
IDNGem Scout: Zaid Imam Nawawi | Edisi 2
Nah, dalam edisi kedua ini saya ingin membahas salah satu pemain muda yang berposisi sebagai pemain sayap.
Ia memiliki beberapa kemampuan yang menarik perhatian saya di dalam atribut permainannya.Salah satunya adalah eksplosivitas dalam kemampuan ball-carrying.
Nama pemainnya adalah Zaid Imam Nawawi.
Siapa dia dan bagaimana gaya permainannya? Mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Mengenal Sekilas Tentang Zaid Imam Nawawi
Zaid Imam Nawawi merupakan pemain Indonesia asal Aceh kelahiran Lhokseumawe, 27 Agustus 2007.ÂHingga tulisan ini dimuat maka usianya masih 18 tahun.
Zaid memiliki tinggi badan sekitar 165 cm dengan posisi bermain sebagai sayap kanan atau Right Winger.
Pada tahun 2019, ia pernah memperkuat SSB Raja Bintang (Lhokseumawe) dalam mengikuti turnamen AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) Indonesia 2019.ÂZaid juga sempat membela SSB FOSSBI Rajawali Muda (Jakarta) sebagai perwakilan negara Indonesia yang mengikuti turnamen Danone Nations Cup 2019 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol.
Zaid juga pernah mengikuti turnamen Nusantara Open 2023 dengan memperkuat PSLS Lhokseumawe U17 dengan mencatatkan 3 penampilan di turnamen tersebut.
Kemudian, ia melanjutkan karirnya di klub Persija Jakarta U16 untuk mengikuti kompetisi elite usia muda di Indonesia yaitu Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 2023/2024. Bersama Persija U16, ia berhasil mencatatkan 18 penampilan dengan mencetak total 3 gol.

Sumber Foto Instagram: @zaidimammm
Musim selanjutnya, ia berhasil untuk naik kasta dengan mengikuti EPA Liga 1 U-18 2024/2025 dengan berseragam bersama Bali United U18. Di musim tersebut, ia berhasil mencatatkan 21 penampilan dengan total 2 gol yang berhasil ia sarangkan.
Musim ini (2025/2026), Zaid Imam resmi berseragam Nusantara United FC untuk mengikuti kompetisi Liga Nusantara atau Liga 3.
Semua informasi yang saya sebutkan di atas itu berdasarkan beberapa sumber yang saya temukan dan sudah saya olah dari internet. Berikut di bawah ini beberapa sumber informasi yang berasal dari internet:
- https://masakini.co/2022/10/07/sempat-berlaga-di-barcelona-pesepakbola-aceh-zaid-imam-antar-epa-persija-u-16-ke-final/
- https://live.lapangbola.com/players/69290
- https://persija.id/berita/detail/persija-u-16-jadi-pemuncak-klasemend
- https://www.instagram.com/p/DAWf2WYzVYF/
- https://www.instagram.com/p/DAVjCdLyiV5/?img_index=1
Jika teman-teman punya informasi tambahan yang lebih lengkap lagi, nanti bisa langsung saja menambahkannya di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah postingan ini.Â
Metode Scouting
Perlu saya beritahu bahwa saya menggunakan metode Video Scouting menggunakan Eye-Test untuk melihat permainan dari Zaid Imam Nawawi selama bermain di Liga Nusantara 2025/2026.
Niat saya sebenarnya juga ingin menambahkan penggunaan data statistik individu yang lebih mendalam dari permainan Zaid Imam Nawawi sebagaiÂbahan perbandingan terhadap apa yang sudah saya lihat permainannya secara langsung di lapangan melalui Video Scouting.Â
Namun, sayangnya saat ini saya belum bisa menemukan data statistik tersebut baik itu di website resmi PSSI maupun website resmi dari operator pengelola liga saat ini yaitu Ileague.
Maka itu, saya hanya bisa menyediakan data statistik umum saja di dalam pembahasan artikel ini.
Selanjutnya mengenai Video Scouting, kebetulan saya sudah menonton sekitar 3 pertandingan Nusantara United FC di Liga Nusantara musim ini yang kebetulan Zaid Imam bermain di pertandingan tersebut.
Adapun ketiga pertandingan ini adalah
- Nusantara United FC vs Batavia FC (Group Stage A) – 29 November 2025
- Nusantara United FC vs PSDS Deli Serdang (Group Stage A) – 03 Desember 2025
- Nusantara United FC vs Dejan FC (Group Stage A) – 15 Januari 2026
Semua pertandingan tersebut saya tonton secara full match melalui kanal video streaming yang kebetulan menyiarkan pertandingan Liga Nusantara 2025/2026.
Nah, berikut hasil dari ulasan dan analisisnya di bawah ini:
Scouting Report: Muhamad Sauqi Putra
Profil Pemain

- Tahun Kelahiran:Â 27-08-2007
- Usia:Â 18 tahun
- Kebangsaan:Â Indonesia
- Posisi:Â Right Winger, Left Winger.
- Klub:ÂNusantara United FC
- Nomor Punggung:Â 77 (Liga Nusantara 2025/2026)
- Tinggi Badan:Â 165 cm
Scouting Report
Movement and Positioning to Receive
Musim ini, Nusantara United FC sempat dilatih oleh 2 Pelatih Kepala yaitu Apridiawan dan Ismed Sofyan.
Coach Apridiawan menggunakan pola formasi dasar 4-2-3-1 sedangkan Coach Ismed Sofyan menggunakan 4-4-2.

Bersama dua pelatih tersebut, Zaid Imam Nawawi akan ditempatkan di posisi Winger kanan. Namun, dalam match melawan Batavia FC ( Desember 2025) Zaid sempat berotasi menjadi Winger kiri oleh Coach Apridiawan selama pertandingan berlangsung.
Ketika Nusantara United sedang memprogresikan serangan maka Zaid akan sering kali beroperasi di koridor sebelah kanan serangan, baik itu di Wide Area maupun Half-space.
Zaid menunjukkan keaktifannya dalam mencari ruang di antara lini tengah dan lini belakang tim lawan. Ia juga akan sering mencari celah untuk melakukan pergerakan ke ruang yang ada di belakang garis pertahanan lawan.
Sebelum menerima bola, Zaid akan memperagakan open body shape secara konsisten sehingga dirinya mudah untuk membuat aksi lanjutan ketika ia sudah menerima bola.
Ia menunjukkan First Touch yang baik ketika menerima bola dengan kedua kakinya. Zaid juga mampu melakukan gerakan Turn (memutar badan) yang baik ketika dirinya menerima bola.
Namun, terkadang ia masih kurang waspada dalam melihat situasi pergerakan lawan di sekitarnya sebelum dirinya menerima bola.
Zaid cenderung masih terpaku terhadap arah umpan bola yang ditujukan kepada dirinya tanpa menyadari keberadaan lawan di belakang yang sedang menekan dirinya.
Hal ini menyebabkan Zaid beberapa kali kehilangan kontrol akibat lawan berhasil merebut bola terlebih dahulu sebelum ia menerima bola sepenuhnya.
Dalam situasi Build-up terkadang Zaid masih memosisikan dirinya terlalu jauh dari jangkauan umpan rekan-rekannya.
Ia akan cenderung bergerak terlalu dini ke depan sehingga akan ada gap atau jarak yang terlalu jauh antara Zaid dengan rekannya yang sedang menguasai bola.
Dengan adanya jarak kelebaran yang terlalu jauh tersebut membuat rekannya yang berposisi sebagai Defender maupun Midfielder beberapa kali kesulitan untuk memberikan distribusi umpan kepada Zaid karena jangkauannya tidak terlalu baik.
Dribbling and Carrying
Dalam memprogresikan bola, Zaid memiliki keberanian untuk bermain di bawah tekanan maupun ruang-ruang sempit. Ia akan mengandalkan eksplosivitas dan kecepatannya dalam membawa bola. Kemampuannya dalam melakukan akselerasi jarak jauh-menengah terlihat sangat baik ketika membawa bola di sisi sayap.

Sumber Foto Instagram: @nusantaralampungfc
Zaid akan menggunakan kemampuan dribbling 1v1 untuk melewati lawannya. Pergerakan dribbling-nya ini cenderung untuk masuk ke tengah (inside). Ia akan memanfaatkan beberapagerakan skill dari kedua kakinya serta menggunakan body feint untuk melewati lawannya.
Meski begitu, kecermatannya dalam membaca situasi untuk memprogresikan bola melalui dribbling 1v1 masih harus ditingkatkan lagi.
Terkadang ia akan memaksakan dirinya untuk melewati lawan melalui aksi individunya padahal lawannya tersebut sedang dalam situasi unggul jumlah (1v2, 1v3) sehingga beberapa kali Zaid cukup mudah kehilangan penguasaan bola.
Terlebih jika Defender yang dihadapi oleh Zaid memiliki fisik dan tinggi badan yang menjulang maka Zaid akan cukup kesulitan dalam menghadapinya mengingat ia hanya memiliki tinggi sekitar 165 cm.
Meski begitu, ia tidak takut untuk berbenturan badan maupun menghadapi lawan yang punya fisik lebih kuat darinya.
Creating and Converting Chances
Pada situasi Attacking, Zaid akan sering beroperasi di sisi kanan lapangan. Beberapa penetrasi sering ia lakukan dengan pergerakan Inside melalui dribbling 1v1 di sisi kelebaran maupun half-space kanan.
Ia juga menunjukkan kemahirannya dalam memainkan Combination Play di sisi sayap bersama rekan-rekannya.
Golnya ke gawang Batavia FC diawali dengan kombinasi permainan satu sentuhannya dengan membentuk Third Man Run dan diakhiri melalui gerakan Inside dengan melakukan Shooting menggunakan kaki kiri.
Kamu bisa menonton proses terjadinya gol Zaid Imam dalam link video yang saya bagikan di bawah ini:
Namun, secara keseluruhan kemampuan Shooting dari Zaid masih perlu ditingkatkan lagi terutama terkait akurasi tendangannya yang masih belum sepenuhnya konsisten.
Selain itu, biasanya ia akan mengkreasikan peluang dari sisi sayap melalui Crossing maupun Through Passes kepada rekan penyerang setimnya di final third. Namun, beberapa Crossing dan umpan terobosannya masih terlihat belum maksimal terkait jangkauan umpannya.
Zaid tidak ragu untuk menggunakan kedua kakinya dalam mendistribusikan bola maupun mengkreasikan peluang. Kapasitas dari penggunaan kaki kanan maupun kaki kirinya terlihat sama baiknya walaupun secara frekuensi terlihat bahwa kaki kanannya akan sering ia gunakan daripada kaki kirinya.
Tracking Back and Pressing
Dalam situasi Defense, Zaid menunjukkan kedisiplinan yang tinggi terkait Positioning ketika transisi negatif. Ia akan berinisiatif secara cepat untuk turun ke bawah dalam upayanya menjaga Shape bertahan dari tim.
Defensive Positioning yang dilakukannya terlihat konsisten dan efektif dalam mencegah munculnya ruang yang bisa dieksploitasi oleh lawannya dengan segera menutup dan merapatkan jarak antarlini pemain ketika bertahan.Â
Ia juga memiliki koneksi yang bagus terhadap rekan Full-back di sebelah kanan dalam melakukan Covering Area.
Secara keseluruhan, Zaid menunjukkan pemahaman yang cukup baik dalam melakukan tekanan terhadap lawannya. Pressing yang dilakukannya tidak akan ditujukan untuk langsung merebut bola dari lawannya namun ia akan membayangi pergerakan lawannya sedang menguasai bola dengan menutup jalur umpannya.
Namun dalam beberapa situasi, terkadang ia masih terlalu agresif dalam melakukan duel perebutan bola dengan lawannya. Beberapa tekel yang dilakukannya masih kurang konsisten.
Statistik Individu
Zaid Imam Nawawi mencatatkan waktu 533 menit bermain dari hasil 8 penampilannya bersama Nusantara United FC selama bermain di Liga Nusantara 2025/2026. Dari seluruh 8 penampilannya ini, Zaid berhasil mencetak 1 gol yang di mana gol ini berhasil ia lesakkan ke gawang Batavia FC.Â
- Appearances: 8 (533 minutes played)Â
- Goal: 1
- Yellow Card: 2
- Red Card: 1
Untuk statistik individu di atas saya ambil datanya dari website ileague.id dan transfermarkt.co.id.
Conclusion
Zaid Imam Nawawi merupakan pemain sayap yang dinamis dengan karakter bermain yang cepat dan direct-vertical ketika menyerang dari sisi lebar lapangan.
Pergerakannya di ruang antar lini serta keberaniannya dalam situasi 1v1 menjadikannya sebagai outlet serangan yang efektif terutama pada saat fase transisi menyerang.
Ia memiliki kecenderungan dalam melakukan penetrasi ke dalam (inside movement). Zaid juga mempunyai akselerasi yang baik serta mampu melakukan kombinasi permainan di ruang sempit secara efektif.
Dalam aspek bertahan, Zaid menunjukkan etos kerja yang bagus dan disiplin secara taktikal terutama saat melakukan tracking back. Ia cukup konsisten dalam menjaga shape bertahan tim serta mampu membantu full-back melalui positioning serta pressing yang terarah.

Sumber Foto Instagram: @nusantaralampungfc
Namun, konsistensi dalam pengambilan keputusannya masih menjadi area yang harus dikembangkan jauh lebih baik lagi.
Lalu, aspek permainan seperti Game Awareness sebelum menerima bola di bawah tekanan, movement timing saat build-up, kualitas eksekusi akhir dalam mendistribusikan maupun menyelesaikan peluang di final third masih perlu ditingkatkan.
Keterbatasan fisik yang ia miliki saat menghadapi defender lawan yang lebih besar juga perlu diimbangi dengan kemampuan pergerakan yang lebih cerdas serta sirkulasi bola yang lebih cepat lagi.
Secara keseluruhan, Zaid Imam adalah Inverted Winger cepat yang efektif dalam permainan ruang terbuka serta situasi counter-attacking.
Potensinya cukup tinggi untuk bisa bermain di level tertinggi dalam sepakbola Indonesia dengan catatan ia mampu meningkatkan beberapa kekurangan yang ada di dalam permainannya saat ini dan mampu mengembangkan kemampuannya lebih baik lagi.
Menurut opini pribadi dari saya, berdasarkan keseluruhan dari hasil analisis yang sudah saya buat di atas maka Zaid Imam Nawawi bisa diproyeksikan sebagai pemain reguler di level kompetisi Indonesia Championship atau Liga 2 di masa mendatang.
Namun, saya yakin Zaid juga mampu dan memiliki kompetensi untuk bisa bermain di level tertinggi seperti Indonesia Super League atau Liga 1 dengan catatan ia harus bisa secara konsisten untuk mengembangkan area-area kekurangannya saat ini terutama dalam hal Decision-Making dan Game Awareness.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel dariIDNGem Scout: Zaid Imam Nawawi | Edisi 2 – Liga Nusantara 2025/2026 kali ini. Saya sangat tertarik untuk melihat perkembangan lebih lanjut dari permainan Zaid Imam di masa mendatang nanti.
Harapan dari saya, tentunya ia bisa terus mendapatkan jam terbang yang tinggi di klubnya saat ini untuk bisa mengeluarkan seluruh potensi yang saat ini ia miliki. Saya juga berharap ia bisa terus mengembangkan performanya secara konsisten supaya dirinya bisa bermain di level kompetisi yang lebih tinggi lagi.
Selain dari tulisan di blog ini, saya juga memiliki ulasan dan analisa berdasarkan metode FA 4 Corner Model (Technical, Tactical, Physical, dan Mental) dari permainan Zaid Imam Nawawi dalam bentuk Player Report. Berikut laporannya di bawah ini:
Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi saya setelah menonton permainan Zaid Imam Nawawi secara lengkap melalui metode Video Scouting.
Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedbackdari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.
Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.
Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.
Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.
Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.
Sekian dan Terima Kasih
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

IDNGem Scout: Muhamad Sauqi Putra
Masih dalam edisi Piala Soeratin U-17 Nasional 2025, IDNGem Scout kali ini akan mengulas permainan dari salah satu pemain muda potensial yang berposisi sebagai bek tengah.
Pemain ini menampilkan kelugasan serta ketangkasan bermain yang sangat baik ketika bertahan di lini belakang. Lantas siapakah nama pemain tersebut?
Namanya adalah Muhamad Sauqi Putra.
Mengenal Sekilas Tentang Muhamad Sauqi Putra
Muhamad Sauqi Putra merupakan pemain Indonesia asal kelahiran Jakarta, 20 Februari 2009.ÂHingga tulisan ini dimuat maka usianya masih 16 tahun.
Sauqi memiliki tinggi badan sekitar 178 cm dengan posisi bermain sebagai bek tengah atau Centre Back.
Pada tahun 2022, namanya pernah tercatat sebagai pemain Pro Direct U13 dengan bermain di kompetisi Liga RMOL U-13.
Selanjutnya pada musim 2024/2025, Sauqi bergabung dengan Persija Jakarta U16 untuk mengikuti kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16. Ia mencatatkan 6 penampilan bersama Persija di EPA Liga 1 U-16 2024/2025.
Dan pada tahun 2025 lalu, ia bermain bersama Persija Jakarta U17 untuk mengikuti turnamen Piala Soeratin U17 Nasional dan berhasil membawa timnya ke Semi Final dengan predikat sebagai juara ketiga di turnamen tersebut.
Tidak banyak informasi mengenai karir Muhamad Sauqi Putra sebelum ia bergabung dengan Persija yang bisa saya bagikan saat ini.
Jika teman-teman punya informasi tambahan yang lebih lengkap lagi, nanti bisa langsung saja menambahkannya di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah postingan ini.Â
Semua informasi yang saya sebutkan di atas itu berdasarkan beberapa sumber yang saya temukan dan sudah saya olah dari internet. Berikut di bawah ini beberapa sumber informasi yang berasal dari internet:
- https://www.ligarmol.id/profile/278
- https://www.ligarmol.id/team/18
- https://live.lapangbola.com/players/81008
- https://www.ligaindonesiabaru.com/clubs/singleplayer/epa_liga_1_u16_2024-25/muhamad_sauqi_putra?token=UDAuMTUyNTAyNDI=#
Metode Scouting
Perlu saya beritahu bahwa saya menggunakan metode scouting menggunakan Eye-Test untuk melihat permainan dari Muhamad Sauqi Putra selama bermain di Piala Soeratin U17 Nasional 2025.
Sebenarnya saya ingin sekali menggunakan penggunaan data statistik individu dari Muhamad Sauqi Putra yang lebih mendalam sebagai bahan perbandingan terhadap apa yang sudah saya lihat permainannya di lapangan. Namun, sayangnya saya belum bisa menemukan data statistik tersebut baik itu di website resmi PSSI maupun Piala Soeratin Nasional itu sendiri.
Jadi, untuk saat ini saya akan tetap menonton sekitar 3 pertandingan Persija Jakarta U17 yang kebetulan Muhamad Sauqi Putra bermain di pertandingan tersebut.
Adapun ketiga pertandingan tersebut adalah
- Persija Jakarta U17 vs Persebaya Surabaya U17 (Quarter Final) – 13 September 2025
- Persija Jakarta U17 vs Persika Karanganyar U17 (Semi Final) – 15 September 2025
- Persija Jakarta U17 vs Juang FC Bireun U17 (3th Place) – 17 September 2025
Semua pertandingan tersebut saya tonton secara full match melalui kanal video streaming yang kebetulan menyiarkan pertandingan Piala Soeratin U-17 Nasional 2025.
Nah, berikut hasil dari ulasan dan analisisnya di bawah ini:
Scouting Report: Muhamad Sauqi Putra
Profil Pemain

- Tahun Kelahiran: 21-02-2009
- Usia: 16 tahun
- Kebangsaan: Indonesia
- Posisi: Centre BackÂ
- Klub:Persija Jakarta U-17
- Nomor Punggung: 15 (Piala Soeratin U17 Nasional 2025)
- Tinggi Badan: 178 cm
Scouting Report
Defensive Positioning
Posisi utama permainan dari Muhamad Sauqi Putra di lapangan adalah sebagai Centre Back (CB) atau bek tengah.Â
Di bawah asuhan coach Maman Abdurrahman, Sauqi biasanya akan ditempatkan sebagai CB sebelah kanan dalam formasi 4 bek. Meski begitu, ia juga pernah ditempatkan di posisi CB sebelah kiri pada saat melawan Juang FC Bireun.
Sauqi juga sempat dipasang sebagai CB tengah ketika Persija memainkan skema 3 bek. Hal ini sempat dialami Sauqi ketika ia bermain menghadapi Persika Karanganyar dalam fase Semi Final di Piala Soeratin U17 Nasional 2025.

Selama bermain di Piala Soeratin U17 Nasional bersama Persija, Positional Play ketika bertahan merupakan salah satu atribut permainan terbaik yang dimiliki oleh Muhamad Sauqi Putra.
Sauqi memiliki spatial awareness yang tinggi terutama pada saat dirinya sedang bertahan di Defensive Third. Keterampilan kognitif Sauqi sangat baik dalam melihat situasi permainan di sekitarnya. Ia sangat cermat dalam melihat arah pergerakan bola maupun lawan di area zona penjagaannya.
Hal ini terlihat dari bagaimana cara Sauqi mengatasi arah serangan yang dilakukan oleh tim lawan pada saat Persija mengalami fase transisi negatif. Ia sering kali menunjukkan kemampuannya dengan baik dalam memotong jalur umpan lawan yang langsung mengarah ke jantung pertahanan dari Persija U17.
Beberapa aksi intersep maupun sapuannya untuk membuang bola dilakukannya secara efektif dalam menetralisir serangan-serangan lawan yang berasal dari umpan jarak jauh maupun crossing.
Reaksi serta ketangkasannya terlihat cukup cepat dalam menanggapi serangan-serangan tersebut di belakang. Body shape serta koordinasi gerak badannya dapat ia atur dengan baik dan stabil dalam menjaga pandangannya ke depan untuk melihat situasi pergerakan maupun arah serangan lawannya.
Selain itu, Sauqi sangatlah disiplin dalam menjaga lawannya 1v1Âserta efektif dalam menutup ruang pergerakan dari lawannya yang sedang menguasai bola.
Baik itu posisi bermainnya sebagai CB dalam skema 4 bek maupun 3 bek, Sauqi terlihat mampu menjaga kedalaman di lini belakang dengan baik.
Seringkali ia menempatkan dirinya di posisi yang lebih dalam di lini belakang sehingga hal tersebut membuat Sauqi terkadang menjadi salah satu pemain terakhir yang harus memotong alur serangan lawan yang mengarah langsung ke lini belakang sebelum serangan tersebut masuk ke dalam jangkauan dari penjaga gawang Persija U17.
Kemampuannya dalam menjaga serta mengatur pola shape dari pertahanan di belakang dapat terkoordinasi dengan baik melalui arahan serta kerja samanya bersama rekan bek tengah lainnya di lini pertahanan.
Terlepas dirinya yang mengemban sebagai kapten tim di Persija U17 selama bermain di Piala Soeratin, terlihat Sauqi cukup membuktikan bahwa dirinya layak memimpin rekan-rekan setimnya di lapangan.
Sauqi terlihat cukup vokal dalam berkomunikasi dengan rekan-rekannya di belakang dalam memimpin lini pertahanan tim.Â
Ia mampu memberikan arahan yang baik dengan gestur yang jelas kepada rekan-rekannya untuk mengontrol ketinggian maupun kedalaman garis pertahanan tim maupun mengatur kerapatan jarak antar lini pemain di belakang.
Video Footage: Defensive Positioning
Saya kebetulan juga sudah menyediakan video footage dari permainan Muhamad Sauqi Putra termasuk dengan hasil analisis mengenai aspek Defensive Positioning di dalam videonya.
Berikut link videonya di bawah ini:
Defensive Duel
Sauqi merupakan pemain yang memiliki agresi serta determinasi tinggi di lapangan terutama ketika ia melakukan aksi individunya pada saat bertahan.
Kedewasaan serta kematangannya bisa ia tunjukkan dengan baik di lapangan terutama dalam melakukan duel-duel di kotak pertahanan sendiri.
Kehadirannya di sepertiga pertahanan (Defensive Third) sendiri sangatlah mendominasi terutama dalam aspek permainan aerial duel.
Duel-duel yang dilakukannya dalam mengantisipasi arah serangan dari udara terlihat sangat solid dan kuat.Â
Sauqi tidak hanya mengandalkan ketinggian dari tubuhnya saja (178 cm) namun timing dari lompatannya yang efektif juga menjadi salah satu keunggulan bagi diri Sauqi ketika ia berhadapan 1v1 dengan penyerang lawan dalam memperebutkan bola di udara.
Spatial Awareness yang cukup tinggi membuat dirinya juga sangat cermat dalam mengantisipasi umpan lambung maupun crossing dari lawannya
Seringkali dirinya cukup lugas dalam melakukan intersep untuk memotong umpan-umpan tersebut dengan baik. Sapuan bola melalui kaki maupun kepalanya juga bisa ia lakukan secara efektif.

Sumber Foto Instagram: @persija.ac (Sauqi bernomor punggung 15)
Selain dari aksi bertahannya di udara, Sauqi juga punya kemampuan individu bertahan yang baik di area tanah (ground duel).
Dengan mengandalkan kemampuan reading the game yang baik serta kecermatannya yang bagus ketika menghadapi lawannya dalam situasi 1v1 maka ia mampu melakukan aksi individu bertahan yang sangat baik untuk menutup ruang gerak dari lawan-lawannya terutama para penyerang tengah yang sering ia jaga di belakang.
Pendekatan pressing yang dilakukannya juga terlihat cukup baik dalam menutup ruang dan pergerakan dari lawan di sekitar area penjagaannya.Â
Penggunaan dari posisi tubuhnya dalam mengatur dan mengoordinasikan laju kecepatan serta arah tekanan dalam memberikan suatu pressing kepada lawannya bisa dilakukannya dengan baik dan benar.
Defending 1v1 yang dilakukannya juga terlihat sangat solid dan kuat. Beberapa aksi tekel sederhana maupun sliding tackle yang ia ambil mampu dilakukannya dengan timing pengambilan keputusan yang cermat sehingga ia jarang sekali mendapatkan pelanggaran ketika dirinya ingin mengambil bola langsung dari penguasaan lawannya.
Sauqi juga terkadang akan menggunakan tubuh bagian atasnya untuk melakukan duel badan dalam memperebutkan bola 1v1 dari lawannya. Tampilan postur serta fisik dari tubuhnya terlihat cukup tegap dan kuat.
Sauqi bukan termasuk tipe pemain yang cepat dan lincah dalam melakukan akselerasi. Terkadang ia akan cukup kesulitan jika dirinya berhadapan dengan para penyerang yang memiliki kelincahan serta akselerasi yang bagus dalam menggiring bola.
Meski begitu, ia cukup bisa mengatasi kekurangannya ini dengan melakukan positional play yang baik pada saat transisi negatif serta mengandalkan ketenangan dan kecermatannya dalam melakukan defending 1v1.
Video Footage: Defensive Duel
Saya kebetulan juga sudah menyediakan video footage dari permainan Muhamad Sauqi Putra termasuk dengan hasil analisis mengenai aspek Defensive Duel di dalam videonya.
Berikut link videonya di bawah ini:
Set Piece Duel (Corner Kick)
Dalam situasi attacking corner, Sauqi akan sering melibatkan dirinya untuk masuk ke kotak penalti lawan. Ia akan memosisikan dirinya di area far post atau tiang jauh. Beberapa lompatan maupun heading yang dilakukannya terlihat belum terlalu maksimal.
Sedangkan ketika situasi defending corner, Sauqi akan menempatkan dirinya di area tengah dalam kotak. Terlihat kemampuan duel udaranya dalam mengantisipasi bola udara dari hasil corner kick yang dilakukan oleh tim lawan bisa dihalau dengan baik.
Build-up
Persija U-17 sering kali untuk melibatkan pemain belakangnya agar bisa membangun serangan dari bawah terlebih dahulu. Sauqi menjadi salah satu pemain yang akan cukup banyak terlibat dalam hal tersebut.
Secara garis besar, Sauqi cukup baik untuk bisa melakukan distribusi umpan dengan melakukan sirkulasi melalui umpan-umpan sederhananya di belakang maupun mengarahkan progresinya ke depan maupun sisi kelebaran.
Akan tetapi, ia masih kurang konsisten dalam memberikan umpan progresi dengan baik ke depan terutama melalui umpan panjang vertikalnya.
Jangkauan dari umpan panjang yang diberikan oleh Sauqi terkadang beberapa kali terlihat masih kurang presisi untuk dijangkau dengan baik oleh rekannya.Â
Ia juga akan sedikit kurang nyaman jika dirinya mendapatkan tekanan tinggi dari lawannya sehingga arah jangkauan dari passing yang dilakukannya menjadi tidak stabil dan kurang terarah dengan baik.
Sauqi terkadang juga akan cenderung bermain aman dengan memberikan back pass ke kiper jika ia kesulitan memprogresikan bola ke depan karena pressing tinggi dari lawannya.
Distribusi umpan maupun progresi yang dilakukannya dalam membangun serangan cukup didominasi oleh penggunaan kaki kanannya. Namun, terkadang kaki kirinya bisa juga ia gunakan meski itu terbatas pada umpan-umpan sederhana saja.
Video Footage: Build-up
Saya kebetulan juga sudah menyediakan video footage dari permainan Muhamad Sauqi Putra termasuk dengan hasil analisis mengenai aspek Build-up di dalam videonya.
Berikut link videonya di bawah ini:
Statistik Individu
Muhamad Sauqi Putra mencatatkan waktu 450 menit bermain dari hasil 6 penampilannya bersama Persija Jakarta selama bermain di Piala Soeratin U-17 Nasional 2025.
Sauqi menjadi starting dan bermain selama 90 menit bersama Persija ketika berhadapan dengan Gasman Majene (Fase Grup), Waamanat Bhintuka FC (16 Besar), Persebaya Surabaya (8 Besar), dan Persika Karanganyar (Semi Final).
Sauqi menjadi pemain pengganti di babak kedua dengan bermain sekitar 18 menit ketika berhadapan dengan Berau Marine. Sedangkan pada pertandingan perebutan juara ketiga (3th Place) menghadapi Juang FC, Sauqi bermain sebagai starting dengan waktu bermain sekitar 72 menit.
- Appearances: 6 (5 Starting/1 Substitute)Â
- Minutes Played: 450
Untuk statistik individu yang lebih mendalam dari permainan Muhamad Sauqi Putra ketika bermain di Piala Soeratin U-17 Nasional 2025 itu sampai saat ini saya belum bisa menemukan datanya sama sekali di Internet.
Maka itu, saya hanya bisa memberikan data statistik yang sifatnya umum saja di tulisan ini.
Conclusion
Muhamad Sauqi Putra merupakan bek tengah dengan kualitas bertahan yang sangat solid (Defensive Centre Back) terutama dalam aspek permainannya seperti positional defending, spatial awareness, dan duel defensif. Ia menunjukkan kedewasaan bermain yang cukup menonjol di level usianya saat ini.Â
Kemampuannya dalam membaca permainan, menjaga kedalaman di lini belakang, serta memutus alur serangan lawan bisa dilakukannya secara baik dan konsisten melalui intersep dan duel udara.Â
Perannya sebagai kapten tim juga bisa diembannya dengan baik melalui komunikasinya yang aktif di lapangan serta kepemimpinannya yang baik dalam mengorganisasikan struktur pertahanan tim di lini belakang.
Sauqi memiliki keunggulan permainan dalam situasi bertahan 1v1 serta aerial duel. Ia mengandalkan timing, ketenangan, serta pengambilan keputusan yang tepat meskipun bukan tipe pemain yang punya akselerasi kecepatan yang menonjol. Kekurangan dalam akselerasinya tersebut mampu ia imbangi dengan kemampuan positional play serta disiplin bertahan yang baik.
Dalam fase build-up, Sauqi cukup baik dalam melakukan sirkulasi maupun mendistribusikan bola dari bawah. Namun, ia masih perlu meningkatkan konsistensi dalam memberikan umpan progresif yang baik dan efektif lagi terutama ketika ia sedang dalam tekanan tinggi dari lawannya.
Secara keseluruhan, Sauqi adalah Centre Back dengan atribut defensif yang kuat dan solid. Dengan usianya yang masih sangat muda tentu potensi perkembangannya masih sangat besar di masa depan.Â
Tentu beberapa area permainannya masih perlu ada pengembangan yang lebih baik lagi seperti meningkatkan kualitas distribusi bola terutama dalam memberikan umpan progresi yang baik dan efektif serta ia harus lebih tenang lagi jika dirinya sedang menguasai bola di bawah tekanan.
Menurut opini pribadi dari saya, berdasarkan keseluruhan dari hasil analisis yang sudah saya buat di atas maka Muhamad Sauqi Putra saat ini sudah bisa menjadi pemain utama di Elite Pro Academy (EPA) Super League ataupun pemain muda reguler di Liga Nusantara (Liga 3) ke depannya.
Saya juga sangat yakin bahwa bakat dan potensinya saat ini memungkinkan bagi dirinya untuk bisa bermain di level Indonesia Championship (Liga 2) sebagai pemain utama suatu hari nanti.Â
Meski begitu, saya juga meyakini bahwa Sauqi cukup kompeten untuk bisa bermain di level tertinggi lagi seperti Indonesia Super League (Liga 1) dengan catatan ia harus terus menjaga konsistensi dari performa permainannya serta memperbaiki beberapa kekurangannya saat ini.
Berdasarkan gaya bermain dari Sauqi saat ini maka ia akan cocok untuk bermain dengan tim yang mengandalkan gaya permainan bertahan secara terstruktur melalui medium block/low block mengingat atribut bertahan yang dimilikinya itu sangat baik.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel dariIDNGem Scout: Muhamad Sauqi Putra kali ini. Saya sangat tertarik untuk melihat perkembangan lebih lanjut dari permainan Sauqi di masa mendatang menanti.
Harapan dari saya, tentunya ia bisa mendapatkan lingkungan yang tepat bagi perkembangan dirinya saat ini dan ia bisa mendapatkan jam terbang yang lebih tinggi lagi dengan bermain di level kompetisi yang lebih tinggi lagi.
Saya yakin Sauqi bisa mengeluarkan seluruh potensi besar yang ada di dalam dirinya saat ini jika ia dibina secara tepat dan benar.
Selain dari tulisan yang saya tulis di blog ini, saya juga memiliki ulasan dan analisa berdasarkan metode FA 4 Corner Model (Technical, Tactical, Physical, dan Mental) dari permainan Muhamad Sauqi Putra dalam bentuk Player Report. Berikut laporannya di bawah ini:
Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi saya setelah menonton permainan Muhamad Sauqi Putra secara lengkap melalui metode Video Scouting.
Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedbackdari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.
Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.
Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.
Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.
Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.
Sekian dan Terima Kasih
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

IDNGem Scout: Izzan Al Nasir
Tri Brata Rafflesia di bawah asuhan M. Nasir akan menggunakan dua pola formasi dasar di dalam skema permainannya yaitu 4-1-3-2 atau 3-4-3.Â
Izzan Al Nasir akan ditempatkan sebagai seorang Centre Back di lini belakang dari pertahanan Tri Brata.Â
Dalam skema formasi 4 bek, Izzan akan ditempatkan sebagai Centre Back sebelah kanan, sedangkan dalam skema formasi 3 bek maka ia akan ditempatkan sebagai Wide Centre Back sebelah kanan.
Izzan memperlihatkan positional play yang sangat baik terkait pemosisian dirinya sebagai Centre Back maupun Wide Centre Back dalam menjaga bentuk shape pertahanan maupun pada saat tim sedang melakukan build-up di lini belakang.Â
Dalam fase penguasaan bola yang dilakukan oleh Tri Brata Rafflesia, Izzan akan sering kali menjadi salah satu pemain pertama yang akan melakukan build-up permainan dari belakang selain kiper. Maka itu, ia akan mendekatkan dirinya ke gawang untuk menyediakan opsi umpan pertama bagi kiper.
Pada saat ia sudah mendistribusikan bola ke depan maupun ke arah rekan terdekatnya maka Izzan tidak akan stay di belakang. Ia akan cenderung langsung bergerak secara perlahan ke depan untuk menaikkan garis pertahanannya ke atas.
Namun, jika ia bermain dalam skema formasi 3 bek maka Izzan akan sedikit bergerak melebar ke kanan terlebih dahulu sembari menaikkan garis pertahanannya ke atas. Bahkan ia terkadang akan bergerak maju hingga setengah lapangan atas.
Hal tersebut ia lakukan karena Tri Brata menerapkan permainan High Defensive Line ketika sedang menguasai bola dan Izzan mampu menerapkan taktik tersebut ke dalam permainannya dengan baik.
Sentuhan pertama (First Touch) dari Izzan dalam menerima bola terlihat baik dan konsisten. Ia mampu mengarahkan dan mengontrol bola yang diterimanya dengan menggunakan kedua kakinya sehingga bola dapat ditempatkan ke ruang yang ia inginkan.
Izzan juga kerap kali membentuk open body shape pada saat menerima bola secara konsisten sehingga hal ini memudahkan dirinya untuk langsung segera melakukan aksi lanjutan seperti melakukan progresi bola maupun distribusi umpan.
Dari segi komunikasi, Izzan termasuk salah satu pemain yang proaktif di belakang dengan sering kali memberikan arahan serta gestur yang jelas terhadap rekan setimnya dalam mengatur dan mengoordinasikan garis pertahanan tim ketika fase build-up maupun transisi.

Sumber Foto Instagram: @tribratarafflesia.fc
Ball Progression and Distribution
Izzan akan banyak terlibat dalam fase membangun serangan yang dilakukan oleh Tri Brata Rafflesia.Â
Mengingat perannya sebagai salah satu orang pertama yang melakukan build-up di lini belakang maka ia akan sering melakukan sirkulasi bola maupun mengarahkan progresi serangan dari bawah.
Beberapa progresi bola akan dilakukannya dengan cara mendistribusikan bola ke rekan-rekannya melalui permainan umpan pendek maupun umpan panjang.
Izzan tidak hanya sekadar bermain aman dengan memberikan umpan-umpan pendek di belakang untuk melakukan sirkulasi bola saja namun ia kerap kali akan memberikan umpan progresi ke depan yang mampu melewati garis depan dari lini pertama pressure tim lawan.Â
Hal yang dilakukannya ini cukup konsisten dan efektif untuk langsung mengarahkan serangan Tri Brata ke area middle third ataupun ke final third.
Beberapa umpan pendek maupun umpan panjang vertikal bisa diberikan oleh Izzan dengan jangkauan dan akurasi yang baik kepada rekan-rekannya. Ia juga bisa melakukan switch play secara efektif melalui umpan-umpan diagonalnya ke arah wide area.
Izzan tidak akan terlalu terburu-buru dalam memberikan umpan progresi ke depan karena sebelum dirinya memberikan umpan maka ia akan memastikan terlebih dahulu situasi ruang di sekitarnya dan juga melihat arah pergerakan rekan-rekannya di depan.
Izzan akan sering kali menggunakan kaki kanan daripada kaki kirinya dalam mendistribusikan bola. Penggunaan kaki kirinya cukup terbatas dan hanya sesekali dipakai untuk memainkan umpan-umpan yang lebih safe.
Meskipun kecenderungannya dalam memprogresikan bola sering kali melalui distribusi umpannya, namun Izzan terkadang akan berani untuk melakukan pergerakan underlap jika ia menemukan ruang bebas di depannya.Â
Jika dirinya kurang mendapatkan tekanan maupun kawalan dari pemain lawan secara ketat maka ia akan mencoba untuk membawa bola ke sisi half space sebelah kanan lalu dilanjutkan dengan melepaskan umpan diagonal ataupun crossing ke kotak. Izzan terlihat memiliki akselerasi kecepatan yang cukup baik untuk berlari dalam jarak pendek.
Defensive Play
Untuk aspek Defensive Play, saya akan mengulas Positional Defending serta Defensive Duel dari Izzan Al Nasir.
Positional Defending
Izzan mampu bekerja sama serta mengoordinasikan lini belakang bersama rekan setimnya dengan baik terutama dalam mengatur jarak kerapatan antar lini serta ketinggian garis lini pertahan ketika fase out possession.
Dalam skema formasi 3 bek yang di mana ia bermain sebagai Wide Centre Back kanan maka Izzan mampu melakukan covering posisi yang ditinggalkan oleh Wing Back kanan ketika fase transisi bertahan dengan baik.
Ball Recovery ketika bertahan juga terlihat cukup cepat dan solid. Ia bisa membaca arah serangan lawan yang ada di depannya dengan tepat serta cepat dalam memotong jalur umpan dari lawannya dengan banyak melakukan intersep maupun sapuan bola secara efektif dan konsisten di lapangan.
Beberapa pressing yang dilakukannya juga terlihat cukup efektif untuk memberi tekanan dan menutup pergerakan lawannya dalam situasi bertahan 1v1.Â
Hal yang terkadang menjadi isu dalam permainannya adalah kestabilannya dalam melakukan zonal marking masih terlihat kurang konsisten.Â
Beberapa kali Izzan masih melakukan ball watching ketika bertahan tanpa menyadari ruang dan gerak dari pemain lawan yang ada di sekitarnya.
Kesadaran serta konsentrasinya dalam melihat situasi pergerakan lawannya di sekitar area penjagaannya terkadang masih luput dari penglihatannya karena terlalu terfokus pada arah bola saja.Â
Hal ini membuat lawan dengan mudah lepas dari kawalan Izzan dan mampu bergerak secara leluasa untuk melakukan penetrasi ke area pertahanan dari Tri Brata Rafflesia FC.
Defensive Duel
Izzan pemain yang sangat berani dan agresif dalam melakukan ground duel (tanah) maupun aerial duel (udara) ketika bertahan.Â
Tampilan fisik dari postur badannya terlihat cukup tegap dan kuat secara fisik untuk melakukan duel badan terhadap lawannya dalam situasi perebutan bola.Â
Walau tinggi badannya hanya sekitar 176 cm namun Izzan memiliki kemampuan timing melompat serta membaca permainan yang baik dalam mengantisipasi bola-bola di udara.

Sumber Foto Instagram: @tribratarafflesia.fc
Duel permainan yang ia lakukan di udara terlihat sangat kuat dengan sering kali mampu mengantisipasi serta menghalau aliran umpan panjang dari lawannya melalui sundulannya untuk menyapu bola. Beberapa kali ia juga mampu memenangi perebutan bola secara efektif di udara melalui lompatan serta duel badannya.Â
Aspek permainan dari ground duel yang dilakukannya juga terlihat bagus dan solid. Ia akan bereaksi cepat dalam menghalau maupun menutup gerakan lawan di depannya.
Izzan akan melakukan marking maupun pressing terhadap lawannya dalam 1v1. Ia berani menjatuhkan badannya untuk melakukan sliding tackle maupun duel badan langsung untuk merebut bola dari lawannya.
Namun, agresivitas dalam melakukan tekanan dan tekelnya masih terlihat belum konsisten. Intensitas pressing serta timing tackling yang ditunjukkannya terkadang kurang optimal sehingga upayanya dalam merebut bola langsung dari lawan tidak selalu efektif.
Set Piece Play
Dalam situasi free kick dan corner kick, Izzan biasanya akan memosisikan dirinya di tiang jauh ataupun far post. Ia terkadang akan menjadi target dari rekan-rekannya ketika situasi set piece.
Kemampuan Izzan dalam membuat peluang dari hasil umpan yang diberikan oleh rekannya dalam situasi set piece terlihat kurang dimaksimalkan walaupun ia terlihat beberapa kali memenangi perebutan duel udara.
Beberapa finishing dengan heading yang dilakukannya sudah bisa diarahkan dengan baik ke gawang lawan namun masih kurang klinis. Â
Statistik Individu
Statistik sementara musim ini, Izzan Al Nasir sudah mencatatkan 12 penampilannya bersama Tri Brata Rafflesia FC di Liga Nusantara 2025/2026.Â
Izzan berhasil mencatatkan waktu bermain sebanyak 961 menit serta mendapatkan 1 kartu kuning dan 1 kartu merah dari 12 penampilannya tersebut.
Kartu merah tersebut ia dapatkan pada saat pertandingannya melawan Persikota Tangerang di tanggal 23 Desember 2025 dan membuat dirinya mendapatkan ganjaran hukuman yaitu tidak bermain sebanyak 3 laga.
- Appearances: 12 (1051 minutes played)
- Goal: 0
- Assist: 0
- Yellow Card: 1
- Red Card: 1
Saya sudah berusaha penuh untuk mencari data statistik individu yang lebih mendalam mengenai permainan dari Izzan di Liga Nusantara musim ini namun sampai saat ini saya belum bisa menemukannya sama sekali.
Statistik di atas berdasarkan sumber dari website ileague.id dan transfermarkt.co.id yang sudah saya olah sebelumnya.
Conclusion
Izzan Al Nasir merupakan pemain Centre Back atau Wide Centre Back dengan pemahaman taktikal dan positional play yang sangat baik, terutama dalam skema permainan build-up yang dilakukan dari lini belakang. Ia nyaman menjadi progresor pertama di lini belakang dengan memiliki first touch yang konsisten, serta mampu memprogresikan bola secara efektif melalui umpan vertikal, diagonal, maupun switch play.Â
Kemampuan dari agresivitas, timing, serta keberaniannya yang menonjol meskipun postur tubuhnya tidak terlalu tinggi menunjukkan ia memiliki kapasitas yang baik dalam bertahan terutama dalam melakukan duel di lapangan baik itu di tanah maupun udara. Ia juga memiliki kemampuan yang baik dalam mengoordinasikan lini belakang serta antisipasi yang bagus dalam melakukan covering position ketika transisi bertahan.
Namun, konsistensinya dalam melakukan zonal marking, konsentrasi bertahan, serta timing dan intensitas dalam melakukan pressing maupun tackling masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan supaya efektivitas bertahannya menjadi lebih baik dan lebih solid lagi.
Secara keseluruhan, Izzan adalah ball-playing defender yang memiliki potensi tinggi ke depannya mengingat usianya yang masih muda dan masih bisa berkembang dengan lebih baik lagi.
Menurut opini pribadi saya berdasarkan hasil keseluruhan yang sudah saya amati dari permainannya maka Izzan Al Nasir memiliki potensi menjadi pemain utama di level kompetisi Indonesia Championship (Liga 2).Â
Namun saya juga yakin ia bisa kompeten untuk bermain di Indonesia Super League (Liga 1) dengan catatan Izzan mampu secara konsisten untuk meningkatkan area-area kekurangan yang harus ia kembangkan lebih baik lagi ke depannya.
Kemampuan distribusi dan ketenangannya dalam membaca ruang membuatnya cocok bermain dengan tim yang menerapkan sistem permainan high defensive line serta berbasis penguasaan bola.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel dariIDNGem Scout: Izzan Al Nasir kali ini. Saya cukup tertarik untuk melihat perkembangan dari karir Izzan di masa depan nanti.
Saya berharap ia terus mendapatkan kepercayaan berupa menit bermain secara konsisten bersama tim yang ia bela sekarang ini.
Dan tentu saya sangat berharap ia juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi seperti bermain di Indonesia Championship (Liga 2) atau Indonesia Super League (Liga 1) suatu hari nanti.
Saya yakin ia sudah cukup kompeten untuk bermain di level permainan tersebut sembari Izzan juga bisa mengembangkan permainannya dengan lebih baik lagi nanti.
Selain tulisan ini, saya juga memiliki ulasan dan analisis berdasarkan metode FA 4 Corner Model (Technical, Tactical, Physical, dan Mental) dari permainan Izzan Al Nasir dalam bentuk Player Report.
Berikut laporannya di bawah ini:
Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi saya setelah menonton permainan Izzan Al Nasir secara lengkap melalui metode Video Scouting.
Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedbackdari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.
Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.
Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.
Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.
Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.
Sekian dan Terima Kasih
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

IDNGem Scout: Kinza Jibran
Movement and Positioning to Receive
Dalam skema formasi 4-1-2-3 yang dimainkan oleh Persikota asuhan coach Iif Afriyandi, Kinza akan beroperasi sebagai Centre Back (CB) di sebelah kanan atau juga bisa di sebelah kiri.Â
Namun dalam 2 pertandingan terakhirnya di Piala Soeratin melawan Juang FC (Semi Final) dan Persika Karanganyar (Final), Kinza ditempatkan sebagai Defensive Midfielder (DM) tunggal di tengah.
Position CB
Bermain sebagai seorang Centre Back, Kinza akan berpasangan dengan satu bek tengah lainnya dalam skema 2 CB di belakang. Biasanya ia akan ditempatkan di posisi bek tengah sebelah kanan namun tidak menutup kemungkinan untuk ditempatkan di sebelah kiri.
Kinza sering kali menjadi orang pertama yang akan menginisiasi aliran bola ke depan ketika tim melakukan build up dari belakang. Ia secara konsisten akan memosisikan tubuhnya secara terbuka (open body shape) untuk memudahkan pandangannya ke depan ketika ia menerima bola untuk menyiapkan aksi lanjutannya.Â
Ia juga memperlihatkan kemampuan first touch yang sangat baik dalam menerima dan mengontrol bola dengan tepat. Kaki kanan akan menjadi kaki terkuatnya dalam mengontrol bola.
Position DM

Jika ditempatkan sebagai Defensive Midfielder, Kinza akan beroperasi sebagai DM tunggal dalam skema 3 midfielder di tengah. Ia akan berdiri tepat di depan 2 centre back dan di belakang 2 central midfielder.
Dalam permainannya di zona middle third, Ia akan berperan sebagai penghubung serangan dari lini belakang ke lini depan. Ia akan kerap kali bergerak turun ke bawah untuk menjemput bola dari tengah ke lini belakang dan akan mencoba langsung untuk mengarahkan dan memprogresikan aliran bola ke lini depan.
Kinza juga kerap bergerak untuk membuka ruang bagi rekannya untuk bisa dijadikan sebagai opsi passing pada saat tim sedang membangun serangan. Mobilitasnya di lapangan terlihat efektif untuk membuka jalur umpan (passing lane) di area tengah.
Sebagai DM, pergerakannya hanya sebatas di tengah lapangan saja sebagai supporting play untuk rekan-rekannya dalam melakukan build up maupun untuk mengantisipasi serangan balik dari tim lawan jika dilancarkan lewat tengah. Ia tidak akan bergerak terlalu maju jika arah serangan sudah sampai di final third.
Ball Progression
Dalam perannya sebagai Centre Back, Kinza akan mengawali permainan menyerangnya dengan melakukan build up dari bawah terlebih dahulu. Ia berani untuk memainkan umpan-umpan beresiko dalam memprogresikan bola ke depan.
Ia akan cenderung memprogresikan bola melalui umpan-umpan pendek maupun vertikal ke depan ketika melakukan build up.Â
Umpan-umpannya terlihat sangat efektif untuk langsung melewati lini pertahanan pertama dari tim lawan. Ini memungkinkan ia mampu untuk membangun serangan dengan baik dari deep area.
Umpan-umpan progresi yang diberikan oleh Kinza seperti short pass maupun long pass bisa diarahkan dengan terukur kepada rekan-rekannya di depan secara konsisten. Ia juga bisa memainkan switch play dengan baik dan efektif melalui umpan-umpan diagonalnya.
Kinza bisa memberikan bola dengan kaki kanan maupun kaki kirinya walaupun secara frekuensi ia lebih banyak menggunakan kaki kanannya dalam mendistribusikan bola.

Sumber Foto IG: @thebhess.photography
Visi bermain dari Kinza juga terlihat bagus. Ia mampu melihat dengan tajam terhadap posisi pergerakan dari rekannya yang berada di ruang kosong sebelum ia memberikan bola. Ia akan sering melakukan cek bahu atau scanning terlebih dahulu sebelum dirinya memberikan umpan.
Ketenangan dalam mengontrol bola yang dilakukan oleh Kinza juga bagus dan solid. Ia tidak akan mudah kehilangan bola pada saat pemain lawan memberikan pressing tinggi terhadap dirinya. Kemampuan kontrol bola jarak dekatnya terlihat sangat baik untuk melewati tekanan dari lawannya.Â
Ia akan menggunakan skill individu dari kedua kakinya dalam mengontrol serta memindahkan bola dengan cepat ke arah yang lain dan ia juga akan menggunakan body feint untuk mengelabui pergerakan lawannya.Â
Kemampuan teknik manuver dalam mengubah arah kecepatan bola melalui gerakan turn miliknya terlihat sangat lincah dan kuat. Ia mampu menjaga koordinasi dan keseimbangan badannya dengan baik ketika mengontrol maupun mengubah arah bola dengan cepat.
Selain itu, dalam peran keduanya sebagai Defensive Midfielder, Kinza juga akan mencoba untuk turut membantu rekan-rekannya dalam melakukan build up di tengah.Â
Kemampuannya dalam mengatur tempo permainan sangat efektif untuk membantu timnya dalam menjaga possession di lini tengah. Kinza juga sering kali menginisiasi arah serangan dari middle third.Â
Ia memiliki kecermatan yang baik dalam melihat pergerakan dari rekan-rekannya di depan yang berada di ruang kosong dan ia juga bagus dalam memberikan passing dengan akurasi yang tepat dan akurat secara konsisten. Ia juga nyaman dalam memainkan one touch play dengan rekan setimnya.
Meskipun ia cenderung stay in position ketika sudah memberikan umpan ke rekannya, namun terkadang Kinza akan berani untuk mencoba melakukan dribbling vertikal ke depan untuk melewati lawannya dengan memanfaatkan aksi gerakan individunya dalam mengontrol bola. Ia memiliki kecepatan yang cukup baik dalam membawa bola untuk jarak dekat-menengah.
Defensive Play
Untuk aspek Defensive Play ini, saya akan mengulas Positional Defending serta Defensive Duel dari Kinza Jibran.
Positional Defending
Sebagai seorang Centre Back, Kinza mampu menjaga lini pertahanannya dengan baik. Ia mampu bekerja sama dengan rekan bek tengahnya dalam mengomandoi garis pertahanan di lini belakang.Â
Kinza sangat vokal dalam berkomunikasi dengan rekannya di lapangan. Ia akan memberikan gestur yang jelas dalam mengorganisasikan struktur pertahanan tim maupun merespon pergerakan dari rekan-rekan lainnya ketika bertahan.
Sama halnya dengan permainannya ketika ia berperan sebagai seorang Defensive Midfielder.Â
Reaksinya cukup cepat dalam membaca permainan dengan beberapa kali mampu menutup pergerakan lawannya di tengah maupun menjaga ketat secara man to man ketika bertahan.
Namun konsistensinya dalam bertahan terkadang masih kurang baik dengan beberapa kali ia terlalu cepat dalam melakukan gerakan step up untuk menekan lawannya sehingga ia akan cukup mudah dilewati terutama bagi lawan yang memiliki kecepatan tinggi dan eksplosif dalam membawa bola.
Defensive DuelÂ
Kinza berani dalam melakukan duel langsung dengan lawannya secara man to man. Ia akan bereaksi cepat dengan langsung memberikan pressure maupun menutup pergerakan lawannya ketika bertahan.Â
Ia juga berani membenturkan badannya 1v1 untuk merebut langsung bola dari lawannya. Penggunaan dari fisik tubuh atasnya dapat ia gunakan secara efektif untuk melakukan duel dalam perebutan bola dengan lawannya.Â

Sumber Foto IG: @thebhess.photography (Kinza bernomor punggung 44)
Akan tetapi, kemampuannya untuk merebut bola terutama dalam melakukan tackling masih kurang konsisten. Agresi permainannya yang cukup tinggi ketika bertahan membuatnya beberapa kali cenderung mendapatkan pelanggaran terhadap lawannya.
Hasil tekelnya yang kurang tepat dalam merebut bola dari lawan beberapa kali masih kurang begitu maksimal dan perlu ditingkatkan lagi.
Selain itu, kemampuan bertahannya di udara juga masih kurang begitu baik terutama dalam mengantisipasi umpan crossing dari lawan. Walau cenderung berani untuk melakukan namun antisipasi dalam permainan di udara masih kurang konsisten.
Set Piece Play
Dalam situasi attacking free kick, Kinza akan diberikan kesempatan mengambil tendangan jika situasinya terjadi di wide area maupun half space sebelah kanan dari sisi serangan tim.Â
Ia akan mengambil metode outswing curve menggunakan kaki kanannya dengan tujuan memberikan umpan diagonal ke rekannya di dalam kotak. Akurasi tendangannya terlihat cukup baik dan terarah.
Dalam situasi defending corner, Kinza akan terlihat sering kali menjaga area near post di tiang gawang. Sedangkan pada situasi attacking corner, Kinza akan stay di area tengah untuk mengantisipasi serangan balik lawan jika hasil tendangan corner berhasil direbut.Â
Maka itu, ia jarang terlibat dalam perebutan bola di udara ketika situasi set piece.
Statistik Individu
Kinza Jibran berhasil mencatatkan 1 assist berkat hasil umpan yang berasal dari situasi tendangan free kick yang diambilnya dan berhasil dimaksimalkan oleh rekan setimnya menjadi gol. Hal tersebut ia lakukan ketika melawan KCT FC di fase grup Piala Soeratin.
Dari 5 penampilan yang ia jalani, Kinza mencatatkan waktu bermain sebanyak 400 menit dengan 5 kali menjadi starting. Ia juga sempat mendapatkan 2 kartu kuning masing-masing dari pertandingan menghadapi KCT FC di fase grup dan Aditama Bahari FC di fase semi final.
- Appearances: 5 (400 minutes played)
- Goal: 0
- Assist: 1
- Yellow Card: 2
Conclusion
Kinza merupakan pemain yang versatile. Ia bisa bermain sebagai Centre Back (CB) dan juga sebagai Defensive Midfielder (DM).Â
Kekuatan utama permainannya terletak pada kemampuannya dalam melakukan build up di area belakang. Ia memiliki atribut teknis yang baik, ketenangan dalam menguasai bola, serta pemahaman taktikal yang solid ketika bertahan maupun menyerang.
Dalam aspek permainan menyerangnya, Kinza menunjukkan resistensi yang tinggi ketika menguasai bola di bawah tekanan lawan. Penggunaan open body shape yang konsisten serta first touch dan kontrol bola jarak dekat yang sangat baik membuat dirinya mampu memprogresikan bola secara efektif dari lini belakang.Â
Ia juga memiliki jangkauan passing yang baik melalui umpan-umpan pendek, vertikal, maupun diagonal yang akurat sehingga sering kali ia mampu memprogresikan bola dengan melewati lini tekanan pertama lawan.
Dalam aspek permainan bertahannya, Kinza memperlihatkan positional play yang solid serta mampu mengorganisasikan garis pertahanan dengan baik. Ia akan bereaksi cepat terhadap pergerakan lawan di depannya.Â
Kinza juga proaktif dalam berkomunikasi dengan rekan-rekan setimnya di lapangan dan cukup percaya diri dan berani dalam melakukan duel-duel untuk memperebutkan bola.
Meski begitu, masih terdapat beberapa aspek kemampuan bertahannya yang perlu ditingkatkan.Â
Timing-nya saat menekan lawan terkadang masih belum konsisten. Kinza juga cenderung terlalu agresif ketika melakukan tekel sehingga membuatnya rentan untuk mendapatkan pelanggaran ketika mengambil bola dari lawannya. Efektivitasnya dalam melakukan duel udara juga masih menjadi area yang perlu dikembangkan lebih lanjut.
Secara keseluruhan, Kinza merupakan profil bek modern yang nyaman menguasai bola (ball-playing defender) dengan atribut teknis yang kuat, serta punya resistensi penguasaan bola yang kuat walau mendapatkan tekanan tinggi dari lawannya.Â
Ia juga memiliki potensi kepemimpinan yang baik dalam mengomandoi pertahanan di lini belakang. Selain berposisi sebagai bek tengah, ia juga bisa diandalkan sebagai seorang deep-lying midfielder.
Menurut pendapat pribadi saya, ia memiliki potensi yang tinggi untuk berkembang menjadi pemain reguler di Indonesia Super League (Liga 1) pada masa mendatang terutama dalam tim dengan sistem permainan berbasis penguasaan bola yang cenderung melakukan build up dari belakang.Â
Namun dengan catatan ia harus bisa meningkatkan dan mengembangkan beberapa kekurangan di dalam permainannya saat ini secara konsisten.
Dari level permainannya saat ini ia sudah bisa diproyeksikan sebagai pemain reguler di kompetisi elit muda di Indonesia seperti Elite Pro Academy (EPA) Super League serta pemain muda reguler di Liga Nusantara (Liga 3) nanti. Namun, saya juga yakin ia bisa diproyeksikan sebagai pemain muda reguler di Indonesia Championship (Liga 2) ke depannya.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel dariIDNGem Scout: Kinza Jibran kali ini. Saya cukup tertarik untuk melihat perkembangan lebih lanjut dari permainan Kinza di masa mendatang menanti.
Harapan dari saya, tentunya ia bisa mendapatkan pembinaan di lingkungan yang tepat serta lebih banyak lagi mendapatkan kesempatan bermain di liga maupun turnamen yang lebih kompetitif lagi di Indonesia.
Saya yakin jika Kinza bisa mengeluarkan seluruh potensi besar yang ada di dirinya saat ini maka ia bisa menjadi pemain profesional yang hebat di masa depan nanti.
Selain dari tulisan yang saya tulis di blog ini, saya juga memiliki ulasan dan analisa berdasarkan metode FA 4 Corner Model (Technical, Tactical, Physical, dan Mental) dari permainan Kinza Jibran dalam bentuk Player Report. Berikut laporannya di bawah ini:
Saya juga memiliki visual permainan dari Kinza Jibran selama di Piala Soeratin U17 Nasional 2025 bersama Persikota dalam bentuk Video Footage. Berikut link videonya di bawah ini:
Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi saya setelah menonton permainan Kinza Jibran secara lengkap melalui metode Video Scouting.
Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedbackdari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.
Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.
Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.
Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.
Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.
Sekian dan Terima Kasih
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

IDNGem Scout: Syuhada Assaif
Dalam edisi IDNGem Scout kali ini, saya akan membahas ulasan dan analisa mengenai permainan dari salah satu pemain muda potensial Indonesia dari kompetisi Piala Soeratin U-17 Nasional.
Pemain muda ini sangat menarik perhatian diri saya karena ia memiliki salah satu faktor langka yang tidak dimiliki oleh pemain muda lainnya di Indonesia.
Pemain ini memiliki tinggi badan sekitar 182 cm dan berposisi sebagai penyerang tengah (Striker).
Tentu kita sudah tahu bahwasanya saat ini jarang sekali pemain muda asli kelahiran Indonesia memiliki fisik dengan tinggi badan yang cukup menjulang. Alasan inilah saya menjadi cukup tertarik melihat permainannya.
Terlebih setelah saya menonton pertandingan-pertandingan yang ia mainkan di Piala Soeratin U17 Nasional 2025 membuat saya yakin bahwa pemain ini memiliki potensi yang sangat besar jika ia diberi lingkungan yang tepat bagi perkembangan karir sepakbolanya.
Nama pemain ini adalah Syuhada Assaif.
Mengenal Sekilas Tentang Syuhada Assaif
Syuhada Assaif merupakan seorang pemain sepakbola asal Aceh kelahiran Bireun tahun 2009. Hingga tulisan ini dimuat maka usianya masih 16 tahun.
Ia merupakan anak kedua dari pasangan Saiful Bahri dan Evi Andrita, warga Geudong-Geudong, Kota Juang.Â
Geudong-Geudong ini merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Indonesia.
Pada tanggal 2 Juli 2025, Syuhada berkontribusi atas kelolosan dari tim Pra-PORA Bireun ke ajang Pekan Olahraga Aceh (PORA) Tahun 2026 mendatang.ÂNamanya pun tercatat di website resmi koniaceh.or.id sebagai atlet asal Aceh dari cabang olahraga sepakbola.Â
Kemudian, dalam ajang kompetisi Piala Soeratin U17 Nasional yang diadakan pada bulan September tahun 2025 yang lalu, Syuhada bermain di kompetisi tersebut bersama Juang FC yang menjadi perwakilan dari Provinsi Aceh.

Sumber Foto: serambinews.com (Syuhada berada di pojok kiri atas)
Di bawah asuhan coach Mulya Saputra, Syuhada menjadi pemain utama yang hampir tidak tergantikan selama turnamen tersebut berlangsung. Ia mencatatkan 6 kali penampilan dari 7 laga yang dimainkan oleh Juang FC selama berkompetisi di Piala Soeratin U17. Dari 6 penampilan ini, Syuhada berhasil mencatatkan 7 gol dan 1 assist.
Berkat penampilannya ini, Syuhada berhasil dilirik oleh tim kepelatihan dari Timnas U-17 Indonesia yang saat ini sedang mempersiapkan pemain-pemain kelahiran 2009-2010 untuk menghadapi turnamen AFC U-17 Asian Cup 2026.
Syuhada Assaif mendapatkan panggilan pada bulan November lalu untuk mengikuti seleksi bersama Garuda United yang merupakan kerangka tim nasional U-17 Indonesia saat ini.
Semua informasi yang saya sebutkan di atas ini berdasarkan beberapa sumber yang saya temukan dan sudah saya olah dari internet. Berikut sumber informasinya di bawah ini:
- https://x.com/wunderkid_id/status/1975234468802965698
- https://kabarbireuen.com/bireuen-lolos-ke-pora-2026-tumbangkan-aceh-besar-3-2/
- https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/997457/syuhada-assaif-pemain-juang-fc-bireuen-dipanggil-ikut-seleksi-timnas-u-17
Jika teman-teman punya informasi tambahan yang lengkap tentu kamu bisa menambahkannya dengan menulis informasi tersebut di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah postingan ini nanti.Â
Scouting Report: Syuhada Assaif
Saya mencoba memantau permainan dari Syuhada Assaif ini berdasarkan semua pertandingan yang dimainkan oleh Syuhada dalam gelaran kompetisi Piala Soeratin U17 Nasional 2025.Â
Saya akan mengulas dan menganalisa 3 aspek permainan dari Syuhada Assaif, yaitu Attacking Play, Defensive Play, dan Set Piece.
Berikut hasil ulasan dan analisa saya mengenai Syuhada Assaif di bawah ini:
Attacking Play
Untuk aspek Attacking Play ini, ada 2 kategori yang akan saya ulas dari permainan Syuhada Assaif selama bermain di Piala Soeratin bersama Juang FC.
Kedua kategori tersebut merupakan Movement and Positioning, dan Creating and Converting Chances.
Movement and Positioning
Juang FC yang dilatih oleh coach Mulya Saputra menggunakan formasi dasar 4-2-3-1. Syuhada Assaif ditempatkan sebagai penyerang tengah dalam pola formasi tersebut.

Bermain di posisi nomor 9 atau Penyerang Tengah (Striker), Syuhada memperlihatkan kecermatan yang cukup baik terhadap penempatan dirinya di final third untuk mengambil kesempatan dalam membuat peluang maupun menyelesaikan peluang menjadi sebuah gol.
Pada setiap momen transisi menyerang, Ia kerap kali akan bergerak cepat dengan berlari ke depan melewati sisi belakang dari garis pertahanan lawan untuk menerima umpan terobosan dari rekannya (run in behind). Syuhada juga beberapa kali akan mengincar titik buta (blindspot) dari pemain lawan dengan memosisikan dirinya di belakang pemain lawan sebelum ia menerima umpan dari rekannya.
Posisi permainannya ketika menyerang di depan tidak selalu statis di tengah saja. Ia akan sering kali bergerak untuk mencari ruang kosong di area final third. Syuhada biasanya akan bergerak melebar ke sisi half space kanan maupun kiri dan terkadang ia juga akan turun sedikit ke dalam untuk menerima bola dari rekannya.
Secara keseluruhan, pergerakannya ini cukup efektif dilakukan oleh Syuhada dalam memanfaatkan peluang yang ia dapatkan ketika berada di final third.Â
Tapi, terkadang ia terlalu cepat untuk lari ke garis belakang pertahanan lawan sehingga dalam beberapa momen tertentu Syuhada terperangkap oleh jebakan offside lawan.
Creating and Converting Chances
Syuhada memiliki tinggi badan sekitar 182 cm. Tentunya bagi sebagian anak di Indonesia yang masih berumur 16 tahun dengan tinggi badan di atas 180 cm itu sudah bisa dikategorikan sebagai pemain yang cukup tinggi di antara anak-anak seumuran lainnya.
Terlihat Syuhada cukup bisa memanfaatkan kelebihannya ini di lapangan. Sebagai seorang striker, ia cukup kuat dalam menahan bola dengan memanfaatkan tubuh atasnya untuk melindungi bola dari pressure lawannya.Â
Beberapa kali ia akan menjadi target umpan panjang dari rekannya ketika melakukan build up dari bawah. Syuhada akan menggunakan kekuatan fisik tubuh atasnya dalam melindungi bola yang ia dapatkan dari udara sehingga Syuhada cukup baik dalam menahan bola dengan kelebihan fisiknya walau dirinya sedang ditekan ketat oleh lawannya.
Jika bola berhasil ditahan olehnya maka ia akan segera memindahkan bola tersebut ke sisi yang kosong dengan memberikan umpan horizontal atau ia akan memberikan umpan satu sentuhan ke rekan terdekatnya. Terkadang ia juga akan melakukan delay dengan mengontrol bola terlebih dahulu, kemudian ia akan mencoba untuk melakukan upaya memutar badan dan langsung melakukan dribbling ke depan.
Namun, Syuhada kurang begitu baik ketika menerima umpan-umpan crossing dari rekannya. Ia kurang memaksimalkan potensi dari kelebihan tinggi badannya dalam melakukan heading. Sering kali timing dari lompatan yang dilakukannya kurang begitu baik sehingga kemampuan finishing-nya ketika menggunakan kepala (heading) kurang begitu konsisten.
Syuhada memperlihatkan kemampuan yang baik dalam memainkan permainan combination play bersama rekan-rekannya dengan mampu melakukan permainan satu sentuhan yang cukup efektif di final third.
Selain itu, ia juga memiliki kemampuan first touch serta kontrol bola yang cukup baik dalam menerima bola. Syuhada akan mengoordinasikan gerak badannya dengan menggunakan metode open body shape pada saat menerima bola.
Dengan tubuh yang condong menyamping atau terbuka (open) maka ia akan lebih mudah untuk melihat situasi sekitar ataupun ruang kosong di depan sehingga ia bisa melakukan aksi lanjutannya dengan bola secara cepat.
Syuhada mampu menerima bola melalui sentuhan pertamanya dengan kaki kanan maupun kaki kirinya dengan baik. Walaupun, kadang-kadang ia masih kurang konsisten dalam mengontrol bola yang baik jika bola diarahkan ke kaki kirinya.
Syuhada nampak memiliki keberanian yang cukup tinggi untuk bisa melewati lawannya 1v1 ketika ia sudah mendapatkan bola. Ia akan cenderung untuk mencoba melewati lawannya dengan menggunakan kelincahan dari kontrol bola serta dribbling jarak dekatnya.Â
Walau terkadang beberapa upayanya dalam melakukan dribbling 1v1 untuk melewati lawannya bisa dilakukan dengan sukses namun dalam beberapa momen terlihat masih kurang begitu konsisten.
Syuhada juga sering kali akan berinisiatif menggunakan kemampuan pergerakan lari tanpa bolanya ke garis belakang pertahanan lawan untuk memanfaatkan peluang di final third.Â
Dalam momen transisi menyerang, ia akan terlebih dahulu untuk bergerak mencari ruang kosong di depan sebelum ia menerima umpan dari rekannya. Pada saat rekannya berhasil memberikan umpan terhadap dirinya maka Syuhada akan segera melakukan gerakan sprint jarak dekat sembari membawa bola ke kotak penalti lawan untuk menyelesaikan peluang.
Syuhada terlihat cukup cepat dalam melakukan akselerasi dari jarak 5 meter pertama.
Beberapa gol berhasil ia ciptakan dari pergerakan larinya tersebut maupun dengan pergerakan tanpa bolanya dalam mencari ruang-ruang kosong di kotak penalti lawan.Â
Kemampuan shooting dari Syuhada juga terlihat memiliki akurasi yang cukup bagus terutama dalam melakukan shooting jarak dekat.
Ia cenderung akan menggunakan kaki terkuatnya (kanan) untuk menendang supaya tendangannya lebih powerful dan akurat. Meskipun begitu, Syuhada juga bisa menggunakan kaki kirinya untuk melakukan shooting ke arah gawang walaupun terkadang tendangannya tersebut tidak seakurat kaki kanannya.

Sumber Foto X (Twitter): @wunderkid_id
Terdapat isu penting yang terkadang menjadi permasalahan di dalam permainan menyerangnya di final third yaitu decision-making.
Terkadang Syuhada masih kurang konsisten dalam membuat keputusan dengan cepat dan tepat ketika ia memainkan permainan umpan satu sentuhan.
Dalam beberapa momen, ia akan memberikan umpan satu sentuhan terlalu cepat ke rekannya sehingga arah umpan menjadi tidak tepat mengarah ke rekannya dan hal ini membuat serangan tidak berjalan dengan efektif.
Selain itu, ia juga terkadang masih kurang tenang dalam menyelesaikan peluang dengan baik di kotak penalti lawan.
Defensive Play
Untuk aspek Defensive Play ini, saya akan mengulas Positional Defending serta Pressing dari Syuhada Assaif.
Positional Defending and Pressing
Syuhada terlihat tidak banyak terlibat dalam bertahan di belakang. Terlepas dari instruksi yang diberikan oleh pelatih di timnya, Syuhada terlihat akan sering kali memosisikan dirinya untuk tetap di depan ketika tim sedang dalam fase bertahan.
Biasanya ia akan dijadikan sebagai target man oleh rekannya jika bola sudah berhasil direbut kembali. Jadi, ketika fase transisi menyerang maka rekan-rekannya ini akan langsung memberikan umpan ke depan dengan mengarahkannya ke posisi Syuhada.
Terkait pressing, Syuhada sering kali menjadi orang pertama yang akan melakukan pressing di depan. Jika bola masih dalam penguasaan pemain belakang dari tim lawan maka Syuhada akan bereaksi dengan cepat untuk melakukan pressing tinggi terhadap pemain lawan tersebut.
Beberapa pressing yang dilakukannya terlihat cukup efektif untuk mengganggu ritme build up dari tim lawan karena Syuhada akan memaksa pemain belakang lawan yang sedang menguasai bola untuk segera langsung melepaskan umpan long ball ke depan.
Walaupun begitu, kemampuannya dalam merebut bola dari lawan masih kurang begitu konsisten dengan beberapa tindakannya ketika mengambil bola itu berbuah menjadi pelanggaran kecil.
Set Piece Play
Walau bukan sebagai algojo utama dalam mengambil tendangan bebas (free kick) di dalam tim, namun Syuhada nampaknya akan diberi kesempatan untuk melakukan free kick yang mengarah langsung ke gawang lawan (direct free kick). Namun, beberapa hasil tendangannya tersebut terlihat belum begitu maksimal untuk mengancam gawang lawan.
Dalam situasi sepak pojok (corner kick), Syuhada akan cenderung memosisikan dirinya di tiang jauh ataupun berdiri di tiang dekat untuk menyambut umpan crossing. Namun, sering kali ia terlihat kurang aktif terlibat dalam memaksimalkan peluang dari corner kick.
Syuhada sempat mengambil salah satu tendangan penalti dari situasi adu penalti di Piala Soeratin ini dan ia berhasil memaksimalkan tendangan penalti tersebut menjadi sebuah gol.
Dalam situasi lemparan ke dalam (Throw In), Syuhada akan sering kali dijadikan sebagai target dari lemparan oleh rekan-rekannya. Syuhada biasanya akan memosisikan dirinya di depan untuk menerima lemparan bola atau ia akan mendekatkan dirinya ke posisi rekannya yang sedang melakukan lemparan untuk menerima bola tersebut.
Statistik Individu
Bersama Juang FC dalam berkompetisi di Piala Soeratin U17 Nasional 2025, Syuhada Assaif berhasil mencatatkan 7 gol dan 1 assist dari 6 penampilan yang ia jalani. Ia mencatatkan waktu bermain sebanyak 571 menit bermain dengan 6 kali menjadi starting.
- Appearances: 6 (571 minutes played)
- Goal: 7
- Assist: 1
Conclusion
Secara keseluruhan, Syuhada Assaif merupakan penyerang tengah (nomor 9) muda dengan profil fisik dan pergerakan yang menjanjikan. Ia memiliki karakteristik hybrid antara seorang Target Man yang kuat menahan bola dan seorang Poacher yang aktif mencari ruang di belakang garis pertahanan.
Ia menunjukkan pemahaman yang cukup baik terhadap positioning di final third. Syuhada mampu memanfaatkan ruang melalui fleksibilitas dari pergerakan tanpa bolanya yang dapat membantu alur serangan tim.
Dari aspek kemampuan menyerangnya, Ia cukup kuat dalam menahan bola, efektif dalam duel badan, serta mampu menghubungkan permainan melalui combination play. Ia juga memiliki keberanian dalam situasi 1v1 serta insting menyerang yang baik dalam transisi menyerang.Â
Namun, masih terdapat beberapa aspek penting yang perlu ditingkatkan dari permainan Syuhada. Efektivitas finishing melalui sundulan belum terlalu optimal, terutama terkait timing lompatan dan pemanfaatan postur tubuhnya saat menerima umpan crossing. Selain itu, konsistensi dalam pengambilan keputusan di final third masih menjadi catatan, baik itu dalam permainan satu sentuhan maupun saat menyelesaikan peluang di depan gawang.Â
Dalam fase bertahan, kontribusi Syuhada cenderung terbatas dan lebih berfokus pada peran sebagai lini pertama pertahanan (first line of pressure). Ia cukup agresif dan responsif dalam melakukan pressing tinggi untuk mengganggu build up lawan, meskipun efektivitasnya dalam merebut bola masih perlu ditingkatkan lagi.Â
Sebagai kesimpulan, Syuhada adalah striker muda dengan potensi perkembangan yang besar, terutama jika diarahkan untuk memaksimalkan keunggulan fisik, meningkatkan ketajaman dalam pengambilan keputusan (decision-making), serta memperbaiki konsistensi dalam aspek penyelesaian peluang akhir (finishing ability) terutama melalui sundulan dan ketenangannya dalam menyelesaikan peluang di kotak penalti.Â
Menurut opini pribadi saya, saat ini Syuhada Assaif sudah berada di level sebagai pemain muda utama di kompetisi Liga Nusantara (Liga 3) maupun sebagai pemain utama di kompetisi elite usia muda tertinggi di Indonesia seperti Elite Pro Academy.
Saya pun menganggap bahwa potensi yang dimilikinya saat ini juga bisa diproyeksikan secara jangka panjang sebagai pemain utama di kompetisi Indonesia Championship (Liga 2) untuk masa mendatang.
Namun, saya yakin ia juga bisa mencapai potensi tertingginya lagi dengan pencapaian sebagai pemain yang bisa bermain di level tertinggi sepakbola Indonesia yaitu Indonesia Super League (Liga 1) dengan catatan Syuhada perlu mendapatkan pembinaan yang tepat serta perlu mengembangkan beberapa kekurangan yang ada di dalam area permainan dirinya saat ini.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel dariIDNGem Scout: Syuhada Assaif kali ini. Saya cukup tertarik untuk melihat perkembangan dari Syuhada di masa mendatang menanti.
Harapan dari saya tentunya ia bisa mendapatkan pembinaan yang tepat serta menjadi pemain profesional yang hebat dan juga bisa mengeluarkan seluruh potensi besar yang ada di dirinya saat ini.
Sebelumnya saya juga sudah membuat versi laporannya beserta link video footage dari Syuhada Assaif yang bisa dilihat pada link di bawah ini:
Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi saya setelah menonton permainan Syuhada Assaif secara lengkap melalui metode Video Scouting.
Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedbackdari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.
Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.
Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.
Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.
Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.
Sekian dan Terima Kasih
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

IDNGem Scout: Keanu Senjaya
Konten pembahasan seputar scouting pemain sepakbola ini akan saya beri nama IDNGem Scout.
Nantinya, artikel-artikel yang bertajuk IDNGem Scout ini akan membahas seputarÂpemain-pemain muda potensial asal Indonesia yang berkompetisi di kasta rendah Liga Indonesia ataupun kompetisi kelompok usia muda di Indonesia.
Saya akan menggunakan pendekatan tulisan seperti scouting report dalam menulis kategori artikel IDNGem Scout di blog BolaGawai.com ini.
Mungkin untuk tulisan pertama ini saya akan menyematkan satu nama pemain muda yang menurut saya pemain ini bisa menjadi talenta potensial di sepakbola Indonesia di masa depan nanti.Â
Namanya adalah Keanu Senjaya.Â
Bagaimana ulasan dan analisa saya mengenai pemain ini? Simak pembahasan lengkapnya di bawah.
Siapa Itu Keanu Senjaya?
Keanu merupakan pemain hasil didikan dari SSB Garuda Muda Bali yang berada di Denpasar, Bali.
Pemain yang saat ini berusia 16 tahun tersebut merupakan seorang pemain muda yang bisa bermain di posisi gelandang tengah (Central Midfielder). Ia sempat membela Bali United FC U16 di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U16 musim 2024/2025.Â
Berdasarkan statistik yang dilansir dari website ligaindonesiabaru.com, Keanu bermain sebanyak 27 laga dengan mencatatkan 8 gol serta 3 assist. Dan pada akhir musim kompetisi, ia dinobatkan sebagaiÂBest Player EPA Liga 1 U16 2024/2025.

Sumber Foto: IG @epaliga1
Keanu Senjaya juga salah satu pemain yang terpilih ke dalam program Event EPA Future Stars Camp 2024. Ia termasuk ke dalam salah satu orang dari 18 pemain muda yang terpilih untuk berlatih selama 14 hari di Spanyol dan kebetulan Keanu mendapatkan kesempatan berlatih di salah satu klub yang bermain di La Liga yakniÂDeportivo Alavés.

Sumber Foto: IG @epaliga1
Keanu juga sempat mendapatkan panggilan oleh Coach Nova Arianto untuk melakukan seleksi Timnas U-17 Batch 1 yang dipersiapkan oleh PSSI dalam rangka proyeksi jangka panjang untuk menyongsong Piala Asia U-17 2026.
Saat ini, Keanu Senjaya berseragam Garuda United dan sedang berkompetisi di EPA Super League U-18 musim 2025/2026. Ia mengenakan nomor punggung 10 di kompetisi tersebut.
Sumber Informasi:
- https://x.com/wunderkid_id/status/1893678820886036857
- https://www.instagram.com/epaliga1/p/DGdHbzFS36Y/
- https://www.instagram.com/epaliga1/p/DGo7DvQSn2e/
- https://www.baliutd.com/news/eksklusif-cerita-dari-spanyol-bersama-keanu-senjaya-best-player-epa-liga-1-u16-yang-berguru-ke-negeri-matador
- https://rri.co.id/sepak-bola/1607545/seleksi-gelombang-pertama-timnas-u-17-diikuti-34-peserta
- https://www.ligaindonesiabaru.com/clubs/singleplayer/epa_liga_1_u16_2024-25/keanu_senjaya?token=UDAuMjQ5NjEzMjI=
Scouting Report: Keanu Senjaya
Pertama, saya mencoba untuk mencari video permainan terbaru dari Keanu Senjaya secara utuh di Internet dengan tujuan untuk bisa melihat dan menulis scouting report dengan jelas mengenai potensi dari Keanu.
Hasilnya saya menemukan satu video Live Streaming dari pertandingan Garuda United melawan Semen Padang FC di EPA Super League U18 2025/2026.
Kebetulan Keanu bermain di pertandingan ini sehingga saya bisa menulis laporannya secara utuh ke dalam tulisan ini.
Saya terlebih dahulu akan membagi 3 aspek permainan ke dalam hasil scouting report yang akan saya buat ini. Ketiga aspek tersebut adalah Attacking Play, Defensive Play, dan Set Piece.
Ketiga aspek ini nantinya akan terbagi lagi menjadi beberapa sub-kategori yang akan saya ulas secara terpisah hingga nantinya akan di akhiri dengan sebuah kesimpulan (conclusion).
Berikut hasil ulasan dan analisa saya mengenai Keanu Senjaya di bawah ini:
Attacking PlayÂ
Pertama saya akan mencoba mengulik permainan dari Keanu Senjaya dalam aspek Attacking Play.Â
Kebetulan Keanu ditempatkan sebagai Central Midfielder dalam pertandingan Garuda United U18 menghadapi Semen Padang FC U18.
Maka itu saya akan membagi aspek Attacking Play-nya ke dalam 4 sub-kategori yaitu Movement and Positioning, Ball Retention, Ball Progression, dan Infiltration.
Movement and Positioning
Garuda United yang ditangani oleh pelatih Sandhika Pratama ini menggunakan pola dasar 3-4-3 sebagai sistem permainan tim. Keanu ditempatkan sebagai double-pivot dalam formasi 3-4-3 tersebut.Â
Bermain sebagai Central Midfielder, Keanu seringkali terlibat dalam fase permainan build up di belakang ataupun di tengah dari Garuda United.Â
Ia kerapkali turun ke area dalam (deep area) untuk menjemput bola atau mencari ruang kosong sebelum menerima bola dari rekannya. Ia juga seringkali melakukan scanningatau cek bahu untuk melihat situasi keadaan di sekitarnya sebelum menerima bola ataupun melakukan passing.
Secara umum, kemampuan koordinasi dan keseimbangan gerak badannya serta kemampuan sentuhan pertamanya terlihat diperagakan dengan cukup baik pada saat ia menerima bola dari rekannya.Â
Walaupun dalam 1 atau 2 momen terlihat ia masih kurang konsentrasi dalam menerima bola sehingga menyebabkan salah kontrolÂnamun secara overalldalam match tersebut kemampuanÂball control dan first touch-nya cukup bagus.
Ball Retention
Keanu bukan tipe pemain yang memiliki kekuatan dribblingdan kecepatan eksplosif dalam melakukan duel 1v1 untuk melewati pressuredan markingdari lawannya ketika ia sedang menguasai bola.Â
Meskipun begitu, Keanu memiliki reading the game serta ketenangan yang baik dalam menghadapi pressingdan markinglawan.
Pada saat menguasai bola, Keanu tidak akan terlalu lama dalam menguasainya. Ia dengan cepat akan mencari dan menemukan posisi rekannya di ruang terbuka dan langsung segera memindahkan bola tersebut ke rekannya yang berada di ruang kosong dengan memberikan vertical pass atau memainkan switch of play dengan efektif dan akurat.
Ball ProgressionÂ
Keanu memiliki kemampuan progresi bola yang sangat baik terutama dalam hal memberikan passing. Visinya cukup tajam dalam memprogresikan bola di mana ia secara konsisten terus memberikan umpan ke depan dengan tujuan untuk melewati lini pertama dari pressinglawan. Â
Keanu biasanya akan memberikan umpan progresinya dari middle third dan deep area. Beberapa vertical pass dan diagonal pass bisa dilakukan secara akurat dan efektif oleh Keanu.
Keanu juga bisa mengontrol bola secara efektif dengan menggunakan kaki terkuatnya (kaki kanan) maupun kaki terlemahnya (kaki kiri).ÂIa juga seringkali berani untuk menggunakan kaki kirinya (kaki terlemah) dalam memberikan umpan.Â
Infiltration
Keanu jarang terlibat dalam penyelesaian peluang akhir di final third. Ia cenderung tidak akan terlalu bergerak ke depan ketika timnya sedang melakukan penetrasi serangan ke final third. Ia akan cenderung menahan posisinya di middle third.
Keanu seringkali nampak bertindak sebagai playmakerdengan tugasnya sebagai pengatur aliran permainan serta membantu rekan-rekannya dalam mengkreasikan peluang.Â
Namun jika ada ruang kosong di final third, ia akan mencoba inisiatif untuk masuk ke ruang tersebut melalui pergerakan tanpa bolanya dan akan melakukan combination of play bersama rekannya untuk mengkreasikan peluang.Â
Biasanya Keanu akan cenderung bergerak ke sisi half space kiri jika dirinya menemukan ruang kosong untuk bergerak ke depan.
Defensive Play
Aspek kedua yang akan saya ulas adalah aspek Defensive Play.ÂSaya akan membaginya ke dalam 2 sub-kategori yaitu Defensive Duel dan Positional Defending.
Defensive Duel
Secara fisik ia terlihat cukup mumpuni dalam melakukan kontak duel fisik dengan lawannya. Terkadang ia juga cukup berani untuk melakukan lompatan dalam berduel perebutan bola di udara dengan lawannya walau tidak selalu sukses untuk merebut bola.Â
Kemampuan tackle-nya untuk merebut bola dari lawannya beberapa momen tidak terlalu konsisten namun positioninguntuk menutup pergerakan lawannya bisa dilakukan dengan efektif.
Positional DefendingÂ
Ketika fase transisi negatif, Keanu akan bereaksi dengan cepat untuk mengantisipasi pergerakan lawannya yang sedang memegang bola di dekatnya. Ia akan segera memberikan pressingÂke lawannya maupun menutup jalur umpan dari lawannya.Â
Secara positional play ketika bertahan, Keanu bisa menjaga kerapatan jarak dari shapebertahan tim dengan baik di area tengah terutama pada saat transisi negatif. Covering-nya dalam menutup dan melindungi terlihat cukup baik.
Ia juga tidak segan berkomunikasi untuk mengingatkan rekan terdekatnya dalam melakukan markingke pemain lawan.
Set Piece
Aspek ketiga atau yang terakhir adalah set piece. Di sini saya akan mengulas kemampuan Keanu dalam melakukan set piece seperti free kick dan corner kick. Kebetulan dalam match melawan Semen Padang FC U18 ini, ia beberapa kali bertindak sebagai orang yang mengambil set piece.
Corner Kick dan Free Kick
Keanu nampaknya dipercaya untuk mengambil beberapa aksi dalam melakukan set piece baik itu ketika tim mendapatkan situasi corner kick maupun free kick.
Ia akan mengambil tendangan sudut di sisi kanan pertahanan lawan dengan metode pengambilan tendangannya adalah Inswinger Corner. Begitu pun ketika mengambil tendangan free kick, ia juga akan menggunakan metode Inswinger Free Kick.
Kualitas dari hasil tendangan set piece (corner kick dan free kick) secara konsisten bisa dilakukan dengan baik dan efektif oleh Keanu.Â
Dalam pertandingan menghadapi Semen Padang FC ini, Keanu berhasil mencatatkan satu assist berkat hasil umpan dari tendangan free kick-nya yang bisa dikonversikan menjadi gol oleh salah satu rekan setimnya yang melakukan headingke arah gawang lawan.
Statistik Pertandingan
Keanu bermain kurang lebih selama 54 menit bersama Garuda United di pertandingan menghadapi Semen Padang FC dalam laga kedua pekan pertama pada kompetisi EPA Super League U18 2025/2026 ini. Skor hasil akhirnya adalah 1-1 untuk pertandingan ini.
Keanu bisa membantu timnya dengan berhasil mencatatkan satu assist untuk gol dari rekan setimnya yaitu Fardan Ary Setiawan di menit ke 16.Â
Conclusion
Setelah menonton Keanu Senjaya dalam pertandingan Garuda United menghadapi Semen Padang FC ini, maka berikut di bawah ini kesimpulan pribadi dari saya:
Bermain sebagai Central Midfielder dalam sistem formasi 3-4-3 di Garuda United terlihat bisa diperagakan dengan cukup baik oleh Keanu Senjaya di pertandingan menghadapi Semen Padang FC dalam laga kedua pada pekan pertama EPA Super League U18 ini.
Dengan technical ability-nya dalam menerima serta memprogresikan bola yang baik, terlihat Keanu bisa memberikan support secara efektif kepada rekan-rekannya terutama dalam mengkreasikan peluang di lini tengah.Â
Secara positioning, ia juga terlihat cukup baik ketika bertahan walaupun kemampuan defenseseperti tackling-nya masih perlu ditingkatkan lagi.Â
Walaupun secara umum kontrol bolanya cukup baik namun masih terlihat di beberapa momen terkadang ia masih kurang konsentrasi dalam mengontrol bola atau membuat keputusan yang kurang tepat ketika menguasai bola.
Aspek konsentrasi dan decision-making inilah yang masih perlu ditingkatkan lagi sehingga bisa meminimalisir kesalahan kecil dalam mengontrol bola ataupun terlalu lama dalam membuat keputusan ketika menguasai bola.
Menurut opini pribadi saya, pemain ini bisa diproyeksikan sebagai pemain utama di Liga Nusantara (Divisi 3) maupun Indonesia Championsip (Divisi 2). Namun tidak menutup kemungkinan bisa berpotensi sebagai pemain kategori Squad Player di Indonesia Super League (Divisi 1).
Risk to Consider:
- Sampel pertandingan dari Keanu Senjaya yang diambil hanya satu pertandingan saja sehingga perlu adanya monitoring lebih lanjut lagi untuk melihat perkembangannya.
- Mentalitas bermain di hadapan ribuan suporter stadion perlu dilakukan monitoring kembali, mengingat EPA Super League U18 2025/2026 berlangsung dengan kehadiran penonton yang minim.
- Rekam jejak cedera tidak diketahui.
- Data Statistik permainan Keanu Senjaya di EPA Super League U18 belum terlalu lengkap.
Saya juga membuat versi laporannya yang bisa dilihat pada link di bawah ini:
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel dariIDNGem Scout: Keanu Senjaya kali ini.
Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi dari saya setelah menonton permainan Keanu Senjaya secara lengkap melalui metode Video Scouting.
Pastinya masih banyak kekurangan yang saya yakini dalam tulisan ini mengingat ini tulisan pertama saya mengenai scouting report.
Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedback dari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.
Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.
Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.
Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.
Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.
Sekian dan Terima Kasih
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

IDNGem Scout: Abdul Zaki Alim
Movement and Positioning
Dewa United Banten FC U-20 asuhan coach Gaguk Setia menggunakan pakem formasi dasar 4-2-3-1 di dalam sistem permainannya.
Abdul Zaki Alim ditempatkan sebagai Central Midfielder dalam formasi tersebut sehingga ia bermain sebagai Double-Pivot di tengah.
Zaki Alim kerapkali beroperasi di sepertiga lapangan tengah (middle third) pada saat Dewa United Banten FC U-20 dalam fase penguasaan bola.
Zaki akan memosisikan dirinya sebagai salah satu orang pertama yang akan melakukan build-up dari belakang selain dua bek tengah di tim.Â
Ia acapkali akan turun ke dalam untuk menjemput bola. Setelah menerima bola dari pemain belakang, ia akan menginisiasi ke mana arah serangan tim selanjutnya.
Ia juga seringkali mengokupansi sisi kanan lapangan tepatnya di bagian half space kanan. Positional play yang dimainkan ini biasanya ia lakukan dengan membuat pergerakan rotasi posisi dengan rekannya pada saat tim melakukan fase serangan.
Ball Progression and Ball Retention
Sebagai pemain yang sering terlibat dalam fase awal build-up di tim, Zaki Alim mempunyai kemampuan mengalirkan bola yang bagus melalui passing-nya yang akurat dan presisi.Â
Ia juga mampu mengarahkan progresi bola dengan baik dan efektif ke depan melalui umpan-umpan pendek vertikal maupun umpan diagonal secara terukur.
Visi bermainnya cukup tajam serta kemampuan spasialnya (spatial awareness) terlihat cukup bagus. Ia mampu membaca dan memahami situasi di lapangan dengan baik terutama dalam melihat ruang terbuka di lapangan pada saat memprogresikan bola.
Sebelum dirinya menerima bola, ia sudah tahu ke mana bola akan diarahkan selanjutnya. Hal ini terlihat dari Zaki yang sering kali melakukan scanningatau cek bahu terlebih dahulu untuk melihat situasi di sekitarnya sebelum dirinya menerima bola dari rekannya.Â
Zaki bukan sekadar berperan sebagai pemberi umpan saja bagi rekannya namun ia bisa mengatur tempo permainan serangan tim.Â
Pada saat fase transisi, Ia bisa menjaga aliran bola secara perlahan untuk memberikan kesempatan bagi rekannya dalam merestrukturisasi posisi mereka masing-masing terlebih dahulu sebelum melakukan serangan lanjutan.Â
Zaki juga bisa menaikkan tempo permainan secara cepat melalui kemampuan progresi bolanya dengan melakukan umpan directke depan atau bergerak langsung ke depan dengan memanfaatkan kemampuan dribbling-nya.
Zaki terlihat sebagai pemain yang cukup vokal untuk berkomunikasi dengan rekannya dalam membangun serangan.Â
Pada saat tidak menguasai bola, Ia akan mengarahkan rekannya dengan memberitahu ke mana arah serangan bola akan dialirkan.
Zaki mampu menerima dan mengontrol bola dengan baik melalui sentuhannya yang terukur. Ia akan mengontrol bola dengan kaki kiri sebagai kaki terkuatnya.Â
Gerakan dari kaki ke kakinya dalam mengontrol bola terlihat sangat lincah. Ia juga mampu melakukan sentuhan bola sambil memutarkan badannya dengan baik dan cepat.
Walau dapat mengontrol bola atau menerima bola melalui sentuhan kaki kiri maupun kaki kanannya dengan baik namun Zaki terlihat jarang untuk menggunakan kaki kanannya ketika memprogresikan bola terutama dalam memberikan passing.
Zaki Alim ini terlihat memiliki tendensi untuk melakukan penetrasi ke depan jika ada ruang terbuka. Dalam situasi one-on-one, ia cukup berani untuk melewati lawan melalui kemampuan dribbling-nya.Â
Ia akan menggunakan gerakan mengecoh menggunakan body feint-nya untuk bisa melewati hadangan pemain lawan di dekatnya. Beberapa kali ia bisa melewati lawannya dengan efektif menggunakan kecepatan serta kemampuan dribbling-nya ke depan.
Kemampuannya dalam bermain di ruang-ruang sempit juga menjadi salah satu kelebihan dari Zaki Alim.Â
Zaki bisa memproteksi bola dengan baik dan tidak mudah kehilangan kontrol bola walau mendapatkan tekanan yang tinggi dan ketat dari lawannya. Ia akan memanfaatkan sentuhan kontrol bola dekatnya yang sangat baik dan lincah untuk melewati lawannya tersebut.
Hal yang menjadi isu dalam permainannya adalah terkadang Zaki terlalu lama dalam menguasai bola.Â
Dengan cara permainannya melalui aksi individu yang mengandalkan kelincahan dan kecepatan ketika menguasai bola pastinya Zaki akan sering kali berhadapan satu lawan satu dengan pemain lawan sehingga ada potensi untuk terjadinya kontak fisik.
Terlihat secara fisik, Zaki tidak memiliki postur badan yang terlalu besar dan tinggi (165 cm).Â
Sehingga akan sangat memungkinkan ketika ia sedang menguasai bola, maka Zaki akan menjadi target dari lawannya dalam kontak duel fisik terutama dari aspek perebutan bola melalui benturan bahu di badannya.Â
Pastinya Zaki akan cukup mudah dijatuhkan oleh lawannya ketika ia sedang melakukan dribblingdengan bola.Â
Terlebih lagi dirinya sangat lincah dan cepat dalam melewati lawannya sehingga ada kecenderungan pemain lawan akan segera mengambil tindakan cepat untuk menghentikan laju gerakan Zaki, baik itu dengan melakukan tackleatau sekadar membenturkan badan untuk menjatuhkannya.
Hal ini harus sudah diketahui oleh Zaki sendiri sehingga ia bisa mengantisipasi pemain lawan yang ingin menghentikan gerakannya ketika ia sedang menguasai bola.
Creating and Converting ChancesÂ
Dengan melihat kemampuan aksi individunya yang sangat baik dalam mengontrol bola dan memprogresikan serangan, Zaki beberapa kali akan dilibatkan dalam fase serangan tim di sepertiga akhir lapangan (final third). Ia kerap kali didorong ke depan untuk menambah daya serangan tim.
Zaki akan mengisi posisi half space kanan untuk memberikan support bagi rekannya. Ia mampu memperlihatkan combination play yang baik dengan rekan setimnya baik itu melalui permainan umpan satu sentuhan atau dengan cara memprogresikan bola menggunakan aksi individunya untuk melewati lawan melalui dribblingcepatnya.

Sumber Foto IG: @dufc.development
Ia sangat kuat dalam melewati lawan melalui pergerakan inside-nya. Dari pergerakannya di sisi kanan, ia acapkali mencoba masuk ke tengah dan akan melepaskan umpan diagonal ke depan atau langsung melakukan shootingdari luar kotak untuk mengkreasikan peluang di final third.Â
Namun, kemampuan shooting-nya masih terlihat kurang konsisten dan masih perlu ditingkatkan lagi akurasi tembakannya.
Terkadang Zaki juga terlalu lama dalam menguasai bola di kakinya. Terlihat dirinya dalam beberapa momen cukup terlambat untuk mengambil keputusan secara cepat dalam memindahkan bola ke sisi yang lebih terbuka.Â
Tentunya hal tersebut menyebabkan serangan yang dilancarkan tidak berjalan dengan efektif karena bola bisa langsung direbut oleh lawan dari penguasaan Zaki.Â
Terkadang Zaki juga terlalu cepat untuk melepaskan umpan ke rekannya padahal posisi rekannya tersebut belum ideal untuk menerima umpan.Â
Hal-hal seperti harus menjadi perhatian lebih bagi dirinya bahwa dalam level sepakbola yang tinggi dengan intensitas yang ketat dan ruang yang makin sempit maka ia harus bisa membuat keputusan secara cepat dan tepat serta tidak terlalu lama dalam menguasai bola.Â
Defensive Play
Untuk aspek Defensive Play ini, saya akan mengulas Positional Defending serta Defensive Dueldari Abdul Zaki Alim.
Positional Defending and Defensive DuelÂ
Pada saat fase bertahan, Zaki mampu memosisikan dirinya dengan baik untuk membentuk dan menjaga kerapatan jarak antar lini di tengah lapangan. Ia segera melakukan recoveryposisinya lagi di tengah pada saat terjadinya situasi transisi negatif.
Dalam aspek aksi individunya ketika bertahan, Zaki akan merespon cepat dengan segera menutup jalur umpan dan pergerakan dari pemain lawannya.Â
Ia akan memberikan pressingketat terhadap lawannya yang sedang menguasai bola dan mencoba menghalau pergerakan dari lawannya tersebut untuk bisa merebut kembali penguasaan bola.Â
Beberapa intersep juga bisa ia lakukan dengan baik dan efektif untuk menghentikan serangan lawan.
Walau tidak selalu memenangkan perebutan bola melalui tackling-nya, namun usahanya dalam menutup jalur umpan serta pergerakan menyerang dari lawannya bisa dilakukan secara efektif ketika bertahan.
Secara physical body, Zaki bukanlah pemain yang terlihat kekar dan kuat serta memiliki badan yang tinggi. Namun, ia cukup berani untuk membenturkan bahu dengan lawannya dalam duel perebutan bola di lapangan (ground duel) dan beberapa kali ia terlihat cukup berhasil untuk memenangi duel tersebut walau tidak terlalu sering dilakukan.
Terkait aspek dari aksi bertahannya dalam melakukan duel udara, Zaki terlihat tidak sering terlibat dalam duel fisik untuk memperebutkan bola di udara mengingat fisik tubuhnya nampak tidak efektif untuk melakukan hal tersebut.
Set Piece
Dalam dua pertandingan menghadapi Persik Kediri U-20 di kompetisi EPA Super League U20 ini, Zaki beberapa kali mengambil kesempatan untuk melakukan tendangan bebas (free kick) bagi timnya.Â
Biasanya ia akan mengambil tendangan jika jarak bola berada dekat dari gawang lawan di sekitaran luar kotak penalti.
Zaki akan mengambil tendangan dengan metode Inswinger Free Kick menggunakan kaki kirinya. Dari beberapa kesempatan yang diambil dari dua pertadingan melawan Persik Kediri U-20 ini, terlihat hasil akurasi tendangan bebasnya kurang begitu maksimal.
Pada situasi Corner Kick, ia terlihat tidak bertindak sebagai pemain yang mengambil tendangan dalam situasi tersebut.Â
Zaki biasanya akan memosisikan dirinya di dekat luar kotak penalti lawan untuk mengantisipasi bola muntahan dari hasil tendangan corneryang dilakukan.
Statistik Dalam PertandinganÂ
Dalam pertandingan pertama yang berlangsung pada tanggal 11 Oktober 2025, Abdul Zaki Alim bermain sebagai startingdengan mencatatkan waktu bermain selama 90 menit, memberikan satu assistdan mencetak satu gol.
Pada pertandingan kedua yang berlangsung pada tanggal 12 Oktober 2025, Abdul Zaki Alim bermain sebagai startingdengan mencatatkan waktu bermain selama 73 menit.
Statistik Sementara Musim Ini
- Appearances: 7Â
- Played Minutes: 511
- Goal: 2
- Assist: 1
- Shots [Shots on Target]: 7 [4]
- Passes [Successful Passes]: 171 [153]
- Interception: 12
- Tackle: 5
- Clearance: 3
*Statistik di atas berdasarkan performa terakhir Abdul Zaki Alim yang bermain pada tanggal 1 November 2025
*Data statistik diolah dan diambil dari website ileague.id
Conclusion
Abdul Zaki Alim merupakan seorang pemain yang berposisi sebagai Central Midfielder dengan kemampuan teknikal yang sangat baik serta kemampuan pemahaman taktikal yang cukup bagus.Â
Visi bermainnya cukup tajam serta pemahaman ruang dan kemampuannya dalam membaca situasi permainan terlihat cukup baik. Zaki juga mampu memprogresikan bola dari lini tengah ke depan dengan terukur dan terarah.Â
Dalam aspek positional play-nya ketika bertahan, ia mampu menutup jalur umpan serangan lawan serta menghalau pergerakan lawannya dengan memberikan pressing yang cukup baik.Â
Walau tidak selalu sukses dan tidak sering memenangi perebutan bola namun Zaki mampu secara efektif membantu pertahanan bagi timnya.
Akan tetapi, ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan lagi seperti ia harus bisa membuat sebuah keputusan dengan cepat dan cermat ketika dirinya sudah memasuki final third pada saat sedang menguasai bola.Â
Hal ini terlihat karena beberapa kali ia terlalu lama dalam men-delaybola dan kerap terlambat mengambil keputusan dengan cepat untuk segera memindahkan bola ke ruang yang kosong.
Kemudian dari aspek physical, Zaki juga perlu menambah sedikit latihan fisiknya lagi untuk memperkuat otot-otot di bagian tubuh atasnya.Â
Hal ini dapat menambah kekuatannya dalam memenangi benturan-benturan fisik di lapangan mengingat dalam level tertinggi di Liga Indonesia akan ada banyak pemain asing dan pemain lokal senior yang memiliki fisik kuat dan tinggi.
Tentu hal tersebut harus diwaspadai dan diantisipasi dalam aspek permainan fisik yang dimiliki oleh Abdul Zaki Alim.
Menurut saya, untuk saat ini Abdul Zaki Alim sudah bisa diproyeksikan sebagai pemain utama di Liga Nusantara (Liga 3) dan Championship Indonesia (Liga 2).Â
Namun untuk bisa bermain di divisi teratas seperti Indonesia Super League (Liga 1), ia harus meningkatkan kemampuan decision-making dengan lebih baik lagi terutama ketika sudah masuk ke final third. Kemudian, ia juga perlu menambah kekuatan fisiknya untuk bisa bersaing dengan pemain-pemain lain yang secara fisik badannya lebih kuat dari Abdul Zaki Alim.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel dariIDNGem Scout: Abdul Zaki Alim kali ini.
Sebelumnya saya juga sudah membuat versi laporannya yang bisa dilihat pada link di bawah ini:
Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi saya setelah menonton permainan Abdul Zaki Alim secara lengkap melalui metode Video Scouting.
Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedbackdari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.
Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.
Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.
Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.
Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.
Sekian dan Terima Kasih
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film