
Why Data Platforms Like Microsoft Fabric Don’t Fix Broken Data Culture
- A new platform.
- A more integrated stack.
- A promise that this time things will be different.
That’s where platforms like Microsoft Fabric come into play.
- Fabric is powerful.
- Modern.
- Well-architected.
But it’s also one of the most misunderstood investments organisations make. Because platforms don’t fail organisations. Organisations fail to change how they work around them.
The platform myth
There’s a comforting belief that goes something like this:
“Once we’re on the right platform, everything will fall into place.”
- Data will be trusted
- Reporting will be faster
- Teams will align
- Decisions will improve
The platform becomes a proxy for leadership, strategy, and culture. That belief is understandable, but it’s wrong.
What platforms are actually good at
Let’s be clear: platforms like Microsoft Fabric are not the problem.
They are exceptionally good at:
- Centralising data
- Standardising tooling
- Reducing architectural sprawl
- Enabling scale and performance
- Supporting modern analytics patterns
Fabric can remove technical friction. What it cannot remove is organisational friction.
Broken data culture looks like this.
Before blaming tools, it’s worth recognising the symptoms of a broken data culture:
- Metrics are debated more than decisions
- Reports exist, but trust is low
- Teams optimise locally, not collectively
- Data ownership is unclear or political
- Leadership asks for insight, but rewards speed over rigour
In these environments, a new platform doesn’t create clarity; it amplifies confusion.
Why platforms don’t fix culture
Here are a few reasons explaining why data platforms don’t fix and organisations’ data culture
1. Platforms don’t define purpose
A data platform can answer:
“Where does the data live?”
It cannot answer:
“Why does this data matter?”
Without a shared understanding of:
- Business priorities
- Critical decisions
- Success measures
Even the best platform becomes an expensive filing cabinet.
2. Platforms don’t align with leadership
Data culture is set at the top of a business or organisation.
If leaders:
- Ask for different numbers in different meetings
- Override data with instinct when it’s inconvenient
- Reward delivery over quality
Then no platform will create trust. Culture is reinforced by behaviour, not architecture.
3. Platforms don’t resolve ownership
Modern platforms centralise data, but they don’t magically assign accountability.
Without clear ownership:
- Data quality issues persist
- Definitions drift
- “Someone else owns that” becomes the default
Fabric can host your data estate. It cannot tell you who is responsible for it.
4. Platforms don’t simplify decision-making
A common failure mode is more capability, less clarity.
With powerful platforms:
- More data becomes accessible
- More metrics get surfaced
- More dashboards get built
But without decision discipline, this leads to:
- Cognitive overload
- Slower meetings
- Analysis paralysis
Better tools don’t automatically mean better decisions.
5. Platforms don’t change incentives
People respond to what they are measured on. If teams are incentivised to:
- Deliver quickly rather than accurately
- Protect their numbers rather than challenge them
- Avoid uncomfortable insights
Then culture won’t shift, regardless of platform.
Technology follows incentives, not the other way around.
When platforms do work
Organisations that succeed with platforms like Microsoft Fabric tend to do a few things differently:
- They establish clarity before migration
- They define decision ownership early
- They align leaders on what “good” looks like
- They treat the platform as an enabler, not a saviour
In these environments, Fabric accelerates progress rather than exposing cracks.
The uncomfortable truth
If dashboards are already struggling…
If trust in data is fragile…
If reporting feels slower every year…
A new platform will not fix those problems. It will surface them faster.
Why this matters
Many organisations invest heavily in platforms expecting transformation. What actually they get instead is:
- Better plumbing
- The same arguments
- New tooling layered on old habits
The gap between capability and impact grows wider. That’s not a platform failure. It’s a leadership and culture challenge.
Where this fits in the bigger picture
This article builds on Why Dashboards Fail and leads into the next questions many leaders face:
- If platforms don’t fix culture, what does?
- How do we know whether we’re observing the right things?
- Why does reporting slow down as complexity grows?
Those are the questions explored in the next parts of this series:
They’re also the questions organisations bring into our Data & Analytics Accelerator often after investing in the platform first.
A better starting question
Instead of asking:
“Is Fabric the right platform for us?”
A more useful question is:
“Are we ready to get value from it?”
That answer has very little to do with technology, and everything to do with clarity, ownership, and culture.
Useful Links
Building a Data-Driven Story: From Reports to Impact
Introduction to the Microsoft Data Platform – Data Platform Roles
What is Microsoft Fabric and How Does It Relate to Power BI?
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Formasi Serangan Balik (Long Ball Counter) Terbaik di eFootball 2026
eFootball 2026 menyediakan beberapa pilihan taktik guna mengakomodir strategi formasi yang ingin kamu gunakan.
Kalau kamu tipe playereFootball baik itu user mobile, konsol, dan pc yang suka melakukan umpan-umpan panjang dan cepat maka pilihan taktik Serangan Balik (Long Ball Counter) akan sangat cocok dengan gaya permainanmu.
Jika ingin menerapkan taktik Serangan Balik (Long Ball Counter) dengan efektif di eFootball 2026, maka kamu memerlukan yang namanya sebuah pengaturan formasi terbaik.
Dengan adanya formasi terbaik maka strategi serangan balikmu akan menjadi lebih ampuh dan efektif dalam menghadapi lawan-lawan di eFootball 2026.
Banyak sebenarnya pilihan formasi yang bisa kita pilih dan kita gunakan di eFootball 2026. Namun tidak semua formasi tersebut akan cocok jika kita terapkan taktik Serangan Balik (Long Ball Counter)
Maka itu, dalam artikel ini saya akan membahas mengenai formasi terbaik apa saja yang cocok untuk taktik Serangan Balik (Long Ball Counter) di eFootball 2026 terutama untuk user mobile lengkap dengan cara pengaturan dan penjelasan formasinya.
Sebelum kita masuk ke pembahasan mengenai pengaturan formasinya, tentu kamu harus mengenal terlebih dahulu mengenai prinsip dari taktik permainan Serangan Balik itu sendiri di eFootball 2026 baik itu versi Mobile, Konsol, dan PC.
Apa Itu Taktik Serangan Balik (Long Ball Counter) di eFootball 2026?
Gaya bermain Serangan Balik atau Long Ball Counter merupakan taktik permainan yang menekankan transisi cepat dari bertahan ke menyerang dengan memanfaatkan umpan panjang langsung dari lini belakang ke penyerang di lini depan.
Tujuan dari penggunaan umpan panjang ini adalah untuk mengeksploitasi ruang di belakang garis pertahanan lawan.
Prinsipnya adalah fokus dulu pada pertahanan yang rapat begitu dapat bola langsung menyerang dengan umpan panjang ke depan.
Taktik Serangan Balik (Long Ball Counter) Ketika Bertahan
Pada saat bertahan, tim akan membentuk deep defensive block (blok pertahanan rendah) sehingga para pemain akan cenderung menunggu di area pertahanan sendiri.
Jarak antarlini pemain ketika bertahan akan lebih mengutamakan kekompakan tim (compactness) sehingga bentuk shapepermainan akan menjadi lebih rapat.
Hal ini tentunya akan membuat tim lawan sulit untuk menyerang melalui area tengah.
Pemain tidak akan memberi pressingyang agresif terhadap pemain lawan. Jadi, mereka akan menunggu waktu yang tepat untuk merebut bola dari kaki pemain lawan.
Taktik Serangan Balik (Long Ball Counter) Ketika Menyerang
Pada saat menyerang, tim akan melakukan serangan dengan transisi yang sangat cepat.
Pemain tidak akan membangun serangan secara perlahan dengan menggunakan umpan pendek namun akan langsung mengirimkan umpan panjang ke depan.
Di sini permainan possession game akan jarang digunakan oleh para pemain atau bahkan tidak akan pernah digunakan sama sekali.
Fokus utama pemain ialah langsung mengirim bola ke penyerang tengah atau penyerang sayap untuk memanfaatkan ruang kosong di belakang bek lawan.
Tips Mengatur Formasi Serangan Balik (Long Ball Counter) di eFootball 2026
Setelah kita mengenal apa itu taktik serangan balik, maka selanjutnya adalah mengatur formasinya.
Bagaimana caranya?
Caranya adalah kamu perlu memilih taktik Serangan Balik atau Long Ball Countersebagai gaya permainan dalam formasi yang akan kamu pakai di eFootball 2026.
Caranya bisa kamu lihat di bawah ini:
- Pada Menu Home, pilih bagian My Team
- Pilih bagian Game Plan
- Pilih bagian Tacticsdi sebelah pojok kiri atas layar
- Pilih bagian Team Playstyle
- Pilih Serangan Balik (Long Ball Counter)
Setelah memilih taktik serangan balik, kamu juga perlu menyesuaikan penggunaan managerdi dalam tim.
Kalau manajermu tidak cocok dengan gaya bermain Serangan Balik (Long Ball Counter) maka para pemain dalam tim nantinya tidak akan bisa mengeluarkan kemampuan yang optimal di lapangan.
Jadi pastikan terlebih dahulu apakah manageryang kamu gunakan itu cocok dengan gaya Serangan Balik atau tidak sebelum kamu mengatur formasinya.
Rekomendasi Formasi Terbaik Serangan Balik (Long Ball Counter) di eFootball 2026!
Setelah kamu mengatur taktik Serangan Balik sebagai gaya permainan tim maka selanjutnya adalah mengatur pola formasinya.
Di sini saya akan merekomendasikan 5 formasi terbaik untuk taktik Serangan Balik (Long Ball Counter) di eFootball 2026.
Berikut di bawah ini pola formasinya:
- Formasi 4-2-2-2
- Formasi 3-2-3-2
- Formasi 3-2-3-2 versi Advanced
- Formasi 4-3-3
- Formasi 4-3-3 versi Advanced
Formasi 4-2-2-2 Serangan Balik
Untuk membentuk pola formasi 4-2-2-2, kamu perlu mengatur beberapa posisi pemain pada setiap lini.
Kamu bisa mengatur pola formasinya seperti gambar di bawah ini:

Pengaturan Instruksi Individu Formasi 4-2-2-2 Serangan Balik
Berikan instruksi individu dengan pilihan Menyerangpada pemain CMF dan pilihan Jangkarpada pemain DMF di bagian Serangan 1 dan Serangan 2.
- Serangan 1: Menyerang(CMF)
- Serangan 2: Jangkar (DMF)
- Pertahanan 1: –
- Pertahanan 2: –
Kalau kamu masih bingung mengenai Instruksi Individu di eFootball, kamu bisa baca penjelasan lengkapnya dalam artikel ini:
Penjelasan Formasi 4-2-2-2 Serangan Balik
Formasi ini sangat cocok dengan taktik serangan balik yang mengedepankan permainan Direct Play.
Dengan penempatan 2 striker di depan tentu akan menjadi sebuah ancaman bagi pertahanan tim lawan.
Karena kedua striker ini bisa menjadi target dari umpan-umpan panjang dan crossingyang dilakukan oleh para pemain tengah maupun bek sayap tim-mu.
Area tengah lapangan juga menjadi lebih solid karena adanya penempatan 4 pemain midfielder di sana.
Hal ini akan membuat lini tengah menjadi cukup rapat sehingga kamu bisa dengan mudah memutus build-up serangan lawan.
Kedua full back kanan dan kiri juga akan membantu serangan kamu dari sisi sayap. Hal ini tentunya bisa menciptakan beberapa kombinasi umpan crossingdari sisi lebar lapangan.
Untuk mengoptimalkan formasi ini dengan lebih baik lagi, usahakan kamu bisa mengikuti saran di bawah ini:
- Gunakan striker yang tipe bermainnya pemburu gol
- Gunakan CMF yang tipe bermainnya box to box
- Gunakan DMF yang tipe bermainnya pemain jangkar
- Gunakan AMF yang tipe bermainnya pemburu celah dan playmakerkreatif
- Gunakan RB yang tipe bermainnya bertahan
- Gunakan LB yang tipe bermainnya menyerang
Formasi 3-2-3-2 Serangan Balik
Untuk membentuk pola formasi 3-2-3-2, kamu perlu mengatur beberapa posisi pemain pada setiap lini.
Kamu bisa mengatur pola formasinya seperti gambar di bawah ini:

Pengaturan Instruksi Individu Formasi 3-2-3-2 Serangan Balik
Berikan instruksi individu dengan pilihan Jangkarpada pemain DMF di bagian Serangan 1 dan Serangan 2.
Kemudian berikan juga instruksi Lini Dalam terhadap pemain DMF pada bagian Pertahanan 1 dan Pertahanan 2.
- Serangan 1: Jangkar (DMF)
- Serangan 2: Jangkar (DMF)
- Pertahanan 1: Lini Dalam (DMF)
- Pertahanan 2: Lini Dalam (DMF)
Penjelasan Formasi 3-2-3-2 Serangan Balik
Formasi ini menggunakan pola 3 bek di belakang dengan 2 pemain DM di tengah. Hal ini akan membuat lini pertahanan menjadi lebih kuat dan solid terlebih jika bermain dengan disiplin.
Lawan juga akan kesulitan untuk menyerang lewat area tengah sebab 2 pemain DM akan lebih sering membantu pertahanan.
Formasi ini juga efektif dengan permainan umpan-umpan panjang karena banyaknya pemain-pemain kreatif dan pemain target man di depan.
Penggunaan 3 AMF dan 2 penyerang tengah di depan akan memudahkan untuk melakukan kombinasi serangan dengan transisi cepat dan mematikan.
Salah satu kelemahan dari formasi ini terletak di sisi lebar lapangan. Hal ini disebabkan tidak adanya pemain sayap di posisi tersebut.
Maka itu, pengaturan instruksi individu berupa pilihan Lini Dalam menjadi cara alternatif untuk mengurangi dampak dari kelemahan formasi ini.
Dengan instruksi tersebut, pemain DM akan melakukan coverterhadap lini belakang untuk memperkuat area pertahanan.
Untuk mengoptimalkan formasi ini dengan lebih baik lagi, usahakan kamu bisa mengikuti saran di bawah ini:
- Gunakan AMF yang tipe bermainnya pemburu celah dan playmakerkreatif serta memiliki skill bantu bertahan.
Formasi 3-2-3-2 Serangan Balik Versi Advanced
Untuk membentuk pola formasi 3-2-3-2 versiAdvancedini kamu perlu mengatur beberapa posisi pemain pada setiap lini.
Kamu bisa mengatur pola formasinya seperti gambar di bawah ini:

Pengaturan Instruksi Individu Formasi 3-2-3-2 Serangan Balik Versi Advanced
Berikan instruksi individu dengan pilihan Menyerangpada pemain LMF dan pilihan Jangkar pada pemain AMF di bagian Serangan 1 dan Serangan 2.
- Serangan 1: Menyerang (LMF)
- Serangan 2: Jangkar (AMF)
- Pertahanan 1: –
- Pertahanan 2: –
Penjelasan Formasi 3-2-3-2 Serangan Balik Versi Advanced
Formasi ini hampir sama dengan 3-2-3-2 sebelumnya. Namun perbedaan formasi 3-2-3-2 versi Advancedini adalah kita akan menempatkan satu pemain LMF.
Hal ini untuk menambah daya serangan dari sisi sayap dengan mengandalkan umpan crossing.
Formasi 3-2-3-2 versi Advancedini akan mengandalkan kombinasi serangan dengan fokus di area tengah.
Dengan adanya 2 penyerang tengah dan 2 gelandang serang akan membuat variasi serangan balikmu menjadi lebih mematikan terlebih dengan penempatan LMF yang bisa melakukan crossingbagus.
Untuk mengoptimalkan formasi ini dengan lebih baik lagi, usahakan kamu bisa mengikuti saran di bawah ini:
- Gunakan AMF (sebelah kiri) yang memiliki skill bantu bertahan.
- Gunakan CF yang mempunyai skill headingyang bagus.
Formasi 4-3-3 Serangan Balik
Untuk membentuk pola formasi 4-3-3, kamu perlu mengatur beberapa posisi pemain pada setiap lini.
Kamu bisa mengatur pola formasinya seperti gambar di bawah ini:

Pengaturan Instruksi Individu Formasi 4-3-3 Serangan Balik
Berikan instruksi individu dengan pilihan Menyerangpada pemain RB dan pilihan Jangkarpada pemain CMF di bagian Serangan 1 dan Serangan 2.
- Serangan 1: Menyerang (RB)
- Serangan 2: Jangkar (CMF)
- Pertahanan 1: –
- Pertahanan 2: –
Penjelasan Formasi 4-3-3 Serangan Balik
Formasi ini mengutamakan keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Dengan mengandalkan kreativitas tinggi dari 3 gelandang tengah yang dimiliki maka formasi ini cukup relatif aman namun bisa lebih eksplosif ketika melakukan serangan balik.
Fleksibilitas juga menjadi kunci utama dalam formasi ini.
Pemain bek sayap akan turun naik ketika tim bertahan maupun menyerang. Variasi serangan juga bisa melalui area tengah maupun sisi sayap
Dengan keseimbangan yang baik antara lini belakang, lini tengah, dan lini depan membuat formasi menjadi salah satu yang paling cocok untuk taktik serangan balik.
Kelemahan dari formasi ini berada di area sisi sayap. Full back bisa saja telat untuk turun ketika tim sedang bertahan sehingga akan menciptakan ruang kosong di sisi sayap.
Maka itu, instruksi Jangkar yang diatur terhadap CMF menjadi sangat penting untuk diatur.
Dengan adanya CMF (Jangkar), ia akan membantu sisi pertahanan di tengah dan sesekali juga membantu kekosongan ruang di sisi sayap.
Untuk mengoptimalkan formasi ini dengan lebih baik lagi, usahakan kamu bisa mengikuti saran di bawah ini:
- Gunakan LB dengan tipe bermain bek sayap bertahan
- Gunakan CF yang bertipe pemburu gol
- Gunakan SS dengan tipe pemburu gol dan pemburu celah
- Gunakan CMF dengan tipe pemain jangkar
- Gunakan DMF yang bertipe box to box
Formasi 4-3-3 Serangan Balik Versi Advanced
Untuk membentuk pola formasi 4-3-3 versiAdvancedini kamu perlu mengatur beberapa posisi pemain pada setiap lini.
Kamu bisa mengatur pola formasinya seperti gambar di bawah ini:

Pengaturan Instruksi Individu Formasi 4-3-3 Serangan Balik Versi Advanced
Berikan instruksi individu dengan pilihan Bertahanpada pemain RB dan LB di bagian Serangan 1 dan Serangan 2.
- Serangan 1: Bertahan (RB)
- Serangan 2: Bertahan (LB)
- Pertahanan 1: –
- Pertahanan 2: –
Penjelasan Formasi 4-3-3 Serangan Balik Versi Advanced
Formasi ini merupakan modifikasi dari formasi 4-3-3 sebelumnya. Formasi ini cukup agresif dan akan sangat efektif dalam memaksimalkan kecepatan serta transisi cepat dari para pemain.
Dengan setupseperti ini maka penetrasi serangan direct play akan langsung menusuk jantung pertahanan lawan dengan mematikan.
Penempatan 3 penyerang di tengah akan memudahkan kamu untuk melakukan permainan satu dua sentuhan dengan cepat untuk mengeksploitasi ruang di lini belakang tim lawan.
Lini tengah sangat solid dengan adanya 3 gelandang. Aliran bola dari tengah lapangan juga akan lebih mudah untuk dilakukan dan mereka juga dapat membantu area sisi sayap.
Formasi ini cukup ofensif walau sekalipun kamu menggunakan taktik serangan balik. Sehingga terdapat kelemahan yang bisa dikatakan cukup rentan untuk dimanfaatkan oleh tim lawan.
Serangan balik lawan bisa dengan mudah eksploitasi ruang antara lini tengah dan bek jika kamu kehilangan penguasaan bola di area tengah.
Untuk itulah pentingnya mengatur instruksi individu berupa pilihan bertahan terhadap 2 pemain full back.Mereka akan sering membantu lini belakang dan tidak akan terlalu maju ke depan ketika tim sedang menyerang.
Untuk mengoptimalkan formasi ini dengan lebih baik lagi, usahakan kamu bisa mengikuti saran di bawah ini:
- Gunakan LB dan RB yang tipe mainnya bek sayap bertahan
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel mengenaiFormasi Serangan Balik (Long Ball Counter) Terbaik di eFootball 2026.
Kamu sangat bebas untuk memilih mana pola yang cocok dengan permainan serangan balikmu di eFootball.
Kalau perlu coba saja semua formasi serangan balik yang sudah saya bagikan di sini dan analisa formasi tersebut hingga kamu menemukan mana yang efektif untuk digunakan melawan musuhmu di eFootball 2026.
Tentu tidak semua formasi ini menjamin kamu untuk mendapatkan kemenangan ketika bertanding menghadapi lawan-lawanmu di eFootball 2026.
Tapi, dengan mengatur sebuah sistem formasi yang tepat dan efektif akan lebih memudahkan kamu untuk mendapatkan kemenangan di dalam pertandingan.
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya dari Kami:
Jika ada pertanyaan lebih lanjut, kamu dapat menggunakan fitur kolom komentar yang sudah tersedia di bawah artikel ini.
Terima kasih sudah membaca artikel ini
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Why Dashboards Fail (and What Most Organisations Get Wrong)
Why Dashboards Fail (and What Most Organisations Get Wrong). For many organisations, dashboards start with optimism and end in frustration.
Power BI looks promising. Reports get built. Stakeholders are excited. And then, slowly but surely, confidence erodes.
- People stop trusting the numbers.
- Reports multiply.
- Decisions revert to gut instinct.
The problem isn’t the dashboard tool. It’s something far more fundamental.
A quick note on dashboards vs reports in Power BI
In Power BI, dashboards and reports are technically different things.
- Reports are multi-page, interactive, analytical assets. They are built from a single semantic model and are used to explore, slice, and drill into data. This is where most analysis and questioning happen.
- Dashboards, by contrast, are single-page, high-level summaries. They are made up of pinned visuals from one or more reports and are designed for monitoring, awareness, and at-a-glance views, often for senior stakeholders.
In practice, however, many organisations use the term “dashboard” as shorthand for all business reporting and analytics, including reports, scorecards, and executive views. That is the sense in which the term is used in this article.
The failure patterns described here apply equally to dashboards and reports: lack of shared definitions, unclear ownership, decision-free design, and cultural assumptions.
Dashboards don’t fail because of technology
Most organisations assume dashboards fail because:
- The data model isn’t quite right
- The visuals could be better
- Performance needs tuning
- Or they need the next platform upgrade
In reality, dashboards fail because they are built before clarity exists. Dashboards are an output. But many organisations treat them as the starting point.
The real reasons dashboards fail
In my opinion, the real reason the dashboards fail is because
1. No shared definition of “the truth”
Ask five people from the same organisation what a key metric means, and you’ll often get five answers. You need a clear definition of
- Revenue
- Active customer
- Conversion
- Engagement
If those definitions aren’t agreed upon up front, dashboards become political tools rather than decision tools.
Without the shared definitions, the result:
- Endless debate
- Manual “sense-checking”
- Offline spreadsheets to “validate” reports
At that point, the dashboard is already dead.
2. Dashboards are built around data, not decisions
A common question during reporting projects is:
“What data do we have?”
The better question is:
“What decisions are we trying to make?”
When dashboards are designed around available data rather than business decisions:
- They become cluttered
- Stakeholders don’t know where to focus
- Important signals get buried in noise
Good dashboards don’t show everything.
They show what matters now.
3. Ownership is unclear
This is often a big one. Who owns the dashboard?
- IT?
- Data?
- Finance?
- The business?
When ownership isn’t explicit:
- Requests pile up
- Changes happen ad hoc
- Nobody is accountable for quality or relevance
Dashboards decay not because people don’t care, but because responsibility is fragmented. I have read this many times in management and leadership books
If three people are responsible for feeding the dog, the dog will starve.
4. Reporting scales faster than understanding
As organisations grow:
- More systems appear
- More metrics get tracked
- More stakeholders want tailored views
Reporting complexity increases exponentially, while understanding does not.
This is why reporting often slows down just when the business needs speed the most.
Dashboards built for a small team rarely survive organisational growth without rethinking structure, governance, and intent.
5. Culture is assumed, not designed
This is where modern platforms, like Microsoft Fabric, are often misunderstood by business decision makers.
Fabric can unify data.
It can centralise tooling.
It can simplify architecture.
But it cannot:
- Align leadership expectations
- Define decision rights
- Create trust in metrics
- Establish accountability
If the data culture is broken, no platform will fix it.
Dashboards fail when clarity comes last
Across organisations of all sizes, the pattern is consistent:
- Tools are implemented
- Dashboards are built
- Questions emerge
- Trust declines
- Momentum stalls
The missing step is clarity before construction.
Clarity around:
- What decisions matter
- Which metrics drive those decisions
- Who owns them
- How they are interpreted and challenged
Without that, dashboards become expensive wallpaper.
What successful organisations do differently
From my experience, the organisations that get lasting value from dashboards take a different approach:
- They start with decision-making, not visualisation
- They align leaders before building reports
- They treat dashboards as evolving products, not one-off deliverables
- They fix structure and ownership before scaling tooling
Dashboards then become accelerators, not bottlenecks.
Why this matters
If your organisation:
- Has lots of dashboards but little confidence
- Is “looking at Fabric” but unsure where to start
- Feels reporting should be delivering more value by now
Then the issue probably isn’t technical.
It’s strategic.
And until that’s addressed, dashboards will continue to disappoint—no matter how modern the platform.
Where this fits in the bigger picture
This is the first in a short series exploring why data initiatives stall as organisations grow, including:
These are exactly the problems we see organisations bring into our Data & Analytics Accelerator,long before they ask about dashboards or tooling.
Next steps
If this resonates with you, the next question to ask isn’t:
“Which dashboard should we build next?”
It’s:
“Do we actually have clarity on what we’re trying to achieve?”
That’s where progress starts.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Formasi Menyebar Ke Sisi (Out Wide) Terbaik di eFootball 2026
Pastinya beberapa playereFootball baik itu sebagai user Mobile, Konsol, maupun PC di sini pastinya ada yang gemar bermain dengan mengandalkan skill dan kecepatan dari para pemain sayapnya serta seringkali juga memainkan umpan-umpan crossingdari sisi sayap.
Nah, kalau kamu termasuk playeryang suka bermain dengan gaya seperti ini, maka kamu harus tahu bahwa ada salah satu senjata terbaik yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan permainan crossing-crossing milikmu di eFootball 2026.
Apa itu?
Senjata ini adalah formasi dengan taktik gaya bermain Menyebar Ke Sisi atau Out Wide.
Adanya penggunaan formasi dengan taktik gaya bermain Menyebar Ke Sisi akan dapat mengoptimalkan performa permainanmu di eFootball yang seringkali mengandalkan sisi sayap sebagai jalur serangan.
Potensi suatu serangan melalui umpan crossingmaupun umpan cutbackakan lebih maksimal juga dengan adanya taktik ini.
Maka itu, penting sekali untuk mengatur sebuah formasi terbaik dengan menggunakan taktik gaya bermain Menyebar Ke Sisi atau Out Widedi eFootball 2026.
Oke lantas bagaimana cara kita mengatur formasi terbaiknya?
Mari simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.
Mengenal Taktik Menyebar Ke Sisi (Out Wide) di eFootball 2026!
Sebelum kita mengatur formasinya, kamu sebagai playereFootball (Mobile, Konsol, dan PC) perlu memahami dulu nih apa yang dimaksud dengan Taktik Menyebar Ke Sisi?
Taktik Menyebar Ke Sisi atau dalam bahasa Inggrisnya itu disebut dengan Out Wide merupakan strategi taktik yang menekankan serangan dari sisi lebar lapangan untuk membongkar pertahanan lawan.
Jadi dengan menggunakan Taktik Menyebar Ke Sisi (Out Wide), maka tim kamu akan sering melakukan serangan dari sisi kanan maupun sisi kiri lebar lapangan dalam menciptakan peluang.
Strategi Taktik Menyebar Ke Sisi (Out Wide) Ketika Menyerang
Pada saat menyerang, pemain akan berfokus melakukan pergerakan ke sisi lapangan, baik itu sisi kanan maupun kiri untuk menciptakan peluang gol.
Serangan-serangan ini biasanya akan dilakukan dengan menggunakan teknik umpan crossingataupun umpan cutbackdari pemain sayap.
Kemudian pemain penyerang yang ada di tengah akan mencari ruang kosong di kotak penalti lawan untuk bisa menerima hasil dari umpan-umpan tersebut dengan baik.
Pemain yang berada di lini tengah juga akan melakukan pergerakan ke sisi lebar lapangan guna memberikan supportbagi pemain sayap.
Strategi Taktik Menyebar Ke Sisi (Out Wide) Ketika Bertahan
Pada saat bertahan, para pemain akan mundur dan berfokus dengan membuat blok pertahanan di lapangan tengah.
Metode All-out Defense akan dilakukan oleh seluruh pemain ketika bertahan. Hal ini akan membuat pemainmu untuk segera turun dan menjaga garis pertahanan agar tetap solid.
Kemudian pemain akan langsung menerapkan pressingyang agresif untuk mencegah build up serangan dari tim lawan.
Cara Mengatur Formasi Menyebar Ke Sisi (Out Wide) di eFootball 2026
Nah, setelah mengenal apa itu Taktik Menyebar Ke Sisi (Out Wide) di eFootball 2026, maka hal selanjutnya adalah mengatur formasi.
Bagaimana cara mengaturnya?
Caranya adalah kamu harus memilih Taktik Menyebar Ke Sisi (Out Wide) sebagai gaya permainan tim terlebih dahulu sebelum mengatur formasi.
Caranya bisa kamu lihat di bawah ini:
- Pada Menu Home, pilih bagian My Team
- Pilih bagian Game Plan
- Pilih bagian Tacticsdi sebelah pojok kiri atas layar
- Pilih bagian Team Playstyle
- Pilih Menyebar Ke Sisi (Out Wide)
Pastikan juga kamu harus menyesuaikan penggunaan managerdi dalam tim.
Karena jika manajermu tidak cocok dengan gaya bermain Menyebar Ke Sisi (Out Wide), maka formasi tersebut tidak akan berjalan dengan optimal di lapangan.
Jadi cek terlebih dahulu apakah manageryang kamu gunakan itu cocok dengan gaya Menyerang Ke Sisi atau tidak sebelum kamu mengatur formasinya.
Rekomendasi Formasi Terbaik Menyebar Ke Sisi (Out WIde) eFootball 2026!
Setelah mengatur gaya bermain tim dengan taktik Menyerang Ke Sisi (Out Wide) sebagai basis permainan untuk formasi yang akan digunakan, maka selanjutnya adalah menentukan pola formasinya.
Sebenarnya banyak sekali pola formasi yang bisa kita pilih di eFootball 2026 ini, namun saya akan merekomendasikan ke kamu satu pola formasi terbaik untuk Taktik Menyebar Ke Sisi.
Pola formasi ini adalah 3-4-3.
Formasi 3-4-3 Menyebar Ke Sisi (Out Wide)
Untuk membentuk pola formasi 3-4-3, kamu perlu mengatur beberapa posisi pemain pada starting line-up milikmu.
Kamu bisa melihat pengaturan posisi pemainnya pada gambar di bawah ini:

Atur seluruh posisi pemainmu seperti gambar yang saya berikan di atas supaya bisa membentuk pola formasi 3-4-3.
Pengaturan Instruksi Individu Formasi 3-4-3 Menyebar Ke Sisi (Out Wide)
Berikan Instruksi Individu dengan pilihan Bertahanpada pemain LMF dan RMF di bagian Serangan 1 dan Serangan 2. Laluberikan instruksi Lini Dalam pada pemain CMF di bagian Pertahanan 1.
- Serangan 1: Bertahan (RMF)
- Serangan 2: Bertahan (LMF)
- Pertahanan 1: Lini Dalam (CMF)
- Pertahanan 2: –
Kalau kamu masih bingung mengenai Instruksi Individu di eFootball, kamu bisa baca penjelasan lengkapnya dalam artikel ini:
Penjelasan Formasi 3-4-3 Menyebar Ke Sisi (Out Wide)
Pola 3 bek akan diterapkan pada pola formasi ini.
Dengan adanya 3 bek di belakang, maka area pertahanan akan menjadi cukup solid sehingga tim lawan akan kesulitan untuk menyerang dari area tengah.
Para pemain sayap akan memiliki peran penting dalam formasi ini.
Dengan taktik Menyebar Ke Sisi (Out Wide), maka para pemain yang berada di sisi lebar lapangan baik itu RWF-LWF dan RMF-LMF akan membantu transisi serangan maupun bertahan tim.
Mereka akan berperan besar dalam melakukan serangan dari sisi kanan dan kiri untuk menciptakan peluang ke area pertahanan musuh.
Pergerakan yang dilakukan pemain CF di tengah juga tidak kalah penting karena ia akan berperan sebagai Finisherdi kotak penalti lawan.
Keunggulan dari formasi ini terletak pada sisi lebar lapangan. Dengan adanya beberapa penempatan pemain sayap di sana, maka tim kamu akan dapat situasi overload.
Sederhananya tim-mu mendapatkan situasi keunggulan jumlah pemain daripada pemain tim lawan di sisi sayap kanan dan kiri.
Hal ini tentunya dapat membuatmu memiliki opsi untuk melakukan kombinasi serangan antardua pemain sayap di kanan maupun kiri.
Mereka bisa dengan mudah menciptakan peluang melalui umpan-umpan crossingmaupun umpan cutback.
Kelemahan dari formasi ini adalah diperlukannya pemain dengan stamina yang cukup kuat terutama untuk pemain sayap dan gelandang tengah.
Karena mereka akan sering melakukan pergerakan transisi menyerang ke bertahan maupun sebaliknya.
Tentu pemain-pemain ini juga harus disiplin dalam melakukan transisi bertahan.Karena jika mereka tidak memiliki stamina yang prima dan juga tidak disiplin dalam hal bertahan, maka pemain lawan akan dengan mudah untuk melakukan serangan di area ini.
Saya juga mempunyai beberapa saran mengenai Playstyledari setiap posisi pemain di formasi 3-4-3 ini.
Berikut sarannya di bawah ini:
- Gunakan GK yang memiliki playstyle Agresif/Defensif
- Gunakan CB (kanan) yang memiliki playstyle Build Up
- Gunakan CB (tengah) yang memiliki playstyle Build Up/Destroyer
- Gunakan CB (kiri) yang memiliki playstyle Build Up
- Gunakan RMF yang memiliki playstyle Attacking RB
- Gunakan LMF yang memiliki playstyle Attacking LB
- Gunakan CMF yang memiliki playstyle Box to Box
- Gunakan CMF yang memiliki playstyle Anchor Man
- Gunakan RWF yang memiliki playstyle Roaming Flank/Prolific Wing/Playmaker
- Gunakan LWF yang memiliki playstyle Roaming Flank/Prolific Wing/Playmaker
- Gunakan CF yang memiliki playstyle Goal Poacher/Fox in the Box
Usahakan untuk memakai pemain-pemain yang mempunyai playstyletersebut di formasi 3-4-3 ini.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel mengenaiFormasi Terbaik Menyebar Ke Sisi (Out Wide) di eFootball 2026.
Kamu bisa mencoba semua formasi ini ke permainan eFootball 2026 milikmu baik itu versi Mobile, Konsol, maupun PC.
Kamu juga bisa dengan bebas untuk menganalisa pola formasi ini terlebih dahulu sebelum benar-benar diterapkan ke dalam gameplayeFootball milikmu.
Jika menurutmu ada yang pantas untuk diubah, maka kamu bisa melakukan setulang kembali untuk pengaturan formasi 3-4-3 tersebut.
Tentu formasi ini tidak menjamin kamu untuk selalu mendapatkan kemenangan ketika bertanding menghadapi lawan-lawanmu di eFootball 2026.
Akan tetapi dengan kamu mengatur sebuah sistem formasi yang sistematis dan tepat maka akan lebih mudah bagimu untuk mendapatkan kemenangan di eFootball 2026.
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya dari Kami:
Jika ada pertanyaan lebih lanjut, kamu dapat menggunakan fitur kolom komentar yang sudah tersedia di bawah artikel ini.
Terima kasih sudah membaca artikel ini
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Monitoring vs Observability: What Business Leaders Need to Know
Monitoring vs Observability: What Business Leaders Need to Know
As organisations grow, a familiar frustration emerges.
- Dashboards exist.
- Monitoring is in place.
- Alerts fire.
And yet leaders still ask:
“Why didn’t we see this coming?”
This is where the conversation often turns to observability. It’s a term that sounds technical, but the problem it addresses is not.
Monitoring feels reassuring – until it isn’t
Most organisations already monitor their systems and reporting.
They track:
- System uptime
- Refresh failures
- Data latency
- Pipeline errors
From a distance, everything looks under control.
Until:
- A board pack is challenged
- A number changes unexpectedly
- A critical metric drifts with no obvious cause
At that point, monitoring tells you something is wrong,but not why.
Monitoring answers “Is something broken?”
Monitoring is about known failure states.
It works well when:
- You know what “good” looks like
- You know what can break
- You know the thresholds to watch
Examples:
- Did the report refresh succeed?
- Did the pipeline fail?
- Is the system up or down?
Monitoring is essential, but it’s reactive by design. It tells you after something crosses a line.
Observability answers “Why is this happening?”
Observability starts from a different place.
It assumes:
- The most important problems aren’t always predictable
- Business questions change faster than systems
- Failures are often subtle before they are obvious
Observability is about understanding behaviour, not just detecting failure.
For leaders, that means being able to answer:
- Why did this metric change?
- Where did the data come from?
- What else is affected?
- Can we trust this insight right now?
This isn’t a tooling debate
Monitoring vs observability is often framed as a technical upgrade.
- New tools.
- New dashboards.
- New telemetry.
That misses the point.
Observability is not something you install. It’s something you design for. Without clarity, observability tools simply generate more noise.
Why leaders feel the pain first
As organisations scale:
- Data flows increase
- Dependencies multiply
- Decision cycles shorten
Leaders feel the consequences before teams feel the cause.
Common symptoms:
- Meetings spent debating numbers rather than decisions
- Insight arriving too late to matter
- Increasing reliance on manual explanations
- “Can someone just sanity-check this?”
At that stage, the organisation isn’t lacking monitoring. It’s lacking understanding.
The hidden cost of poor observability
When observability is weak:
- Confidence drops
- Decision speed slows
- Risk increases quietly
Leaders start to:
- Ask for more reports
- Request deeper breakdowns
- Commission parallel analyses
Ironically, this makes the problem worse. More reporting ≠ more insight.
What observability really means for leaders
For business leaders, observability is the ability to:
- Trace a number back to its source
- Understand how a metric is constructed
- See when assumptions change
- Spot drift before it becomes a failure
It’s the difference between:
“The number is wrong”
and
“We know exactly why it changed, and what to do next.”
Why platforms don’t automatically give you observability
Modern platforms make observability possible.
They do not make it inevitable.
Without:
- Clear metric ownership
- Agreed definitions
- Decision-focused design
- Aligned leadership expectations
Observability tooling simply exposes existing confusion faster. This is why organisations often invest heavily, yet still feel blind.
Monitoring tells you when to panic. Observability tells you when to act
Monitoring is about protection.
Observability is about confidence.
Both matter, but they solve different problems.
Leaders don’t need more alerts.
They need fewer surprises.
Why this matters now
As organisations grow, complexity increases faster than understanding.
This is why:
- Reporting slows down
- Insight feels harder to extract
- Trust erodes quietly
The issue isn’t that teams aren’t working hard. It’s that the organisation has outgrown its original approach to insight.
Where this fits in the series
This article follows:
And leads into the next question leaders often ask:
That’s where we’ll go next.
These are also the exact challenges organisations bring into our Data & Analytics Acceleratorusually framed as tooling problems, but rooted in clarity, ownership, and design.
A better leadership question
Instead of asking:
“Do we need better monitoring?”
A more useful question is:
“Do we understand what our data is telling us, and why?”
When leaders can answer that with confidence, technology finally starts working for the business, not against it.
Useful Links
How to Achieve Key Business Goals with Data-Driven Strategies and AI Tools
What If Rejection Was the First Step to Success?
Lessons from Fantasy Premier League: Data, Decisions, and Power BI
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Formasi Umpan Panjang (Long Ball) Terbaik di eFootball 2026
Terdapat salah satu strategi taktik yang mungkin jarang sekali digunakan oleh para playereFootball eFootball 2026 yakni Umpan Panjang atau Long Ball.
Mungkin stigma negatif melekat pada taktik yang satu ini karena Umpan Panjang (Long Ball) disebut sebagai taktik permainan yang kurang menarik akibat dari minimnya kreativitas para pemainnya sehingga seni permainan sepakbolanya tidak ada sama sekali.
Maka itu tidak banyak playereFootball menggunakan taktik yang satu ini ke dalam gameplay mereka ketika bertanding.
Walaupun demikian, bagi orang yang menggemari sepakbola directmaka Umpan Panjang (Long Ball) akan tetap menjadi gaya permainan favorit mereka sehingga tidak ada salahnya memainkan gaya bermain ini di eFootball 2026.
Bagi kamu yang suka dengan gaya bermain Umpan Panjang (Long Ball) kamu juga harus memerlukan sebuah formula yang bisa membuat taktik ini semakin efektif dalam menghadapi lawan-lawanmu.
Taktik Umpan Panjang (Long Ball) harus dipadukan dengan sebuah formasi terbaik agar kamu bisa melawan tim musuh dengan efektif.
Untuk itulah saya akan membahas artikel mengenai formasi terbaik untuk taktik umpan panjang atau long ball supaya kamu bisa menggunakan taktik ini secara efektif dalam menghadapi lawan-lawanmu di eFootball 2026 baik itu versi Mobile, Konsol, dan PC.
Namun sebelum kita masuk ke pembahasan utama, kamu harus tahu dulu tentang prinsip permainan dari Umpan Panjang (Long Ball) itu sendiri.
Mengenal Strategi Umpan Panjang (Long Ball) di eFootball 2026!
Strategi ini hampir mirip dengan taktik Serangan Balik (Long Ball Counter).
Jika Serangan Balik (Long Ball Counter) itu berbasis permainan umpan panjang dengan gaya Counter Attack, maka Umpan Panjang (Long Ball) itu memiliki basis permainan umpan panjang dengan gaya Possession Ball.
Kalau kamu ingin tahu tips mengatur formasi terbaik serangan balik (long ball counter) di eFootball bisa baca langsung artikelnya di bawah ini:
Ketika Menyerang
Jadi gaya bermain Long Ball atau Umpan Panjang itu tidak serta-merta melakukan serangan langsung dengan cara melakukan umpan panjang ke depan.
Akan tetapi, bola yang sudah dikuasai akan ditahan terlebih dahulu sembari rekan setim melakukan pergerakan menyerang ke depan kemudian bola dapat dikirim langsung ke Final Third baik itu melalui umpan panjang maupun umpan terobosan.
Ketika Bertahan
Taktik Umpan Panjang (Long Ball) akan mengadopsi taktik All-Out Defense ketika bertahan.
Jadi semua pemain akan turun langsung ke belakang untuk membentuk struktur pertahanan yang kompak dan solid.
Bentuk pressingyang konservatif akan dilakukan secara kolektif oleh para pemain. Jadi mereka tidak akan melakukan penekanan secara agresif terhadap pemain lawan yang sedang menguasai bola.
Begitu bola sudah dikuasai kembali, maka para pemain belakang tidak akan maju karena ia akan menahan bola terlebih dahulu.
Sedangkan para pemain gelandang serang dan penyerang akan bergerak maju ke depan untuk mencari posisi dalam menerima bola panjang dari pemain belakang.
Setelah kamu sudah mengetahui tentang prinsip permainan dari taktik Umpan Panjang (Long Ball), hal selanjutnya yang akan kamu lakukan adalah mengatur taktik Umpan Panjang sebagai gaya permainan dalam formasi yang akan kita terapkan nanti di eFootball 2026.
Cara Mengatur Formasi Umpan Panjang (Long Ball) di eFootball 2026
Untuk mengatur formasi dengan taktik gaya bermain Umpan Panjang (Long Ball) di eFootball 2026, kamu bisa mengikuti langkah-langkahnya di bawah ini:
- Pada Menu Home, pilih bagian My Team
- Pilih bagian Game Plan
- Pilih bagian Tacticsdi sebelah pojok kiri atas layar
- Pilih bagian Team Playstyle
- Pilih Umpan Panjang (Long Ball)
Jangan lupa juga setelah memilih taktik umpan panjang, kamu harus menyesuaikan penggunaan managerdi dalam tim.
Kalau manajermu tidak cocok dengan gaya bermain Umpan Panjang (Long Ball) maka formasi tidak akan berjalan dengan optimal di lapangan sehingga kamu akan kesulitan dalam menghadapi tim lawan nantinya.
Jadi pastikan terlebih dahulu apakah manageryang kamu gunakan itu cocok dengan gaya Umpan Panjang atau tidak sebelum kamu mengatur formasinya.
Rekomendasi Formasi Terbaik Umpan Panjang (Long Ball) di eFootball 2026!
Setelah kita sudah mengatur gaya bermain Umpan Panjang sebagai basis permainan maka selanjutnya adalah mengatur pola formasinya.
Ada dua pola formasi terbaik yang menurut saya itu cocok jika kita menerapkannya dengan gaya bermain Umpan Panjang atau Long Ball yaitu 4-2-2-2 dan 4-1-3-2.
Formasi 4-2-2-2 Umpan Panjang (Long Ball)
Untuk membentuk pola formasi 4-2-2-2, kamu bisa melihat pengaturan posisi pemainnya pada gambar di bawah ini:

Atur dan bentuklah posisi pemainmu seperti gambar di atas supaya bisa membentuk pola formasi 4-2-2-2.
Penjelasan Formasi 4-2-2-2 Umpan Panjang (Long Ball)
Formasi ini sangat cocok bagimu yang suka dengan permainan Direct Football. Adanya penempatan 2 gelandang serang dan 2 penyerang di tengah membuat pemain belakangmu bisa dengan mudah untuk memberi umpan langsung ke depan.
Pola ini akan membuat kamu dapat melakukan build up dengan cepat tanpa perlu banyak sentuhan dengan bola sehingga transisi menyerang akan lebih cepat dan efisien.
Maka itu, usahakan kamu menempatkan 2 AMF dan 2 CF di depan yang mempunyai kecepatan yang sangat bagus sehingga permainan transisi secara vertikal bisa dilakukan dengan cepat terutama melalui umpan-umpan terobosan langsung.
Formasi ini sangat fleksibel dalam bertahan. Bentuk pola pertahanan akan sangat kompak dan solid di tengah sehingga lawanmu akan lebih sulit menyerang lewat tengah.
Titik kelemahan dari formasi ini terletak di sisi sayap karena di sini kamu tidak menggunakan seorang Winger murni sehingga tingkat kedisiplinan para pemain ketika melakukan transisi bertahan menjadi untuk menutupi titik kelemahan tersebut.
Formasi 4-1-3-2 Umpan Panjang (Long Ball)
Untuk membentuk pola formasi 4-1-3-2, kamu bisa melihat pengaturan posisi pemainnya pada gambar di bawah ini:

Atur dan bentuklah posisi pemainmu seperti gambar di atas supaya bisa membentuk pola formasi 4-1-3-2.
Penjelasan Formasi 4-1-3-2 Umpan Panjang (Long Ball)
Dengan menggunakan formasi ini semua serangan akan berfokus dari lini tengah.
Dari lini tengah kamu bisa melakukan penetrasi langsung ke dua penyerang di depan melalui umpan panjang maupun umpan terobosan.
Kombinasi dari 3 AMF di tengah akan menjadikan serangan lebih agresif dan kuat sehingga kamu harus memanfaatkan kelebihan dari lini tengah untuk mengarahkan fokus serangan di lini tengah.
Formasi ini cukup fleksibel untuk build up melalui direct play ataupun dengan kombinasi passingpendek sebelum penyelesaian akhir di Final Third. Karena pemain AMF dan CF akan sering aktif di kotak penalti lawan dalam menciptakan peluang gol.
Kelemahan dari formasi ini ada di lini tengah itu sendiri.
Posisi tengah hanya menempatkan satu DMF saja sendirian yang tugasnya itu untuk membantu lini pertahanan sedangkan sisanya adalah pemain AMF.
Jika pemain AMF telat untuk turun membantu pertahanan di tengah maka pemain lawan bisa menerobos dari lini tengah. Jadi jangan sampai kamu kehilangan bola di lini tengah.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel mengenaiFormasi Terbaik Umpan Panjang (Long Ball) di eFootball 2026.
Tentu formasi ini tidak menjamin kamu untuk selalu mendapatkan kemenangan ketika bertanding menghadapi lawan-lawanmu di eFootball 2026 karena pada intinya semua formasi itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya dari Kami:
Jika ada pertanyaan lebih lanjut, kamu dapat menggunakan fitur kolom komentar yang sudah tersedia di bawah artikel ini.
Terima kasih sudah membaca artikel ini
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Best FPL Players of the 2025/26 Season So Far: A Power BI Analysis of Points and Form
What happens if we let FPL data decide?
Rather than opinions, narratives, or club bias, I decided to use my Power BI FPL model to answer two very specific questions:
- Who are the best-performing players this season so far, based purely on points?
- Who are the players in form right now, based on recent performance?
The results were interesting, and in one case, mildly controversial.
Ranking Players by Total FPL Points
The first step was straightforward. I already have a Power BI semantic model with:
- A Detailed Player Data fact table (match-level FPL data)
- Dimension tables for Player, Club, and Position
To rank players objectively, I added a DAX measure that calculates a dense rank across all players based on total FPL points.
Player Rank Measure (Season to Date)
Player Rank in Club = RANKX( ALL ( 'Player Data (Dim)'[Player Name] ), CALCULATE( [Total Player Points] ), , DESC, DENSE ) This measure ignores any filters on individual players and ranks everyone globally by points scored so far this season.
Building the “Best Team So Far” in Power BI
With the ranking measure in place, I created four table visuals in Power BI, one for each position:
- Goalkeepers
- Defenders
- Midfielders
- Forwards
Each visual was filtered by position and sorted by Player Rank. From there, I selected the top performers to assemble a 15-man FPL squad.
To be clear:
- This team does not consider FPL budget constraints
- It sticks to the FPL squad requirements
- It is purely performance-driven
The Best FPL Players So Far (By Points)
Goalkeepers
- Robin Roefs – Sunderland
- Jordan Pickford – Everton
Defenders
- Gabriel – Arsenal
- Marc Guéhi – Crystal Palace
- Trevoh Chalobah – Chelsea
- Jurriën Timber – Arsenal
- James Tarkowski – Everton
Midfielders
- Declan Rice – Arsenal
- Antoine Semenyo – Bournemouth
- Bruno Guimarães – Newcastle
- Bruno Fernandes – Manchester United
- Morgan Rogers – Aston Villa
Forwards
- Erling Haaland – Manchester City
- Thiago – Brentford
- Jarrod Bowen – West Ham
Two observations stand out immediately:
- This squad would leave you around £17m over budget
- There isn’t a single Liverpool player in the list
Data can be uncomfortable like that.
The Problem with Total Points
Season-long points are useful, but they have a major weakness: recency bias works both ways.
- A player who started the season hot but faded still ranks highly
- A player returning from injury or hitting form late can be under-represented
To solve that, I introduced a form-based approach.
Measuring Player Form (Last 30 Days)
Instead of looking at the entire season, I created a measure that calculates average points over the last 30 days, based on actual kickoff times.
Player Form Measure
Form = VAR TodayDate = MAX('Detailed Player Data (Fact)'[Kickoff_Time]) VAR StartDate = TodayDate - 30 RETURN CALCULATE( AVERAGE('Detailed Player Data (Fact)'[Total Points]), 'Detailed Player Data (Fact)'[Kickoff_Time] >= StartDate && 'Detailed Player Data (Fact)'[Kickoff_Time] <= TodayDate ) This dynamically adjusts as new matches are played, ensuring that form always reflects current performance, not historical reputation.
Ranking Players by Form
With form calculated, I applied the same ranking logic as before.
Player Rank by Form
Player Rank Form = VAR ThisPlayerForm = [Form] RETURN RANKX( ALL ( 'Player Data (Dim)'[Player Name] ), CALCULATE( [Form] ), , DESC, DENSE ) Now I can instantly answer questions like:
- Which defenders are actually delivering right now?
- Are premium midfielders justifying their price recently?
- Is a forward on a hot streak or living off one big haul?
This is where Power BI really shines: switching between season consistency and short-term momentum without rebuilding anything.
Why This Matters for FPL Strategy
Using both views together gives you a much stronger decision framework:
- Total points highlight reliable, season-long performers
- Form identifies momentum, rotation risk, and short-term opportunity
If you’re planning transfers for the second half of the season, form-based rankings are often the difference between climbing the mini-league and standing still.
More importantly, this approach removes emotion from decision-making. No hype. No narratives. Just data.
From FPL to Real Business Decisions
What I’ve described here isn’t really about Fantasy Premier League.
It’s about:
- Clear metrics
- Trusted models
- Decision-making backed by data
The same principles apply whether you’re picking an FPL captain or making multi-million-pound business decisions from dashboards.
Want This Level of Clarity in Your Organisation?
If your reporting feels slow, inconsistent, or hard to trust, that’s exactly the problem my Data Platform & Analytics Accelerator is designed to solve.
It helps organisations:
- Build reliable Power BI and Microsoft Fabric foundations
- Define consistent metrics that people actually trust
- Move from dashboard noise to decision clarity
Book a call today to discuss the Accelerator and see how it could work for your organisation:
Book an appointment to talk about the Data Platform Accelerator
Because whether it’s FPL or the boardroom, better data always wins.
Useful Links
Why Data Platforms Like Microsoft Fabric Don’t Fix Broken Data Culture
Why Reporting Slows Down as Organisations Grow
Xander’s First Season – A Proud Dad’s Reflection
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

IDNGem Scout: Syuhada Assaif
Dalam edisi IDNGem Scout kali ini, saya akan membahas ulasan dan analisa mengenai permainan dari salah satu pemain muda potensial Indonesia dari kompetisi Piala Soeratin U-17 Nasional.
Pemain muda ini sangat menarik perhatian diri saya karena ia memiliki salah satu faktor langka yang tidak dimiliki oleh pemain muda lainnya di Indonesia.
Pemain ini memiliki tinggi badan sekitar 182 cm dan berposisi sebagai penyerang tengah (Striker).
Tentu kita sudah tahu bahwasanya saat ini jarang sekali pemain muda asli kelahiran Indonesia memiliki fisik dengan tinggi badan yang cukup menjulang. Alasan inilah saya menjadi cukup tertarik melihat permainannya.
Terlebih setelah saya menonton pertandingan-pertandingan yang ia mainkan di Piala Soeratin U17 Nasional 2025 membuat saya yakin bahwa pemain ini memiliki potensi yang sangat besar jika ia diberi lingkungan yang tepat bagi perkembangan karir sepakbolanya.
Nama pemain ini adalah Syuhada Assaif.
Mengenal Sekilas Tentang Syuhada Assaif
Syuhada Assaif merupakan seorang pemain sepakbola asal Aceh kelahiran Bireun tahun 2009. Hingga tulisan ini dimuat maka usianya masih 16 tahun.
Ia merupakan anak kedua dari pasangan Saiful Bahri dan Evi Andrita, warga Geudong-Geudong, Kota Juang.
Geudong-Geudong ini merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Indonesia.
Pada tanggal 2 Juli 2025, Syuhada berkontribusi atas kelolosan dari tim Pra-PORA Bireun ke ajang Pekan Olahraga Aceh (PORA) Tahun 2026 mendatang.Namanya pun tercatat di website resmi koniaceh.or.id sebagai atlet asal Aceh dari cabang olahraga sepakbola.
Kemudian, dalam ajang kompetisi Piala Soeratin U17 Nasional yang diadakan pada bulan September tahun 2025 yang lalu, Syuhada bermain di kompetisi tersebut bersama Juang FC yang menjadi perwakilan dari Provinsi Aceh.

Sumber Foto: serambinews.com (Syuhada berada di pojok kiri atas)
Di bawah asuhan coach Mulya Saputra, Syuhada menjadi pemain utama yang hampir tidak tergantikan selama turnamen tersebut berlangsung. Ia mencatatkan 6 kali penampilan dari 7 laga yang dimainkan oleh Juang FC selama berkompetisi di Piala Soeratin U17. Dari 6 penampilan ini, Syuhada berhasil mencatatkan 7 gol dan 1 assist.
Berkat penampilannya ini, Syuhada berhasil dilirik oleh tim kepelatihan dari Timnas U-17 Indonesia yang saat ini sedang mempersiapkan pemain-pemain kelahiran 2009-2010 untuk menghadapi turnamen AFC U-17 Asian Cup 2026.
Syuhada Assaif mendapatkan panggilan pada bulan November lalu untuk mengikuti seleksi bersama Garuda United yang merupakan kerangka tim nasional U-17 Indonesia saat ini.
Semua informasi yang saya sebutkan di atas ini berdasarkan beberapa sumber yang saya temukan dan sudah saya olah dari internet. Berikut sumber informasinya di bawah ini:
- https://x.com/wunderkid_id/status/1975234468802965698
- https://kabarbireuen.com/bireuen-lolos-ke-pora-2026-tumbangkan-aceh-besar-3-2/
- https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/997457/syuhada-assaif-pemain-juang-fc-bireuen-dipanggil-ikut-seleksi-timnas-u-17
Jika teman-teman punya informasi tambahan yang lengkap tentu kamu bisa menambahkannya dengan menulis informasi tersebut di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah postingan ini nanti.
Scouting Report: Syuhada Assaif
Saya mencoba memantau permainan dari Syuhada Assaif ini berdasarkan semua pertandingan yang dimainkan oleh Syuhada dalam gelaran kompetisi Piala Soeratin U17 Nasional 2025.
Saya akan mengulas dan menganalisa 3 aspek permainan dari Syuhada Assaif, yaitu Attacking Play, Defensive Play, dan Set Piece.
Berikut hasil ulasan dan analisa saya mengenai Syuhada Assaif di bawah ini:
Attacking Play
Untuk aspek Attacking Play ini, ada 2 kategori yang akan saya ulas dari permainan Syuhada Assaif selama bermain di Piala Soeratin bersama Juang FC.
Kedua kategori tersebut merupakan Movement and Positioning, dan Creating and Converting Chances.
Movement and Positioning
Juang FC yang dilatih oleh coach Mulya Saputra menggunakan formasi dasar 4-2-3-1. Syuhada Assaif ditempatkan sebagai penyerang tengah dalam pola formasi tersebut.

Bermain di posisi nomor 9 atau Penyerang Tengah (Striker), Syuhada memperlihatkan kecermatan yang cukup baik terhadap penempatan dirinya di final third untuk mengambil kesempatan dalam membuat peluang maupun menyelesaikan peluang menjadi sebuah gol.
Pada setiap momen transisi menyerang, Ia kerap kali akan bergerak cepat dengan berlari ke depan melewati sisi belakang dari garis pertahanan lawan untuk menerima umpan terobosan dari rekannya (run in behind). Syuhada juga beberapa kali akan mengincar titik buta (blindspot) dari pemain lawan dengan memosisikan dirinya di belakang pemain lawan sebelum ia menerima umpan dari rekannya.
Posisi permainannya ketika menyerang di depan tidak selalu statis di tengah saja. Ia akan sering kali bergerak untuk mencari ruang kosong di area final third. Syuhada biasanya akan bergerak melebar ke sisi half space kanan maupun kiri dan terkadang ia juga akan turun sedikit ke dalam untuk menerima bola dari rekannya.
Secara keseluruhan, pergerakannya ini cukup efektif dilakukan oleh Syuhada dalam memanfaatkan peluang yang ia dapatkan ketika berada di final third.
Tapi, terkadang ia terlalu cepat untuk lari ke garis belakang pertahanan lawan sehingga dalam beberapa momen tertentu Syuhada terperangkap oleh jebakan offside lawan.
Creating and Converting Chances
Syuhada memiliki tinggi badan sekitar 182 cm. Tentunya bagi sebagian anak di Indonesia yang masih berumur 16 tahun dengan tinggi badan di atas 180 cm itu sudah bisa dikategorikan sebagai pemain yang cukup tinggi di antara anak-anak seumuran lainnya.
Terlihat Syuhada cukup bisa memanfaatkan kelebihannya ini di lapangan. Sebagai seorang striker, ia cukup kuat dalam menahan bola dengan memanfaatkan tubuh atasnya untuk melindungi bola dari pressure lawannya.
Beberapa kali ia akan menjadi target umpan panjang dari rekannya ketika melakukan build up dari bawah. Syuhada akan menggunakan kekuatan fisik tubuh atasnya dalam melindungi bola yang ia dapatkan dari udara sehingga Syuhada cukup baik dalam menahan bola dengan kelebihan fisiknya walau dirinya sedang ditekan ketat oleh lawannya.
Jika bola berhasil ditahan olehnya maka ia akan segera memindahkan bola tersebut ke sisi yang kosong dengan memberikan umpan horizontal atau ia akan memberikan umpan satu sentuhan ke rekan terdekatnya. Terkadang ia juga akan melakukan delay dengan mengontrol bola terlebih dahulu, kemudian ia akan mencoba untuk melakukan upaya memutar badan dan langsung melakukan dribbling ke depan.
Namun, Syuhada kurang begitu baik ketika menerima umpan-umpan crossing dari rekannya. Ia kurang memaksimalkan potensi dari kelebihan tinggi badannya dalam melakukan heading. Sering kali timing dari lompatan yang dilakukannya kurang begitu baik sehingga kemampuan finishing-nya ketika menggunakan kepala (heading) kurang begitu konsisten.
Syuhada memperlihatkan kemampuan yang baik dalam memainkan permainan combination play bersama rekan-rekannya dengan mampu melakukan permainan satu sentuhan yang cukup efektif di final third.
Selain itu, ia juga memiliki kemampuan first touch serta kontrol bola yang cukup baik dalam menerima bola. Syuhada akan mengoordinasikan gerak badannya dengan menggunakan metode open body shape pada saat menerima bola.
Dengan tubuh yang condong menyamping atau terbuka (open) maka ia akan lebih mudah untuk melihat situasi sekitar ataupun ruang kosong di depan sehingga ia bisa melakukan aksi lanjutannya dengan bola secara cepat.
Syuhada mampu menerima bola melalui sentuhan pertamanya dengan kaki kanan maupun kaki kirinya dengan baik. Walaupun, kadang-kadang ia masih kurang konsisten dalam mengontrol bola yang baik jika bola diarahkan ke kaki kirinya.
Syuhada nampak memiliki keberanian yang cukup tinggi untuk bisa melewati lawannya 1v1 ketika ia sudah mendapatkan bola. Ia akan cenderung untuk mencoba melewati lawannya dengan menggunakan kelincahan dari kontrol bola serta dribbling jarak dekatnya.
Walau terkadang beberapa upayanya dalam melakukan dribbling 1v1 untuk melewati lawannya bisa dilakukan dengan sukses namun dalam beberapa momen terlihat masih kurang begitu konsisten.
Syuhada juga sering kali akan berinisiatif menggunakan kemampuan pergerakan lari tanpa bolanya ke garis belakang pertahanan lawan untuk memanfaatkan peluang di final third.
Dalam momen transisi menyerang, ia akan terlebih dahulu untuk bergerak mencari ruang kosong di depan sebelum ia menerima umpan dari rekannya. Pada saat rekannya berhasil memberikan umpan terhadap dirinya maka Syuhada akan segera melakukan gerakan sprint jarak dekat sembari membawa bola ke kotak penalti lawan untuk menyelesaikan peluang.
Syuhada terlihat cukup cepat dalam melakukan akselerasi dari jarak 5 meter pertama.
Beberapa gol berhasil ia ciptakan dari pergerakan larinya tersebut maupun dengan pergerakan tanpa bolanya dalam mencari ruang-ruang kosong di kotak penalti lawan.
Kemampuan shooting dari Syuhada juga terlihat memiliki akurasi yang cukup bagus terutama dalam melakukan shooting jarak dekat.
Ia cenderung akan menggunakan kaki terkuatnya (kanan) untuk menendang supaya tendangannya lebih powerful dan akurat. Meskipun begitu, Syuhada juga bisa menggunakan kaki kirinya untuk melakukan shooting ke arah gawang walaupun terkadang tendangannya tersebut tidak seakurat kaki kanannya.

Sumber Foto X (Twitter): @wunderkid_id
Terdapat isu penting yang terkadang menjadi permasalahan di dalam permainan menyerangnya di final third yaitu decision-making.
Terkadang Syuhada masih kurang konsisten dalam membuat keputusan dengan cepat dan tepat ketika ia memainkan permainan umpan satu sentuhan.
Dalam beberapa momen, ia akan memberikan umpan satu sentuhan terlalu cepat ke rekannya sehingga arah umpan menjadi tidak tepat mengarah ke rekannya dan hal ini membuat serangan tidak berjalan dengan efektif.
Selain itu, ia juga terkadang masih kurang tenang dalam menyelesaikan peluang dengan baik di kotak penalti lawan.
Defensive Play
Untuk aspek Defensive Play ini, saya akan mengulas Positional Defending serta Pressing dari Syuhada Assaif.
Positional Defending and Pressing
Syuhada terlihat tidak banyak terlibat dalam bertahan di belakang. Terlepas dari instruksi yang diberikan oleh pelatih di timnya, Syuhada terlihat akan sering kali memosisikan dirinya untuk tetap di depan ketika tim sedang dalam fase bertahan.
Biasanya ia akan dijadikan sebagai target man oleh rekannya jika bola sudah berhasil direbut kembali. Jadi, ketika fase transisi menyerang maka rekan-rekannya ini akan langsung memberikan umpan ke depan dengan mengarahkannya ke posisi Syuhada.
Terkait pressing, Syuhada sering kali menjadi orang pertama yang akan melakukan pressing di depan. Jika bola masih dalam penguasaan pemain belakang dari tim lawan maka Syuhada akan bereaksi dengan cepat untuk melakukan pressing tinggi terhadap pemain lawan tersebut.
Beberapa pressing yang dilakukannya terlihat cukup efektif untuk mengganggu ritme build up dari tim lawan karena Syuhada akan memaksa pemain belakang lawan yang sedang menguasai bola untuk segera langsung melepaskan umpan long ball ke depan.
Walaupun begitu, kemampuannya dalam merebut bola dari lawan masih kurang begitu konsisten dengan beberapa tindakannya ketika mengambil bola itu berbuah menjadi pelanggaran kecil.
Set Piece Play
Walau bukan sebagai algojo utama dalam mengambil tendangan bebas (free kick) di dalam tim, namun Syuhada nampaknya akan diberi kesempatan untuk melakukan free kick yang mengarah langsung ke gawang lawan (direct free kick). Namun, beberapa hasil tendangannya tersebut terlihat belum begitu maksimal untuk mengancam gawang lawan.
Dalam situasi sepak pojok (corner kick), Syuhada akan cenderung memosisikan dirinya di tiang jauh ataupun berdiri di tiang dekat untuk menyambut umpan crossing. Namun, sering kali ia terlihat kurang aktif terlibat dalam memaksimalkan peluang dari corner kick.
Syuhada sempat mengambil salah satu tendangan penalti dari situasi adu penalti di Piala Soeratin ini dan ia berhasil memaksimalkan tendangan penalti tersebut menjadi sebuah gol.
Dalam situasi lemparan ke dalam (Throw In), Syuhada akan sering kali dijadikan sebagai target dari lemparan oleh rekan-rekannya. Syuhada biasanya akan memosisikan dirinya di depan untuk menerima lemparan bola atau ia akan mendekatkan dirinya ke posisi rekannya yang sedang melakukan lemparan untuk menerima bola tersebut.
Statistik Individu
Bersama Juang FC dalam berkompetisi di Piala Soeratin U17 Nasional 2025, Syuhada Assaif berhasil mencatatkan 7 gol dan 1 assist dari 6 penampilan yang ia jalani. Ia mencatatkan waktu bermain sebanyak 571 menit bermain dengan 6 kali menjadi starting.
- Appearances: 6 (571 minutes played)
- Goal: 7
- Assist: 1
Conclusion
Secara keseluruhan, Syuhada Assaif merupakan penyerang tengah (nomor 9) muda dengan profil fisik dan pergerakan yang menjanjikan. Ia memiliki karakteristik hybrid antara seorang Target Man yang kuat menahan bola dan seorang Poacher yang aktif mencari ruang di belakang garis pertahanan.
Ia menunjukkan pemahaman yang cukup baik terhadap positioning di final third. Syuhada mampu memanfaatkan ruang melalui fleksibilitas dari pergerakan tanpa bolanya yang dapat membantu alur serangan tim.
Dari aspek kemampuan menyerangnya, Ia cukup kuat dalam menahan bola, efektif dalam duel badan, serta mampu menghubungkan permainan melalui combination play. Ia juga memiliki keberanian dalam situasi 1v1 serta insting menyerang yang baik dalam transisi menyerang.
Namun, masih terdapat beberapa aspek penting yang perlu ditingkatkan dari permainan Syuhada. Efektivitas finishing melalui sundulan belum terlalu optimal, terutama terkait timing lompatan dan pemanfaatan postur tubuhnya saat menerima umpan crossing. Selain itu, konsistensi dalam pengambilan keputusan di final third masih menjadi catatan, baik itu dalam permainan satu sentuhan maupun saat menyelesaikan peluang di depan gawang.
Dalam fase bertahan, kontribusi Syuhada cenderung terbatas dan lebih berfokus pada peran sebagai lini pertama pertahanan (first line of pressure). Ia cukup agresif dan responsif dalam melakukan pressing tinggi untuk mengganggu build up lawan, meskipun efektivitasnya dalam merebut bola masih perlu ditingkatkan lagi.
Sebagai kesimpulan, Syuhada adalah striker muda dengan potensi perkembangan yang besar, terutama jika diarahkan untuk memaksimalkan keunggulan fisik, meningkatkan ketajaman dalam pengambilan keputusan (decision-making), serta memperbaiki konsistensi dalam aspek penyelesaian peluang akhir (finishing ability) terutama melalui sundulan dan ketenangannya dalam menyelesaikan peluang di kotak penalti.
Menurut opini pribadi saya, saat ini Syuhada Assaif sudah berada di level sebagai pemain muda utama di kompetisi Liga Nusantara (Liga 3) maupun sebagai pemain utama di kompetisi elite usia muda tertinggi di Indonesia seperti Elite Pro Academy.
Saya pun menganggap bahwa potensi yang dimilikinya saat ini juga bisa diproyeksikan secara jangka panjang sebagai pemain utama di kompetisi Indonesia Championship (Liga 2) untuk masa mendatang.
Namun, saya yakin ia juga bisa mencapai potensi tertingginya lagi dengan pencapaian sebagai pemain yang bisa bermain di level tertinggi sepakbola Indonesia yaitu Indonesia Super League (Liga 1) dengan catatan Syuhada perlu mendapatkan pembinaan yang tepat serta perlu mengembangkan beberapa kekurangan yang ada di dalam area permainan dirinya saat ini.
Penutup
Selesai sudah pembahasan artikel dariIDNGem Scout: Syuhada Assaif kali ini. Saya cukup tertarik untuk melihat perkembangan dari Syuhada di masa mendatang menanti.
Harapan dari saya tentunya ia bisa mendapatkan pembinaan yang tepat serta menjadi pemain profesional yang hebat dan juga bisa mengeluarkan seluruh potensi besar yang ada di dirinya saat ini.
Sebelumnya saya juga sudah membuat versi laporannya beserta link video footage dari Syuhada Assaif yang bisa dilihat pada link di bawah ini:
Tentu semua ulasan dan analisa ini merupakan hasil opini pribadi saya setelah menonton permainan Syuhada Assaif secara lengkap melalui metode Video Scouting.
Saya tentunya akan senang hati dalam menerima feedbackdari teman-teman yang sudah membaca artikel ini terutama bagi pembaca yang sudah paham dan banyak pengalamannya dalam melakukan Scouting.
Teman-teman bisa memberikan komentar mengenai saran dan kritik terhadap tulisan saya ini di kolom komentar yang sudah tersedia di bawah.
Saya juga membuka ruang diskusi terbuka bagi teman-teman untuk membahas pemain ini tentunya di kolom komentar.
Mungkin itu saja dari saya, dan saya ucapkan terima kasih bagi teman-teman yang sudah membaca tulisan saya ini.
Nantikan juga tulisan-tulisan dari saya mengenai IDNGem Scout selanjutnya di blog ini.
Sekian dan Terima Kasih
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Why Reporting Slows Down as Organisations Grow
In the early days, reporting feels easy.
A few systems.
A small team.
Clear questions.
Someone asks for a number, and it appears.
But as organisations grow, something strange happens.
Despite better tools, bigger teams, and more data than ever before, reporting gets slower, not faster.
And nobody can quite explain why.
Growth adds complexity before it adds clarity
Growth introduces:
- New systems
- New products
- New regions
- New stakeholders
Each addition makes sense in isolation. Collectively, they create complexity. The reporting problem doesn’t arrive all at once. It creeps in quietly.
One more data source.
One more exception.
One more “just this once” metric.
Over time, simple questions become hard to answer.
Reporting slows because alignment doesn’t scale automatically
When organisations are small:
- People share context informally
- Definitions are implicit
- Decisions happen in the same room
As organisations grow:
- Teams specialise
- Context fragments
- Assumptions diverge
What used to be “obvious” now needs to be documented, agreed, governed, and maintained. Most organisations never pause to do that work. So reporting slows, not because people are inefficient, but because alignment has quietly disappeared.
Every new stakeholder adds friction
As more people rely on reporting:
- More interpretations appear
- More edge cases matter
- More reassurance is required
A number is no longer just a number.
It needs:
- Explanation
- Justification
- Lineage
- Caveats
Leaders don’t just want the answer. They want confidence in the answer. That confidence takes time to build when it hasn’t been designed in.
Reporting becomes a negotiation, not a process
In many growing organisations, reporting turns into a negotiation.
- Finance has one view
- Operations has another
- Sales has a third
Each is technically “right” from their perspective.
Reports bounce back and forth:
- “Can you tweak this?”
- “That’s not how we define it”
- “The board asked for something different”
None of this is caused by bad intent. It’s caused by missing agreement.
Tooling improves faster than decision design
This is the paradox many leaders struggle with. Reporting slows after investing in:
- Better BI tools
- Modern data platforms
- More automation
Why?
Because tooling improves access to data, but not agreement on meaning.
Without:
- Clear decision ownership
- Stable definitions
- Explicit priorities
Every improvement in capability simply exposes more inconsistency. More power, more confusion.
Manual work creeps back in
When trust drops and speed matters, people compensate.
They:
- Export to Excel
- Create shadow models
- Build “one-off” reports for exec meetings
- Add manual checks “just to be safe”
Each workaround feels sensible in the moment. Together, they slow everything down. Reporting becomes brittle, labour-intensive, and dependent on a few individuals.
That’s usually when leaders say:
“Why does this take so long now?”
Growth increases risk sensitivity
As organisations grow, the cost of being wrong increases. A small discrepancy that once didn’t matter now:
- Goes to the board
- Impacts investor confidence
- Influences regulatory decisions
So people slow down deliberately.
More checks.
More reviews.
More sign-offs.
This isn’t inefficiency. It’s self-protection in the absence of confidence.
Reporting slows when clarity is missing upstream
The root cause is rarely the report itself. Reporting slows because:
- Metrics aren’t truly agreed
- Ownership is blurred
- Decision intent is unclear
- Trust has to be rebuilt every time
When those foundations are weak, speed is impossible, no matter how good the tools are.
What growing organisations do differently
Organisations that maintain reporting speed as they scale tend to:
- Decide which metrics really matter
- Assign clear ownership to those metrics
- Accept that not everything needs to be reported
- Design reporting around decisions, not curiosity
- Treat reporting as a product, not a by-product
They invest in clarity before complexity overwhelms them.
Why this matters
When reporting slows:
- Decisions slow
- Opportunities are missed
- Frustration rises on all sides
Teams work harder. Leaders wait longer. Confidence quietly erodes. The danger isn’t slow reporting. The danger is normalising it.
Where this fits in the series
This article completes the series:
- Why Dashboards Fail
- Why Platforms Don’t Fix Broken Data Culture
- Monitoring vs Observability for Business Leaders
- Why Reporting Slows Down as Organisations Grow
Together, they describe a single problem:
Organisations outgrow their original approach to data, without realising it.
This is also why many organisations seek help after dashboards disappoint, platforms underdeliver, and reporting feels heavier every year.
A better question for leaders
Instead of asking:
“Why is reporting so slow now?”
A more useful question is:
“What assumptions about data and decision-making have we outgrown?”
Answering that question is usually the turning point.
Useful Links
Data Platform Accelerator
When the Data Is Right (and I Ignore It Anyway)
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Football Manager Story | Persipasi Bekasi | SEASON 1
Sejauh yang saya tahu Persipasi hanya bisa sampai bermain di Divisi Utama atau setara dengan Liga 2. Kalau nanti pernyataan ini salah teman-teman tentunya bisa koreksi saya di kolom komentar.
Tahun 2014 menjadi masa terakhir Persipasi bermain di Divisi Utama karena pada tahun tersebut mereka harus rela terdegradasi.
Sejak saat itulah klub ini banyak berkutat di Liga 3 dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Sumber Foto: IG @persipasi1998
Bahkan kabar terakhir hingga tulisan ini dibuat Persipasi yang bermain di Liga Nusantara (Liga 3) musim 2024/2025 ini dinyatakan resmi terdegradasi ke Liga 4.
Sumber Berita:
>https://skor.id/post/rekap-hasil-liga-nusantara-2024-2025-duel-dilanjutkan-perserang-bikin-persipasi-degradasi
Hal inilah yang akhirnya membuat saya tertarik untuk menangani Persipasi di FM 24 dengan tujuan supaya bisa segera membawa Persipasi Bekasi bermain di Liga 1 Indonesia nanti.
PROYEK BESAR UNTUK PERSIPASI BEKASI
Dengan misi besar membawa Persipasi untuk naik ke kasta tertinggi di Liga Indonesia hingga harapannya Persipasi juga bisa bermain di kompetisi Asia maka saya berpikir untuk membuat proyek jangka panjang bagi Persipasi Bekasi.
Proyek ini saya beri nama dengan e-Bekasi
e-Bekasi merupakan proyek untuk mengarahkan Persipasi Bekasi mencapai kesuksesan tertinggi di kompetisi sepakbola Indonesia dan Asia.

e-Bekasi ini akan saya bagi menjadi 3 program, yaitu:
-
Enter of Asia (e1)
-
Enter of Liga 1 (e2)
-
Educate Patriot Muda (e3)
Masing-masing ketiga program ini mempunyai misi objektif yang harus dilakukan, yaitu:
e1-Enter of Asia
Objective >Meloloskan Persipasi Bekasi ke salah satu kompetisi Asia seperti AFC Champions League Elite, AFC Champions League Two, atau AFC Challenge League
Program ini bisa dipastikan menjadi target jangka panjang untuk saya mengingat Persipasi masih berkutat di Liga 3 saat ini.
Diperlukan sebuah proses yang sangat panjang untuk mencapai target dari program ini sehingga saya akan menargetkan misi objektif dari program ini akan tercapai dalam waktu 10 tahun ke depan.
Jadi untuk musim 2034/2035 nanti diharapkan Persipasi sudah bisa bermain di salah satu kompetisi Asia.
e2-Enter of Liga 1
Objective >Mempromosikan Persipasi Bekasi ke Liga 1 Indonesia
Ini adalah program utama dan prioritas bagi saya bersama Persipasi.
Tidak mudah memang namun saya akan mengerahkan seluruh kemampuan saya sebagai manajer untuk mampu membawa Persipasi ke Liga 1 secepat mungkin.
Program ini akan saya targetkan selesai dalam waktu 5 tahun ke depan sehingga Persipasi diharapkan sudah bisa bermain di Liga 1 pada musim 2030/2031.
e3-Educate Patriot Muda
Objective >Mencetak pemain-pemain akademi terbaik Persipasi untuk bisa dipanggil bermain di Timnas Indonesia
Proses dalam menciptakan talenta-talenta muda akademi terbaik untuk bisa dipanggil bermain di Timnas Indonesia tidaklah mudah.
Perlu adanya sistem Youth Development yang bagus dalam menciptakan pemain-pemain muda yang berbakat dan potensial.
Selain itu menit bermain juga perlu diatur sebaik mungkin karena faktor tersebut juga mempengaruhi performa dari para pemain muda.
Karena tujuannya adalah mengirim talenta-talenta muda terbaik Persipasi ke Timnas Indonesia maka saya perlu menciptakan lingkungan yang baik untuk menempa para talenta ini di Persipasi terlebih dahulu.
Sumber Foto: X @TimnasIndonesiaSaya akan mengusahakan untuk selalu meningkatkan kualitas dari Youth Facilities, Junior Coaching, dan Youth Recruitment secara berkala hingga mencapai kualitas yang terbaik.
Sebisa mungkin juga nantinya saya akan mengontrak staf-staf dengan kualitas bagus untuk tim muda Persipasi.
Saya tentunya juga akan mencoba memberikan kesempatan bermain untuk para pemain muda ini di tim senior nanti.
Harapan dari saya dengan adanya program ini beberapa pemain muda binaan dari Persipasi nanti bisa ada yang dipanggil oleh Timnas Indonesia.
Nah, kira-kira seperti inilah gambaran dari proyek e-Bekasiyang saya canangkan untuk Persipasi Bekasi di Football Manager Story kali ini.
Mungkin akan terbesit sebuah pertanyaan apakah kontrak saya nanti tidak menjadi masalah karena program ini ditargetkan bukan untuk satu atau dua musim saja melainkan hingga 5 musim ke depan.
Yap, tentu di sinilah tantangannya supaya saya akan selalu terus berusaha keras dalam melatih Persipasi dengan baik supaya nantinya saya bisa tetap terus mendapatkan perpanjangan kontrak dari Persipasi setiap musimnya.
Saya akan usahakan untuk membuat program-program dari proyek e-Bekasi ini mendapatkan progres yang berkelanjutan terlebih dahulu sebelum memikirkan masalah mengenai perpanjangan kontrak.
Jika saya dipecat sedangkan proyek ini belum selesai maka sudah pasti proyek tersebut akan berakhir pula.
Apabila masalah terjadi dalam karir kepelatihan saya dan berujung pada hasil pemecatan maka kemungkinan saya akan tetap mencari klub lain dengan proyek yang lain pula.
Tentu konten Football Manager Story ini akan tetap lanjut berjalan di blog BolaGawai.com sekalipun dengan yang berbeda nantinya.
SET UP AWAL PERMAINAN
Oke mari kita lanjut ke pengaturan awal sebelum memulai permainan bersama Persipasi Bekasi di FM 24.
Di sini saya perlu memberitahu kalian apa sajaeditor data file yang akan saya gunakan dalam semesta Football Manager Story ini.
BerikutEditor Data File yang digunakan:
Adapun untuk tampilan skin di FM 24 yang saya pakai adalah Vince Skin.
Saya juga mengaktifkan semua ligadengan penambahan Custom Setup pada database di bagian Nation.
Untuk negara yang saya berikan Custom Setup adalah Indonesia, Japan, Uzbekistan, Vietnam, Thailand, Tajikistan, Saudi Arabia, Philippines, Malaysia, South Korea, Qatar, East Timor, dan Australia. Hal ini bertujuan untuk menambah database pemain dari seluruh liga di negara-negara tersebut.
Untuk settinganAdvanced Options, saya hanya akan mencentang pilihanAdd players to playable teams.
Hal ini untuk membuat tim-tim dari divisi bawah Liga Indonesia yang secara default tidak ada sama sekali pemain di dalam skuadnya bisa menjadi ada dengan berisikan para pemain newgen.
Untuk settinganPlayer Attribute Masking akan sayaDisablekarena hal ini bertujuan untuk memudahkan saya dalam melihat atribut pemain. Walau nantinya atribut pemain bisa langsung terlihat tapi saya tetap akan menggunakan hasil analisa Scout dalam memantau atribut pemain.
First Window Activity akan diaktifkan supaya saya bisa memanfaatkan bursa transfer pemain sedari awal mungkin.
Untuk settingan waktu, saya akan memulai permainan di negara Indonesia yang akan mengawali musim pada tanggal 1 Juli 2024.
PROFIL MANAJER

Untuk profil manajer, saya menggunakan biodata saya sendiri yaitu Muhammad Andi Chaerudin sebagai manajer Persipasi Bekasi.
Saya sebagai manajer akan mengawali permainan dengan Coaching Badges berupa National A Licensedan Past Playing Experience sebagai Sunday League Footballer.
Sebagai pelatih saya akan menekankan filosofi sepakbola menyerang untuk penerapan strategi bermain.
PENGENALAN DEWAN PENGURUS SERTA PEMBAHASAN VISI KLUB DAN SUPORTER

Melalui kabar dari Supersoccer (Kanal Berita), Persipasi Bekasi resmi memperkenalkan saya sebagai manajer anyarnya ke khalayak publik Bekasi.
Pihak klub melalui dewan pengurus (Board) mengontrak saya selama satu tahun untuk menukangi Persipasi dalam mengarungi kompetisi Liga 3.
Board Persipasi hanya terdiri satu orang saja yaitu Bapak Vicky Sutrisno.
Pak Vicky Sutrisno adalah orang yang mengemban jabatan sebagai Chairpersondi jajaran board Persipasi Bekasi.
Beliau berdiskusi bersama saya dengan memberikanbeberapa informasi seperti sejarah klub, status finansial klub, fasilitas klub saat ini, hingga visi klub selama 5 tahun ke depan.

Dari informasi sejarah yang diberikan nampak belum ada sama sekali trofi yang bisa diraih oleh klub yang sudah berdiri sejak tahun 1998 ini
Tentu hal ini sangat mengecewakan karena klub yang bermarkas di Stadion Patriot Chandrabhaga ini merupakan klub yang berasal dari salah satu kota besar di Indonesia yaitu Kota Bekasi.
Sayang sekali sebagai kota yang besar tetapi klub sepakbolanya tidak bisa berbicara banyak dalam kompetisi sepakbola tanah air.
Fasilitas klub ini terlihat biasa saja dan budget finansialnya juga cukup terbatas musim ini.
Target Persipasi Musim 2024/2025
Pak Vicky Sutrisno (Chairperson) mengatakan kepada saya bahwa target musim ini adalah membawa Persipasi berada di posisi papan tengah (mid table) di Liga 3.

Dengan target yang sudah diberikan maka saya perlu melihat sistem kompetisinya terlebih dahulu.
Liga 3 ini terdiri dari 4 grup yang berisikan masing-masing 8 tim. KemudianLiga 3 menganut yang namanya sistem playoff promosi dan degradasi.
Jadi tim yang berhasil finis di peringkat 1 sampai 4 akan lolos ke fase grup promosi untuk menentukan siapa saja tim yang akan promosi ke Liga 2 musim depan.
Sedangkan peringkat 5 hingga 8 akan masuk ke fase grup degradasi untuk menentukan siapa saja tim yang akan turun kasta ke Liga Regional.

Melihat hal ini, saya asumsikan bahwa Board tidak mematok target tinggi kepada saya musim ini untuk bisa membawa Persipasi promosi ke Liga 2 musim depan.
Namun, kalau melihat dari format tersebut maka finis di posisi 4 terbawah akan sangat beresiko terdegradasi ke Liga Regional karena di sana tim harus bertarung lagi dalam fase playoff degradasi.
Dengan ini saya putuskan bahwa saya akan berjuang penuh dalam memperebutkan satu tempat di fase grup pada fase playoff promosi supaya terhindar dari zona playoff degradasi.
Selain itu, Board mengharapkan saya untuk bisa bekerja sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan musim ini sehingga budget keuangan tim untuk transfer pemain, gaji pemain, hingga anggaran scouting pemain harus bisa dikelola secara efisien.
Pak Vicky Sutrisno (Chairperson) juga memberitahu kepada saya bahwa suporter menuntut untuk mengakhiri posisi di klasemen liga musim ini melebihi klub rival sesama wilayah Bekasi yaitu Persikasi Kabupaten Bekasi.

Saya pun menyetujui semua proposal yang sudah tertera di dalam kontrak bersama Persipasi dan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai semua target yang diberikan oleh Board tersebut.
Penutup
Mungkin cerita dari Bagian 1 untuk Football Manager Story of Persipasi Bekasi SEASON 1 ini cukup sampai sini saja.
Untuk kelanjutan cerita Bagian 2 dari Football Manager Story of Persipasi Bekasi SEASON 1 bisa kamu baca artikelnya di bawah ini:
>Football Manager Story | Persipasi Bekasi | SEASON 1 | Bagian 2
Jangan lupa kamu bisa follow akunInstagram,X, danFacebook kami untuk mendapatkan kabar terbaru mengenai update konten Football Manager Story ini di blog BolaGawai.com
Jika ada hal yang ingin dikomentari mengenai konten ini teman-teman bisa menggunakan fitur kolom komentar yang sudah tersedia di bawah artikel ini.
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Ini
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film