igor Thiago from Brentford. He’s less injury-prone than Wilson, he’s been ticking along nicely, and the fixtures are much kinder. His underlying numbers put him firmly in the “viable punt” category. I may still pivot before the deadline.
I chose Thiago.
When Gut Instinct Creeps Back In
One thing I admitted during the session: over the past few weeks, I let my gut start to override my framework. With Manchester City’s tough run of matches, I tried to be clever and avoid captaining Haaland. It hasn’t paid off. This week, the data actually suggested that Harvey Barnes could be a viable captaincy option. His estimated points placed him right in the conversation. But there’s one metric that trumps everything: effective ownership. Haaland’s remains huge. If he hauls—and he’s due—going without him as captain would be catastrophic.

So, despite Barnes being a legitimate option under the model, I’ve done the sensible thing: Haaland is back as captain.Here’s my final lineup

A good reminder that data-driven decision-making is a discipline. It requires consistency.
Final Thoughts
Madrid was superb. Great city, great people, great conversations, and a great reminder of how global the FPL and Power BI communities have become. I’ll be writing more about key metrics, decision frameworks, and how to build your own analytics workflow for Fantasy Premier League.
Until then, enjoy the files, enjoy the data, and good luck for the gameweek ahead.
Useful Links
Exploring Microsoft Fabric Through Fantasy Premier League Data
The Cost of Doing Nothing: How Ignoring Data Strategy Drains SME Growth
How to Win at Fantasy Premier League Using Data Analytics and Power BI
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Kalkulator Penghitung Winrate (WR) Mobile Legends
Winrate atau WR adalah statistik yang menunjukkan rasio kemenangan kamu di Mobile Legends dalam bentuk persentase. Contohnya jika WR ML kamu saat menggunakan hero Alpha mencapai 95 persen, berarti rasio kemenangan kamu sangat tinggi.
Angka winrate juga sering digunakan untuk membuktikan seberapa bagus kamu dalam bermain game bikinan Moonton ini. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui cara menghitung WR Mobile Legend.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

IDNGem Scout: Keanu Senjaya
Konten pembahasan seputar scouting pemain sepakbola ini akan saya beri nama IDNGem Scout.
Nantinya, artikel-artikel yang bertajuk IDNGem Scout ini akan membahas seputarpemain-pemain muda potensial asal Indonesia yang berkompetisi di kasta rendah Liga Indonesia ataupun kompetisi kelompok usia muda di Indonesia.
Saya akan menggunakan pendekatan tulisan seperti scouting report dalam menulis kategori artikel IDNGem Scout di blog BolaGawai.com ini.
Mungkin untuk tulisan pertama ini saya akan menyematkan satu nama pemain muda yang menurut saya pemain ini bisa menjadi talenta potensial di sepakbola Indonesia di masa depan nanti.
Namanya adalah Keanu Senjaya.
Bagaimana ulasan dan analisa saya mengenai pemain ini? Simak pembahasan lengkapnya di bawah.
Siapa Itu Keanu Senjaya?
Keanu merupakan pemain hasil didikan dari SSB Garuda Muda Bali yang berada di Denpasar, Bali.
Pemain yang saat ini berusia 16 tahun tersebut merupakan seorang pemain muda yang bisa bermain di posisi gelandang tengah (Central Midfielder). Ia sempat membela Bali United FC U16 di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U16 musim 2024/2025.
Berdasarkan statistik yang dilansir dari website ligaindonesiabaru.com, Keanu bermain sebanyak 27 laga dengan mencatatkan 8 gol serta 3 assist. Dan pada akhir musim kompetisi, ia dinobatkan sebagaiBest Player EPA Liga 1 U16 2024/2025.

Sumber Foto: IG @epaliga1
Keanu Senjaya juga salah satu pemain yang terpilih ke dalam program Event EPA Future Stars Camp 2024. Ia termasuk ke dalam salah satu orang dari 18 pemain muda yang terpilih untuk berlatih selama 14 hari di Spanyol dan kebetulan Keanu mendapatkan kesempatan berlatih di salah satu klub yang bermain di La Liga yakniDeportivo Alavés.

Sumber Foto: IG @epaliga1
Keanu juga sempat mendapatkan panggilan oleh Coach Nova Arianto untuk melakukan seleksi Timnas U-17 Batch 1 yang dipersiapkan oleh PSSI dalam rangka proyeksi jangka panjang untuk menyongsong Piala Asia U-17 2026.
Saat ini, Keanu Senjaya berseragam Garuda United dan sedang berkompetisi di EPA Super League U-18 musim 2025/2026. Ia mengenakan nomor punggung 10 di kompetisi tersebut.
Sumber Informasi:
- https://x.com/wunderkid_id/status/1893678820886036857
- https://www.instagram.com/epaliga1/p/DGdHbzFS36Y/
- https://www.instagram.com/epaliga1/p/DGo7DvQSn2e/
- https://www.baliutd.com/news/eksklusif-cerita-dari-spanyol-bersama-keanu-senjaya-best-player-epa-liga-1-u16-yang-berguru-ke-negeri-matador
- https://rri.co.id/sepak-bola/1607545/seleksi-gelombang-pertama-timnas-u-17-diikuti-34-peserta
- https://www.ligaindonesiabaru.com/clubs/singleplayer/epa_liga_1_u16_2024-25/keanu_senjaya?token=UDAuMjQ5NjEzMjI=
Scouting Report: Keanu Senjaya
Pertama, saya mencoba untuk mencari video permainan terbaru dari Keanu Senjaya secara utuh di Internet dengan tujuan untuk bisa melihat dan menulis scouting report dengan jelas mengenai potensi dari Keanu.
Hasilnya saya menemukan satu video Live Streaming dari pertandingan Garuda United melawan Semen Padang FC di EPA Super League U18 2025/2026.
Kebetulan Keanu bermain di pertandingan ini sehingga saya bisa menulis laporannya secara utuh ke dalam tulisan ini.
Saya terlebih dahulu akan membagi 3 aspek permainan ke dalam hasil scouting report yang akan saya buat ini. Ketiga aspek tersebut adalah Attacking Play, Defensive Play, dan Set Piece.
Ketiga aspek ini nantinya akan terbagi lagi menjadi beberapa sub-kategori yang akan saya ulas secara terpisah hingga nantinya akan di akhiri dengan sebuah kesimpulan (conclusion).
Berikut hasil ulasan dan analisa saya mengenai Keanu Senjaya di bawah ini:
Attacking Play
Pertama saya akan mencoba mengulik permainan dari Keanu Senjaya dalam aspek Attacking Play.
Kebetulan Keanu ditempatkan sebagai Central Midfielder dalam pertandingan Garuda United U18 menghadapi Semen Padang FC U18.
Maka itu saya akan membagi aspek Attacking Play-nya ke dalam 4 sub-kategori yaitu Movement and Positioning, Ball Retention, Ball Progression, dan Infiltration.
Movement and Positioning
Garuda United yang ditangani oleh pelatih Sandhika Pratama ini menggunakan pola dasar 3-4-3 sebagai sistem permainan tim. Keanu ditempatkan sebagai double-pivot dalam formasi 3-4-3 tersebut.
Bermain sebagai Central Midfielder, Keanu seringkali terlibat dalam fase permainan build up di belakang ataupun di tengah dari Garuda United.
Ia kerapkali turun ke area dalam (deep area) untuk menjemput bola atau mencari ruang kosong sebelum menerima bola dari rekannya. Ia juga seringkali melakukan scanningatau cek bahu untuk melihat situasi keadaan di sekitarnya sebelum menerima bola ataupun melakukan passing.
Secara umum, kemampuan koordinasi dan keseimbangan gerak badannya serta kemampuan sentuhan pertamanya terlihat diperagakan dengan cukup baik pada saat ia menerima bola dari rekannya.
Walaupun dalam 1 atau 2 momen terlihat ia masih kurang konsentrasi dalam menerima bola sehingga menyebabkan salah kontrolnamun secara overalldalam match tersebut kemampuanball control dan first touch-nya cukup bagus.
Ball Retention
Keanu bukan tipe pemain yang memiliki kekuatan dribblingdan kecepatan eksplosif dalam melakukan duel 1v1 untuk melewati pressuredan markingdari lawannya ketika ia sedang menguasai bola.
Meskipun begitu, Keanu memiliki reading the game serta ketenangan yang baik dalam menghadapi pressingdan markinglawan.
Pada saat menguasai bola, Keanu tidak akan terlalu lama dalam menguasainya. Ia dengan cepat akan mencari dan menemukan posisi rekannya di ruang terbuka dan langsung segera memindahkan bola tersebut ke rekannya yang berada di ruang kosong dengan memberikan vertical pass atau memainkan switch of play dengan efektif dan akurat.
Ball Progression
Keanu memiliki kemampuan progresi bola yang sangat baik terutama dalam hal memberikan passing. Visinya cukup tajam dalam memprogresikan bola di mana ia secara konsisten terus memberikan umpan ke depan dengan tujuan untuk melewati lini pertama dari pressinglawan.
Keanu biasanya akan memberikan umpan progresinya dari middle third dan deep area. Beberapa vertical pass dan diagonal pass bisa dilakukan secara akurat dan efektif oleh Keanu.
Keanu juga bisa mengontrol bola secara efektif dengan menggunakan kaki terkuatnya (kaki kanan) maupun kaki terlemahnya (kaki kiri).Ia juga seringkali berani untuk menggunakan kaki kirinya (kaki terlemah) dalam memberikan umpan.
Infiltration
Keanu jarang terlibat dalam penyelesaian peluang akhir di final third. Ia cenderung tidak akan terlalu bergerak ke depan ketika timnya sedang melakukan penetrasi serangan ke final third. Ia akan cenderung menahan posisinya di middle third.
Keanu seringkali nampak bertindak sebagai playmakerdengan tugasnya sebagai pengatur aliran permainan serta membantu rekan-rekannya dalam mengkreasikan peluang.
Namun jika ada ruang kosong di final third, ia akan mencoba inisiatif untuk masuk ke ruang tersebut melalui pergerakan tanpa bolanya dan akan melakukan combination of play bersama rekannya untuk mengkreasikan peluang.
Biasanya Keanu akan cenderung bergerak ke sisi half space kiri jika dirinya menemukan ruang kosong untuk bergerak ke depan.
Defensive Play
Aspek kedua yang akan saya ulas adalah aspek Defensive Play.Saya akan membaginya ke dalam 2 sub-kategori yaitu Defensive Duel dan Positional Defending.
Defensive Duel
Secara fisik ia terlihat cukup mumpuni dalam melakukan kontak duel fisik dengan lawannya. Terkadang ia juga cukup berani untuk melakukan lompatan dalam berduel perebutan bola di udara dengan lawannya walau tidak selalu sukses untuk merebut bola.
Kemampuan tackle-nya untuk merebut bola dari lawannya beberapa momen tidak terlalu konsisten namun positioninguntuk menutup pergerakan lawannya bisa dilakukan dengan efektif.
Positional Defending
Ketika fase transisi negatif, Keanu akan bereaksi dengan cepat untuk mengantisipasi pergerakan lawannya yang sedang memegang bola di dekatnya. Ia akan segera memberikan pressingke lawannya maupun menutup jalur umpan dari lawannya.
Secara positional play ketika bertahan, Keanu bisa menjaga kerapatan jarak dari shapebertahan tim dengan baik di area tengah terutama pada saat transisi negatif. Covering-nya dalam menutup dan melindungi terlihat cukup baik.
Ia juga tidak segan berkomunikasi untuk mengingatkan rekan terdekatnya dalam melakukan markingke pemain lawan.
Set Piece
Aspek ketiga atau yang terakhir adalah set piece. Di sini saya akan mengulas kemampuan Keanu dalam melakukan set piece seperti free kick dan corner kick. Kebetulan dalam match melawan Semen Padang FC U18 ini, ia beberapa kali bertindak sebagai orang yang mengambil set piece.
Corner Kick dan Free Kick
Keanu nampaknya dipercaya untuk mengambil beberapa aksi dalam melakukan set piece baik itu ketika tim mendapatkan situasi corner kick maupun free kick.
Ia akan mengambil tendangan sudut di sisi kanan pertahanan lawan dengan metode pengambilan tendangannya adalah Inswinger Corner. Begitu pun ketika mengambil tendangan free kick, ia juga akan menggunakan metode Inswinger Free Kick.
Kualitas dari hasil tendangan set piece (corner kick dan free kick) secara konsisten bisa dilakukan dengan baik dan efektif oleh Keanu.
Dalam pertandingan menghadapi Semen Padang FC ini, Keanu berhasil mencatatkan satu assist berkat hasil umpan dari tendangan free kick-nya yang bisa dikonversikan menjadi gol oleh salah satu rekan setimnya yang melakukan headingke arah gawang lawan.
Statistik Pertandingan
Keanu bermain kurang lebih selama 54 menit bersama Garuda United di pertandingan menghadapi Semen Padang FC dalam laga kedua pekan pertama pada kompetisi EPA Super League U18 2025/2026 ini. Skor hasil akhirnya adalah 1-1 untuk pertandingan ini.
Keanu bisa membantu timnya dengan berhasil mencatatkan satu assist untuk gol dari rekan setimnya yaitu Fardan Ary Setiawan di menit ke 16.
Conclusion
Setelah menonton Keanu Senjaya dalam pertandingan Garuda United menghadapi Semen Padang FC ini, maka berikut di bawah ini kesimpulan pribadi dari saya:
Bermain sebagai Central Midfielder dalam sistem formasi 3-4-3 di Garuda United terlihat bisa diperagakan dengan cukup baik oleh Keanu Senjaya di pertandingan menghadapi Semen Padang FC dalam laga kedua pada pekan pertama EPA Super League U18 ini.
Dengan technical ability-nya dalam menerima serta memprogresikan bola yang baik, terlihat Keanu bisa memberikan support secara efektif kepada rekan-rekannya terutama dalam mengkreasikan peluang di lini tengah.
Secara positioning, ia juga terlihat cukup baik ketika bertahan walaupun kemampuan defenseseperti tackling-nya masih perlu ditingkatkan lagi.
Walaupun secara umum kontrol bolanya cukup baik namun masih terlihat di beberapa momen terkadang ia masih kurang konsentrasi dalam mengontrol bola atau membuat keputusan yang kurang tepat ketika menguasai bola.
Aspek konsentrasi dan decision-making inilah yang masih perlu ditingkatkan lagi sehingga bisa meminimalisir kesalahan kecil dalam mengontrol bola ataupun terlalu lama dalam membuat keputusan ketika menguasai bola.
Menurut opini pribadi saya, pemain ini bisa diproyeksikan sebagai pemain utama di Liga Nusantara (Divisi 3) maupun Indonesia Championsip (Divisi 2). Namun tidak menutup kemungkinan bisa berpotensi sebagai pemain kategori Squad Player di Indonesia Super League (Divisi 1).
Risk to Consider:
- Sampel pertandingan dari Keanu Senjaya yang diambil hanya satu pertandingan saja sehingga perlu adanya monitoring lebih lanjut lagi untuk melihat perkembangannya.
- Mentalitas bermain di hadapan ribuan suporter stadion perlu dilakukan monitoring kembali, mengingat EPA Super League U18 2025/2026 berlangsung dengan kehadiran penonton yang minim.
- Rekam jejak cedera tidak diketahui.
- Data Statistik permainan Keanu Senjaya di EPA Super League U18 belum terlalu lengkap.
Saya juga membuat versi laporannya yang bisa dilihat pada link di bawah ini:
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel dariIDNGem Scout: Keanu Senjaya kali ini.
Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi dari saya setelah menonton permainan Keanu Senjaya secara lengkap melalui metode Video Scouting.
Pastinya masih banyak kekurangan yang saya yakini dalam tulisan ini mengingat ini tulisan pertama saya mengenai scouting report.
Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedback dari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.
Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.
Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.
Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.
Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.
Sekian dan Terima Kasih
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

When the Data Is Right (and I Ignore It Anyway)
When the Data Is Right (and I Ignore It Anyway): A Festive FPL Reflection
I’ve been picking my Fantasy Premier League team for a few weeks now using what I’d like to believe is a sensible balance of data, logic, and gut feel. Unfortunately, every now and then, the gut gets a bit too confident, the excitement kicks in, and I convince myself that this is the moment a player finally explodes into life.
This week’s confession: I wasted a transfer on Isak.
On paper, the logic wasn’t completely mad. He scored, he looked sharp enough, and I told myself that the first goal would open the floodgates. Classic FPL optimism. The kind that ignores everything you’ve learned over years of playing the game and replaces it with vibes and hope.
The problem? The data never agreed with me.
Despite the goal, the underlying numbers never really shifted. The xG didn’t spike, the involvement didn’t suddenly increase, and the minutes picture wasn’t as convincing as I wanted it to be. I chose to ignore that because it felt like the right moment. Unsurprisingly, the data won that battle.
To make matters worse, Isak hasn’t really made the impact I hoped for, and with Ekitike now firmly in possession of the shirt and actually scoring goals, it’s becoming harder and harder to justify holding him. If I’m being brutally honest, if I were Arne Slot, Ekitike would be my starting option right now. He’s converting chances, influencing games, and doing exactly what you want your striker to do.
And FPL, at its core, is a game about minutes and impact.
So that naturally leads to the next question: if not Isak, then who?
Going Back to the Numbers
This is where my Power BI model earns its keep. I track xG, xA, shots in the box, touches in the penalty area, and a few other useful indicators that help separate “good FPL picks” from “players who look busy but don’t return”.
With Christmas approaching and fixtures piling up, I thought it would be a bit of fun (and vaguely sensible) to look at which players are currently overperforming and underperforming their xG. Not as gospel, but as context.
Overperformers are often riding a hot streak that can cool quickly. Underperformers can be traps… but they can also be opportunities if minutes and fixtures line up. This is where judgement still matters.
And yes, I say all this while fully aware that I’d just ignored the data the week before.
The Wolves Problem (and Why It Matters)
I’m writing this having already made my transfer for the week, and Wolves played Manchester United on Monday night. As a Wolves fan, that match was painful. As an FPL manager, it was alarming.
Wolves somehow managed to make a distinctly terrible Manchester United side look competent. That tells you everything you need to know about where they are right now. They look beaten before games even start, confidence is low, and structurally they’re all over the place.
Which brings us neatly to Arsenal.
Wolves are away to Arsenal, Arsenal are in strong form, and this has all the makings of one of those games where things could get ugly quickly. Arsenal at home against a side with no belief is exactly the kind of fixture I want to attack over the festive period.
So I made the move.
The Transfer: Isak ➝ Gyökeres
Out goes Isak, in comes Gyökeres.
The thinking is fairly simple. He looks fit again, the minutes should be there, and Arteta (or “Lego Head”, depending on your preference) will want him involved. Arsenal will dominate the ball, create chances, and if Gyökeres gets service early, this could be one of those statement games.
Is it risk-free? Absolutely not.
But this feels like the right moment to take a calculated punt, especially with Manchester City and Haaland facing a tricky trip to Palace. That fixture has “awkward, frustrating, low-return” written all over it.
Captaincy Roulette
Which brings me to the captaincy.
I’m seriously considering captaining either Gyökeres or Rice this week and backing Haaland to blank. It’s uncomfortable, it goes against rank-protection instincts, and it could backfire spectacularly — but this is also the time of year when calculated risks can pay off big.
Playing safe over Christmas is often how you get quietly overtaken.
Looking Ahead
The other big positive is squad flexibility. When the gameweek rolls over, I’ll have five free transfers and one still in hand before the next deadline. That puts me in a strong position heading into the festive chaos — rotation, injuries, surprise benchings, the lot.
The key lesson this week? Trust the data — but also understand why it’s saying what it’s saying. Ignoring it entirely rarely ends well, but blindly following it without context is just as dangerous.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Bocoran Event FF 2024. Mulai Mei hingga Desember
Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak yang mencari tahu bocoran event FF yang akan datang pada tahun 2024 ini. Berita baiknya, mencari jadwal event Free Fire 2024 tidaklah sulit.
Sebagai salah satu game mobile populer, Free Fire memang sering mengadakan sejumlah event untuk para pemainnya.
Sebagian tergolong sebagai event rutin yang muncul setiap minggu, bulan, bahkan tahun. Ada pula yang sifatnya event kolaborasi.
Salah satu contoh event kolaborasi yang cukup populer adalah FF x Lamborghini, event yang baru dirilis akhir tahun lalu.
Pada 2024, Garena selaku pengembang juga telah menyiapkan beberapa event Free Fire yang tidak kalah menarik.
Selain itu, ada pula bocoran skin SG 2 yang akan datang, baik skin terbaru maupun skin-skin lama dalam event relaunch.
Penasaran apa saja bocoran event FF yang akan datang? Inilah jadwal event FF 2024 yang bisa kamu ikuti.
Event FF Januari 2024
Januari 2024 menghadirkan beberapa event menarik. Namun, yang paling jadi sorotan adalah rilisnya update FF OB43 yang membawa karakter dan mode bermain baru.
- Booyah Pass Season 13 – Electri City (1-29 Januari)
- Top up Bonus (2-31 Januari)
- Moco Store “Staple Wanderer” (3-11 Januari)
- Token Ring “Frostfire Punch” (5-6 Januari)
- New Evo Gun “Woodpecker Majestic Prowler” (12-28 Januari)
- Toilet Kaget (10-16 Januari)
- Winterland Sledge (15-25 Januari)
- Update FF OB43 (24 Januari)
- Bundle Crystal Royale (27 Januari)
Event FF Februari 2024

Pada Februari 2024, Mystery Shop FF Valentine menjadi daya tarik utama. Mystery Shop ini menjadi salah satu bagian dari kolaborasi FF x JKT48.
- Booyah Pass Season 14 – Rage Reverie (1-29 Februari)
- Bonus Top Up FF (3-9 Februari)
- Jelajahi Chaos FF (9-12 Februari)
- Bundle Inner Devil (10 Februari)
- FF x JKT48 (12-25 Februari)
- Mystery Shop FF Februari Valentine (14-25 Februari)
- FFWS 2024 (26 Februari)
Event FF Maret 2024

Bulan Ramadan 2024 dimulai pada Maret. Seperti tahun lalu, Garena turut menghadirkan event Booyah Ramadan 2024.
Event FF April 2024

Booyah Ramadan masih menjadi sorotan pada event FF April 2024. Sebagai pengganti event tersebut, Garena mengadakan event Booyah Lebaran yang bakal ditutup dengan Mystery Shop Lebaran 2024.
Event FF Mei 2024

Berikut daftar event FF yang akan datang untuk bulan Mei 2024. Ada beberapa event menarik yang bisa kamu ikuti, termasuk Lucky Shop yang menghadirkan diskon hingga 90 persen.
- Booyah Pass Season 17 Pixel Reality (1-30 Mei)
- Booyah Pass – Luck Royale (1-10 Mei)
- Emperor’s New Clothes Bundle – Luck Royale (1-5 Mei)
- BR Season 39 (1 Mei)
- XM8 Screaming Chicky/XM8 Ayam – Luck Royale (3-16 Mei)
- Emperor’s Treasure Machine – Faded Wheel (6-12 Mei)
- AUG Cyber Bounty Hunter – Token Wheel (8-21 Mei)
- Classiz Jazz Collection – Luck Royale (9-22 Mei)
- The Destined One Bundle – Faded Wheel (13-19 Mei)
- Bundle Paradox Hyperbook FF – Token Wheel (17 Mei-13 Juni)
- Katana Paradox – Token Wheel (20 Mei – 2 Juni)
- Emote Bony Fumes – Moco Store (22-28 Mei)
- Paradox Legendary Bundle – Token Tower (23 Mei – 9 Juni)
- Lucky Shop Mei 2024 – Event Diskon FF (27 Mei – 9 Juni)
- Woodpecker Deity – Faded Wheel (29 Mei – 4 Juni)
Event FF Juni 2024

- Booyah Pass Season 18 (1 Juni)
- Bundle Paradox Hyperbook FF – Token Wheel (1-13 Juni)
- Katana Paradox – Token Wheel (1-2 Juni)
- Paradox Legendary Bundle – Token Tower (1-9 Juni)
- Lucky Shop – Event Diskon FF (1-9 Juni)
- Fist Skin Ultimate Achiever – Token Ring (2-9 Juni)
- Booyah Berkurban (3-18 Juni)
- Incubator 3 in 1 Juni (15 Juni)
- Bundle Blade of The Silence – Token Ring (17-29 Juni)
- Bundle Deep Aqua – Lucky Wheel (21- 27 Juni)
- Katana Divine Blade – Moco Store (24-30 Juni)
- Kingfisher Wound Strokes – Faded Wheel (26 Juni-2 Juli)
- Update FF Patch 7th Anniv (26 Juni)
- Wish N Win – Event Anniversary FF (28 Juni-15 Juli)
Event FF Juli 2024
- Booyah Pass Season 19 “Lucky Goose” (1-31 Juli)
- Evo Gun Parafal “Lore Cyclon” – Token Ring (2-21 Juli)
- Mystery Shop FF 7th Anniversary Juli 2024 (3 Juli)
Sebagian bocoran jadwal event Free Fire 2024 di atas sudah dikonfirmasi hadir. Sebagian lain belum memiliki tanggal rilis resmi.
Oleh karena itu, artikel ini akan kami update secara berkala. Kamu juga bisa memantau jadwal event FF 2024 yang sudah resmi di halaman event ini.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

IDNGem Scout: Abdul Zaki Alim
Movement and Positioning
Dewa United Banten FC U-20 asuhan coach Gaguk Setia menggunakan pakem formasi dasar 4-2-3-1 di dalam sistem permainannya.
Abdul Zaki Alim ditempatkan sebagai Central Midfielder dalam formasi tersebut sehingga ia bermain sebagai Double-Pivot di tengah.
Zaki Alim kerapkali beroperasi di sepertiga lapangan tengah (middle third) pada saat Dewa United Banten FC U-20 dalam fase penguasaan bola.
Zaki akan memosisikan dirinya sebagai salah satu orang pertama yang akan melakukan build-up dari belakang selain dua bek tengah di tim.
Ia acapkali akan turun ke dalam untuk menjemput bola. Setelah menerima bola dari pemain belakang, ia akan menginisiasi ke mana arah serangan tim selanjutnya.
Ia juga seringkali mengokupansi sisi kanan lapangan tepatnya di bagian half space kanan. Positional play yang dimainkan ini biasanya ia lakukan dengan membuat pergerakan rotasi posisi dengan rekannya pada saat tim melakukan fase serangan.
Ball Progression and Ball Retention
Sebagai pemain yang sering terlibat dalam fase awal build-up di tim, Zaki Alim mempunyai kemampuan mengalirkan bola yang bagus melalui passing-nya yang akurat dan presisi.
Ia juga mampu mengarahkan progresi bola dengan baik dan efektif ke depan melalui umpan-umpan pendek vertikal maupun umpan diagonal secara terukur.
Visi bermainnya cukup tajam serta kemampuan spasialnya (spatial awareness) terlihat cukup bagus. Ia mampu membaca dan memahami situasi di lapangan dengan baik terutama dalam melihat ruang terbuka di lapangan pada saat memprogresikan bola.
Sebelum dirinya menerima bola, ia sudah tahu ke mana bola akan diarahkan selanjutnya. Hal ini terlihat dari Zaki yang sering kali melakukan scanningatau cek bahu terlebih dahulu untuk melihat situasi di sekitarnya sebelum dirinya menerima bola dari rekannya.
Zaki bukan sekadar berperan sebagai pemberi umpan saja bagi rekannya namun ia bisa mengatur tempo permainan serangan tim.
Pada saat fase transisi, Ia bisa menjaga aliran bola secara perlahan untuk memberikan kesempatan bagi rekannya dalam merestrukturisasi posisi mereka masing-masing terlebih dahulu sebelum melakukan serangan lanjutan.
Zaki juga bisa menaikkan tempo permainan secara cepat melalui kemampuan progresi bolanya dengan melakukan umpan directke depan atau bergerak langsung ke depan dengan memanfaatkan kemampuan dribbling-nya.
Zaki terlihat sebagai pemain yang cukup vokal untuk berkomunikasi dengan rekannya dalam membangun serangan.
Pada saat tidak menguasai bola, Ia akan mengarahkan rekannya dengan memberitahu ke mana arah serangan bola akan dialirkan.
Zaki mampu menerima dan mengontrol bola dengan baik melalui sentuhannya yang terukur. Ia akan mengontrol bola dengan kaki kiri sebagai kaki terkuatnya.
Gerakan dari kaki ke kakinya dalam mengontrol bola terlihat sangat lincah. Ia juga mampu melakukan sentuhan bola sambil memutarkan badannya dengan baik dan cepat.
Walau dapat mengontrol bola atau menerima bola melalui sentuhan kaki kiri maupun kaki kanannya dengan baik namun Zaki terlihat jarang untuk menggunakan kaki kanannya ketika memprogresikan bola terutama dalam memberikan passing.
Zaki Alim ini terlihat memiliki tendensi untuk melakukan penetrasi ke depan jika ada ruang terbuka. Dalam situasi one-on-one, ia cukup berani untuk melewati lawan melalui kemampuan dribbling-nya.
Ia akan menggunakan gerakan mengecoh menggunakan body feint-nya untuk bisa melewati hadangan pemain lawan di dekatnya. Beberapa kali ia bisa melewati lawannya dengan efektif menggunakan kecepatan serta kemampuan dribbling-nya ke depan.
Kemampuannya dalam bermain di ruang-ruang sempit juga menjadi salah satu kelebihan dari Zaki Alim.
Zaki bisa memproteksi bola dengan baik dan tidak mudah kehilangan kontrol bola walau mendapatkan tekanan yang tinggi dan ketat dari lawannya. Ia akan memanfaatkan sentuhan kontrol bola dekatnya yang sangat baik dan lincah untuk melewati lawannya tersebut.
Hal yang menjadi isu dalam permainannya adalah terkadang Zaki terlalu lama dalam menguasai bola.
Dengan cara permainannya melalui aksi individu yang mengandalkan kelincahan dan kecepatan ketika menguasai bola pastinya Zaki akan sering kali berhadapan satu lawan satu dengan pemain lawan sehingga ada potensi untuk terjadinya kontak fisik.
Terlihat secara fisik, Zaki tidak memiliki postur badan yang terlalu besar dan tinggi (165 cm).
Sehingga akan sangat memungkinkan ketika ia sedang menguasai bola, maka Zaki akan menjadi target dari lawannya dalam kontak duel fisik terutama dari aspek perebutan bola melalui benturan bahu di badannya.
Pastinya Zaki akan cukup mudah dijatuhkan oleh lawannya ketika ia sedang melakukan dribblingdengan bola.
Terlebih lagi dirinya sangat lincah dan cepat dalam melewati lawannya sehingga ada kecenderungan pemain lawan akan segera mengambil tindakan cepat untuk menghentikan laju gerakan Zaki, baik itu dengan melakukan tackleatau sekadar membenturkan badan untuk menjatuhkannya.
Hal ini harus sudah diketahui oleh Zaki sendiri sehingga ia bisa mengantisipasi pemain lawan yang ingin menghentikan gerakannya ketika ia sedang menguasai bola.
Creating and Converting Chances
Dengan melihat kemampuan aksi individunya yang sangat baik dalam mengontrol bola dan memprogresikan serangan, Zaki beberapa kali akan dilibatkan dalam fase serangan tim di sepertiga akhir lapangan (final third). Ia kerap kali didorong ke depan untuk menambah daya serangan tim.
Zaki akan mengisi posisi half space kanan untuk memberikan support bagi rekannya. Ia mampu memperlihatkan combination play yang baik dengan rekan setimnya baik itu melalui permainan umpan satu sentuhan atau dengan cara memprogresikan bola menggunakan aksi individunya untuk melewati lawan melalui dribblingcepatnya.

Sumber Foto IG: @dufc.development
Ia sangat kuat dalam melewati lawan melalui pergerakan inside-nya. Dari pergerakannya di sisi kanan, ia acapkali mencoba masuk ke tengah dan akan melepaskan umpan diagonal ke depan atau langsung melakukan shootingdari luar kotak untuk mengkreasikan peluang di final third.
Namun, kemampuan shooting-nya masih terlihat kurang konsisten dan masih perlu ditingkatkan lagi akurasi tembakannya.
Terkadang Zaki juga terlalu lama dalam menguasai bola di kakinya. Terlihat dirinya dalam beberapa momen cukup terlambat untuk mengambil keputusan secara cepat dalam memindahkan bola ke sisi yang lebih terbuka.
Tentunya hal tersebut menyebabkan serangan yang dilancarkan tidak berjalan dengan efektif karena bola bisa langsung direbut oleh lawan dari penguasaan Zaki.
Terkadang Zaki juga terlalu cepat untuk melepaskan umpan ke rekannya padahal posisi rekannya tersebut belum ideal untuk menerima umpan.
Hal-hal seperti harus menjadi perhatian lebih bagi dirinya bahwa dalam level sepakbola yang tinggi dengan intensitas yang ketat dan ruang yang makin sempit maka ia harus bisa membuat keputusan secara cepat dan tepat serta tidak terlalu lama dalam menguasai bola.
Defensive Play
Untuk aspek Defensive Play ini, saya akan mengulas Positional Defending serta Defensive Dueldari Abdul Zaki Alim.
Positional Defending and Defensive Duel
Pada saat fase bertahan, Zaki mampu memosisikan dirinya dengan baik untuk membentuk dan menjaga kerapatan jarak antar lini di tengah lapangan. Ia segera melakukan recoveryposisinya lagi di tengah pada saat terjadinya situasi transisi negatif.
Dalam aspek aksi individunya ketika bertahan, Zaki akan merespon cepat dengan segera menutup jalur umpan dan pergerakan dari pemain lawannya.
Ia akan memberikan pressingketat terhadap lawannya yang sedang menguasai bola dan mencoba menghalau pergerakan dari lawannya tersebut untuk bisa merebut kembali penguasaan bola.
Beberapa intersep juga bisa ia lakukan dengan baik dan efektif untuk menghentikan serangan lawan.
Walau tidak selalu memenangkan perebutan bola melalui tackling-nya, namun usahanya dalam menutup jalur umpan serta pergerakan menyerang dari lawannya bisa dilakukan secara efektif ketika bertahan.
Secara physical body, Zaki bukanlah pemain yang terlihat kekar dan kuat serta memiliki badan yang tinggi. Namun, ia cukup berani untuk membenturkan bahu dengan lawannya dalam duel perebutan bola di lapangan (ground duel) dan beberapa kali ia terlihat cukup berhasil untuk memenangi duel tersebut walau tidak terlalu sering dilakukan.
Terkait aspek dari aksi bertahannya dalam melakukan duel udara, Zaki terlihat tidak sering terlibat dalam duel fisik untuk memperebutkan bola di udara mengingat fisik tubuhnya nampak tidak efektif untuk melakukan hal tersebut.
Set Piece
Dalam dua pertandingan menghadapi Persik Kediri U-20 di kompetisi EPA Super League U20 ini, Zaki beberapa kali mengambil kesempatan untuk melakukan tendangan bebas (free kick) bagi timnya.
Biasanya ia akan mengambil tendangan jika jarak bola berada dekat dari gawang lawan di sekitaran luar kotak penalti.
Zaki akan mengambil tendangan dengan metode Inswinger Free Kick menggunakan kaki kirinya. Dari beberapa kesempatan yang diambil dari dua pertadingan melawan Persik Kediri U-20 ini, terlihat hasil akurasi tendangan bebasnya kurang begitu maksimal.
Pada situasi Corner Kick, ia terlihat tidak bertindak sebagai pemain yang mengambil tendangan dalam situasi tersebut.
Zaki biasanya akan memosisikan dirinya di dekat luar kotak penalti lawan untuk mengantisipasi bola muntahan dari hasil tendangan corneryang dilakukan.
Statistik Dalam Pertandingan
Dalam pertandingan pertama yang berlangsung pada tanggal 11 Oktober 2025, Abdul Zaki Alim bermain sebagai startingdengan mencatatkan waktu bermain selama 90 menit, memberikan satu assistdan mencetak satu gol.
Pada pertandingan kedua yang berlangsung pada tanggal 12 Oktober 2025, Abdul Zaki Alim bermain sebagai startingdengan mencatatkan waktu bermain selama 73 menit.
Statistik Sementara Musim Ini
- Appearances: 7
- Played Minutes: 511
- Goal: 2
- Assist: 1
- Shots [Shots on Target]: 7 [4]
- Passes [Successful Passes]: 171 [153]
- Interception: 12
- Tackle: 5
- Clearance: 3
*Statistik di atas berdasarkan performa terakhir Abdul Zaki Alim yang bermain pada tanggal 1 November 2025
*Data statistik diolah dan diambil dari website ileague.id
Conclusion
Abdul Zaki Alim merupakan seorang pemain yang berposisi sebagai Central Midfielder dengan kemampuan teknikal yang sangat baik serta kemampuan pemahaman taktikal yang cukup bagus.
Visi bermainnya cukup tajam serta pemahaman ruang dan kemampuannya dalam membaca situasi permainan terlihat cukup baik. Zaki juga mampu memprogresikan bola dari lini tengah ke depan dengan terukur dan terarah.
Dalam aspek positional play-nya ketika bertahan, ia mampu menutup jalur umpan serangan lawan serta menghalau pergerakan lawannya dengan memberikan pressing yang cukup baik.
Walau tidak selalu sukses dan tidak sering memenangi perebutan bola namun Zaki mampu secara efektif membantu pertahanan bagi timnya.
Akan tetapi, ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan lagi seperti ia harus bisa membuat sebuah keputusan dengan cepat dan cermat ketika dirinya sudah memasuki final third pada saat sedang menguasai bola.
Hal ini terlihat karena beberapa kali ia terlalu lama dalam men-delaybola dan kerap terlambat mengambil keputusan dengan cepat untuk segera memindahkan bola ke ruang yang kosong.
Kemudian dari aspek physical, Zaki juga perlu menambah sedikit latihan fisiknya lagi untuk memperkuat otot-otot di bagian tubuh atasnya.
Hal ini dapat menambah kekuatannya dalam memenangi benturan-benturan fisik di lapangan mengingat dalam level tertinggi di Liga Indonesia akan ada banyak pemain asing dan pemain lokal senior yang memiliki fisik kuat dan tinggi.
Tentu hal tersebut harus diwaspadai dan diantisipasi dalam aspek permainan fisik yang dimiliki oleh Abdul Zaki Alim.
Menurut saya, untuk saat ini Abdul Zaki Alim sudah bisa diproyeksikan sebagai pemain utama di Liga Nusantara (Liga 3) dan Championship Indonesia (Liga 2).
Namun untuk bisa bermain di divisi teratas seperti Indonesia Super League (Liga 1), ia harus meningkatkan kemampuan decision-making dengan lebih baik lagi terutama ketika sudah masuk ke final third. Kemudian, ia juga perlu menambah kekuatan fisiknya untuk bisa bersaing dengan pemain-pemain lain yang secara fisik badannya lebih kuat dari Abdul Zaki Alim.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel dariIDNGem Scout: Abdul Zaki Alim kali ini.
Sebelumnya saya juga sudah membuat versi laporannya yang bisa dilihat pada link di bawah ini:
Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi saya setelah menonton permainan Abdul Zaki Alim secara lengkap melalui metode Video Scouting.
Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedbackdari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.
Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.
Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.
Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.
Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.
Sekian dan Terima Kasih
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Reflections on Eight Years as a Parent Governor at St Edmund’s Catholic Academy
Reflections on Eight Years as a Parent Governor at St Edmund’s Catholic Academy
This post isn’t really about technology or data. My time as a parent governor at St Edmunds Catholic Academy has recently come to an end, and after two terms and eight years in the role, I wanted to share a few reflections on the experience.
First of all, as my time on the governing body comes to a close, I want to express my sincere thanks to everyone at St Edmund’s for their support over the past eight years. It has been a privilege to work alongside the headteacher, senior leaders, fellow governors, and the wider school community. I have always appreciated the trust placed in me and the collaborative spirit with which the school approaches its mission. The dedication of the staff and leadership team is evident in everything they do, and it has been an honour to play a small part in that journey. Although I wasn’t re-elected this time, I remain incredibly proud of the progress the academy has made, and I will continue to take a keen interest in its future. And who knows, perhaps I may return one day when our youngest children are in need of a high-school
How did I come to get involved?
When our eldest was preparing for secondary school back in 2016 and 2017, I was still reasonably new to Wolverhampton and didn’t know the local schools at all. So, like many parents, I started to research. St Edmund’s kept appearing as a strong, well-regarded school. After attending open evenings and doing the usual visits, we completed our application. And we ended up being offered a place at St Edmund’s
That might be a topic for another post, because the admissions process today is far more stressful than it ever was when I went to school. You didn’t apply; you just went to the school in your catchment. These days, it’s a somewhat competitive, pressurised experience for both parents and children, and navigating it can feel like a challenge in itself.
But I digress.
So how did I become a parent governor? I was looking at the school’s website, getting ready for the boy to start, and I saw that they needed a parent governor for their board. I was keen to get an insight into how the school would operate and thought it an excellent opportunity to influence the school that our children were likely to attend. So I wrote to the Chair of the Governors. There was an election of sorts I was the only candidate, and in lieu of any competition I was appointed
Stepping into the role of parent governor turned out to be a tremendously rewarding opportunity, not only to understand how another organisation operates, but also to bring my own skills and experience as a business owner into a completely different environment that would have a lasting impact on the education of children. Across my time at St Edmunds, I was involved in setting the strategic direction of the school, scrutinising academic performance, overseeing finances, participating in staff recruitment, supporting and challenging the headteacher, and occasionally sitting on panels for permanent exclusions and disciplinary matters.
I’m not going to lie: I thoroughly enjoyed all of it.
Whatever the issue, however complex the discussion, I always tried to keep one question at the forefront of my mind, probably the most important question of all:
What is best for the children at this school?
Every decision, every piece of scrutiny, and every debate ultimately comes back to that single principle. It’s the anchor that guides a governor’s contribution and the measure by which every recommendation should be judged.
People often say that being a school governor is similar to being a non-executive director, and I think that’s a fair comparison. Serving as a parent governor at St Edmund’s felt very much like a NED role in many respects. It wasn’t about running the school day to day; it was about strategic oversight, financial stewardship, good governance, and holding the leadership team to account in a constructive, supportive way. Like a NED, you work at board level, shaping long-term direction while ensuring everything links back to the mission—except in this case, the mission is education and the well-being of young people.
The key difference, of course, is that governors are volunteers serving a public-service purpose rather than a commercial one. But the seriousness of the responsibility and the commitment required are very much the same.
What is Next?
Although my time as a parent governor has come to a close, I’m already thinking about other ways to continue contributing to the community. Through my involvement in the Charity IT Leaders group, I’ve come across many organisations seeking trustees with technology or data backgrounds. There is a huge demand for people who understand the digital landscape and can help charities navigate it safely and strategically.
I’ll be taking a short break first, mainly to focus on planning the new financial year for gethynellis.com, but I fully hope to return to volunteer governance in one form or another. If your charity is looking for a trustee with experience in data, technology, or digital strategy, or if you’re seeking a non-executive director with leadership and tech expertise, you’re very welcome to get in touch.
My eight years at St Edmunds were a privilege, and I’m grateful for the opportunity to contribute to a school that plays such an important role in the education of my children. It’s been an experience I’ll carry with me, and one I’m proud to have been part of.
Useful Links
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Cara Buat Emoji Centang Biru di eFootball 2024, Masih Bisa?
Tahu blue pots? Apakah simbol tersebut muncul di eFootball 2024? Bakal sangat keren bukan? Berita baiknya, kita bisa memasukkan emoji blue pots di eFootball 2024.
Blue potsatau centang biru eFootball 2024 sedang menjadi tren di kalangan pemain. Banyak sekali pemain eFootball yang menggunakan emoji tersebut di akun mereka.
Logo centang biru tersebut serupa dengan yang biasa kamu temui di media sosial, misalnya Instagram dan Twitter. Sebuah tanda bahwa akunmu terverifikasi.
Selain tanda bahwa akun kamu telah terverifikasi, centang biru tersebut juga bisa memberikan kesan profesional, keren, dan menambah kepercayaan diri.
Tak heran jika banyak sekali pemain eFootball 2024 yang mencari tahu cara menambahkan emoji atau pun logo tersebut ke dalam nama akun mereka.
Lantas, bagaimana caranya?
Menambahkan emoji centang biru di eFootball 2024 bisa kamu lakukan dengan mudah dan gratis. Kamu hanya perlu menambahkan logo tersebut ke nama akun.
Berikut ini kumpulan logo, simbol, dan emoji yang bisa kamu tambahkan ke nama akun eFootball 2024 Mobile, termasuk salinan centang biru yang sedang tren.
- : Ceklist Hijau
- : Ceklist Biru
- : Tanda X
- : Tanda A
- : Tanda Y
- : Tanda B
- : Point eFootball Merah
- : Point eFootball Biru
- : Coin eFootball
- : GP
- : Nominating Contract
- : Nominating Contract 2
- : Nominating Contract 3
- : Nominating Contract 4
Untuk menambahkan logo centang biru di eFootball 2024, kamu bisa mengikuti penjelasan berikut ini:
Salin logo centang biru
Salin atau copy logo centang biru yang kamu inginkan. Kamu juga bisa menggunakan logo lain sesuai dengan logo-logo yang sudah Gamerismesediakan di atas.
Setelah logo tersalin, segera buka game eFootball 2024 di HP kamu. Buka eFootball di PC bagi kamu yang main game ini di PC.
Klik “Taktik Permainan”
Klik menu “Taktik Permainan” yang ada di tab “eFootball World”. Setelah tampilan formasi terbuka, klik logo tim yang kamu gunakan untuk membuka opsi “Edit Klub”.
Pilih “Pengaturan Tim Dasar”
Ada beberapa pilihan menu yang muncul di opsi “Edit Klub”, pilih “Pengaturan Tim Dasar” kemudian “Edit Nama Tim”.
Masukkan emoji centang biru di sebelah nama tim
Masukkan nama tim ke dalam kolom yang tersedia, berikutnya paste emoji centang biru yang sebelumnya sudah disalin. Kamu bisa menempatkannya di depan atau pun di belakang nama.
Itulah penjelasan mengenai simbol centang biru eFootball 2024. Meski bukan penanda akun resmi, adanya centang biru tersebut bisa membuat akun kamu lebih keren dan eksklusif daripada akun lain.
Apakah centang biru masih bisa?
Sejak bulan Maret 2024, centang biru tidak bisa lagi ditambahkan di eFootball 2024. Konami tampaknya menghilangkan fitur tersebut dari game buatannya.
Saya sudah mencoba beberapa emoji di atas untuk dipasang di eFootball. Hasilnya, beberapa emoji malah berubah menjadi huruf China.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Formasi Terbaik Fabio Capello di eFootball 2026
Bagi penggemar sepakbola manapun terutama untuk penggemar sepakbola Italia maka nama Fabio Capello pastinya sudah tidak asing lagi di mata para fans saat ini.
Beliau merupakan pelatih kawakan asal Italia yang sudah kenyang pengalaman dalam melatih klub sepakbola maupun tim nasional.
Fabio sempat melatih beberapa klub ternama seperti AC Milan, Real Madrid, AS Roma, hingga Juventus. Bahkan beliau sempat menukangi timnas Inggris dan Rusia.
Walaupun saat ini Fabio Capello sudah pensiun dari dunia kepelatihan sepakbola namun nampaknya nama manajer yang satu ini masih menjadi andalan berkat atribut kepelatihannya yang cukup bagus dalam salah satu gim populer di Indonesia yaitu eFootball.
Banyak pemain eFootball baik itu versi Mobile, PC, maupun Konsol kerap kali menggunakan Fabio Capello sebagai manajer di eFootball 2026 karena manajer yang satu ini memiliki atribut istimewa di dalamnya. Atribut tersebut adalah Link-up Play.
Yap, Fabio Capello di eFootball memiliki atribut Link-up Play dengan jenis Over-the-top Pass A.
Nah kalau kamu bingung apa itu Link-up Play di eFootball maka kamu bisa membaca penjelasan lengkapnya di dalam artikel ini:
Nah untuk bisa menggunakan fitur Link-up Play pada Fabio Capello ini perlu adanya pengaturan formasi tertentu untuk bisa mengaktifkannya.
Maka itu, dalam artikel ini saya akan membahas mengenai pengaturan Formasi Terbaik untuk Fabio Capello di eFootball 2026 serta bagaimana cara menggunakan Fabio Capello di eFootball dan bagaimana cara mengaktifkan Link-up Play dari Fabio Capello itu sendiri.
Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini:
Cara Menggunakan Fabio Capello di eFootball 2026
Untuk bisa menggunakan Fabio Capello di eFootball 2026 baik itu untuk versi Mobile, PC, dan Konsol tentu kamu harus memiliki manajer tersebut di dalam tim milikmu.
Sebenarnya kamu bisa membeli manajer Fabio Capello ini di bagian Packs dengan 750 Coin. Namun, saya melihat untuk versi eFootball yang sekarang (5.1.0) nampaknya Fabio Capello ini sudah tidak bisa dibeli lagi.
Namun kalau kamu sudah mempunyai manajer Fabio Capello di dalam tim kamu sebelumnya maka kamu hanya tinggal menggunakan manajer tersebut ke dalam timmu saja.
Berikut di bawah ini cara menggunakannya:
- Pilih bagian My Team
- Pilih bagian Game Plan
- Pilih Tactics
- Pilih Change Manager
- Pilih Fabio Capello sebagai manajer tim
Setelah kamu menggunakan Fabio Capello sebagai manajer di dalam timmu maka yang kamu harus lakukan saat ini adalah mengatur formasinya supaya kamu bisa mengaktifkan fitur Link-up Play pada Fabio Capello.
Nah, kebetulan dalam artikel ini saya sudah membahas mengenai formasi terbaik untuk Fabio Capello di eFootball 2026.
Cara Mengatur Formasi Terbaik Fabio Capello di eFootball 2026
Untuk mengatur formasi terbaik dari Fabio Capello di eFootball 2026 maka kamu harus mengatur beberapa poin penting seperti:
- Pola Formasi
- Instruksi Individu
- Link-up Play
Pengaturan Pola Formasi Terbaik Fabio Capello di eFootball 2026
Terkait pola formasi maka saya merekomendasikan untuk menggunakan pola formasi 3-4-3 dengan taktik permainan Long Ball Counter.
Adapun penempatan dari masing-masing posisi pemainnya bisa kamu lihat pada gambar di bawah ini:

Formasi ini menggunakan pola dasar 3-4-3 di lapangan nantinya. Tiga bek tengah akan menjaga area pertahanan di belakang. Empat gelandang bertahan akan menjaga keseimbangan di lini tengah. Serta tiga penyerang depan akan menjadi tumpuan serangan untuk menyelesaikan peluang menjadi gol.
Formasi 3-4-3 ini akan memungkinkan kamu untuk berfokus pada area tengah ketika menyerang. Kuncinya kamu harus bisa menguasai lini tengah sebaik mungkin supaya bola bisa langsung diprogresikan ke depan.
Penempatan dari 4 DMF tentu akan membuat area tengah menjadi dominasi permainanmu ketika menguasai bola. Para pemain di tengah ini nantinya akan berfungsi sebagai progresor serangan serta menjaga keseimbangan dari segi defenseketika situasi transisi.
Kemudian dengan adanya penempatan 3 pemain CB di belakang tentu akan membuat pertahananmu menjadi solid dan sulit ditembus lawan mengingat kamu memiliki 3 pemain bertahan. Selain itu beberapa pemain DMF juga akan turun ke bawah ketika tim sedang dalam fase bertahan.
Kunci dari formasi 3-4-3 ini adalah kamu harus bisa memanfaatkan combination play dari 3 penyerang di depan.
Usahakan untuk memanfaatkan permainan dari ketiga penyerang tersebut dengan baik terutama ketika kamu mendapatkan situasi counter attack. Ketiga pemain ini nantinya akan menjadi poros serangan di final third.
Untuk mengoptimalkan formasi ini maka usahakan untuk bisa menempatkan pemain sesuai dengan rolepemain di bawah ini:
- Posisi GK bertipe Attacking GKatau Defensive GK
- Posisi CB kanan bertipe Build Up
- Posisi CB kiri bertipeBuild Up
- Posisi CB tengah bertipeThe Destroyer
- Posisi DMF tengah bawah bertipe Anchor Man
- Posisi DMF kiri bertipe Box to Box
- Posisi DMF tengah bertipe Box to Box atau Anchor Man
- Posisi DMF kanan bertipe Orchestrator
- Posisi SS bertipe Deep Lying Forward
- Posisi CF kanan bertipe Goal Poacher
- Posisi CF kiri bertipe Goal Poacher
Pengaturan Instruksi Individu Formasi Terbaik Fabio Capello di eFootball 2026
Formasi 3-4-3 ini juga terdapat sebuah pengaturan instruksi individu untuk menambah daya serang serta memperkuat pertahanan menjadi lebih kuat lagi.
Berikut instruksi individunya di bawah ini:
Berikan instruksi individu terhadap ke pemain DMF kiri dengan pilihan instruksi Defensivedi bagian Attack 1 dan dan instruksi Anchoringke pemain CF kanan di bagian Attack 2. Kemudian, berikan instruksi individu terhadap satu pemain CF kiri dengan pilihan Counter Target di bagian Defence 1 dan instruksi Deep Line ke pemain DMF tengah bawah di bagian Defence 2.
- Attack 1: Defensive (DMF kiri)
- Attack 2: Anchoring (CF kanan)
- Defence 1: Counter Target (CF kiri)
- Defence 2: Deep Line (DMF tengah bawah)
Kalau kamu masih bingung mengenai Instruksi Individu di eFootball maka kamu bisa membaca penjelasan lengkapnya di dalam artikel ini:
Pengaturan Link-up Play Formasi Terbaik Fabio Capello di eFootball 2026
Untuk mengaktifkan Link-up Play dari Fabio Capello maka pastikan kamu harus sudah menempatkan salah satu pemain DMFbertipe Orchestratorserta pemain CFbertipe Goal Poacher. Dengan begitu maka Link-up Play bisa diaktifkan.
Kalau kamu perhatikan sebelumnya di bagian tulisan yang membahas pola formasi tadi maka saya sudah menjelaskan tentang rekomendasi rolepemain untuk pola formasi 3-4-3 ini.
Maka itu, kamu tidak perlu khawatir mengenai Link-up Play karena dalam rekomendasi rolepemain yang sudah saya berikan di atas sebelumnya itu terdapat rekomendasi untuk menempatkan DMF sebelah kiri dengan tipe Orchestrator serta pemain CF dengan tipe Goal Poacher.
Jadi kamu hanya tinggal mengaktifkan Link-up Play saja dalam formasi Fabio Capello ini.
Nah, saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai skema permainan dari Link-up Play yang dimiliki oleh Fabio Capello di eFootball 2026 ini.
Fabio Capello ini memiliki skema permainan dengan jenis Link-up Play bernama Over-the-Top Pass A.
Artinya adalah pemain yang berperan menjadi Key Man akan bergerak cepat ke depan jika pemain dengan peran Centrepiecesedang memegang atau membawa bola di belakang (defensive third).
Centrepiece ini nantinya akan segera langsung memberikan umpan diagonal kepada Key Man yang sudah bergerak cepat untuk maju ke depan.

Maka itu, kamu perlu seorang Centrepiece yang memiliki playing stylesebagai ‘Orchestrator’ dengan posisi DMF dan kamu juga memerlukan Key Man yang memiliki playing stylesebagai ‘Goal Poacher’ dengan posisi CF.

Maka itu, sangat penting untuk memiliki pemain DMF dengan tipe Orchestrator serta pemain CF dengan tipe Goal Poacher di tim supaya kamu bisa mengaktifkan Link-up Play pada Fabio Capello di eFootball.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel mengenaiFormasi Terbaik Fabio Capello di eFootball 2026.
Semoga dengan adanya artikel ini bisa memudahkan kamu dalam memenangkan pertandingan di eFootball dengan menggunakan pengaturan dari formasi terbaik Fabio Capello ini.
Jangan lupa bahwa pengaturan formasi ini tentunya bisa kamu gunakan untuk eFootball 2026 versi Mobile, PC, maupun Konsol.
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya dari Kami:
Jika ada pertanyaan lebih lanjut, kamu dapat menggunakan fitur kolom komentar yang sudah tersedia di bawah artikel ini.
Oh iya, kamu juga bisa ceritakan di kolom komentar tentang bagaimana pengalamanmu dalam bermain eFootball ketika menggunakan formasi 3-4-3 ini.
Terima kasih sudah membaca artikel ini
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film
Slot Deposit Pulsa Indosat, Solusi Cepat Isi Saldo Game Favorit
1. Keunggulan Deposit Pakai Pulsa Indosat
- Cepat: Saldo langsung masuk ke akun setelah pulsa terpotong.
- Praktis: Tidak perlu rekening bank atau e-wallet.
- Fleksibel: Bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja selama pulsa cukup.
2. Cara Deposit Cepat
- Pilih situs slot online yang menerima pulsa Indosat.
- Masukkan nomor HP Indosat yang aktif.
- Pilih nominal deposit sesuai budget.
- Konfirmasi transaksi, tunggu saldo masuk.
- Mulai main slot favorit langsung.
3. Tips Agar Aman dan Efektif
- Gunakan situs yang resmi dan terpercaya.
- Mulai dengan deposit kecil untuk mengontrol pengeluaran.
- Catat setiap transaksi agar mudah dilacak.
- Manfaatkan bonus deposit atau promo untuk menambah saldo lebih hemat. Agen234